ANJING YANG MASUK SURGA

 Judul            : Anjing yang Masuk Surga

Penulis         : M. Dawam Rahardjo

Tebal           : 182 + xvii halaman

Penerbit       : Jalasutra

Terbit          : 1, 2007

” Di Minangkabau, memelihara anjing sudah biasa. Bahkan ulama-ulama juga memelihara anjing. Sebagian orang kampung memelihara anjing untuk berburu babi hutan. Bahkan Pesantren Putri Padang Panjang, Rahmah el-Yunusiyah, itu separuh penghuninya adalah anjing.

“Di Mekkah, banyak penduduk yang memelihara anjing. Orang muslim dianjurkan untuk menyayangi binatang, termasuk anjing. Nabi sendiri suka dengan kucing. Nabi Daud suka burung dan Nabi Sulaiman bersahabat dengan semua binatang. Pernah ada Hadis yang menceritakan, ada seorang pelacur yang dinyatakan Nabi akan masuk surga hanya karena ia memberi minuman kepada anjing yang hampir mati kehausan. Bahkan ada pula anjing yang masuk surga, yaitu anjing yang menemani pemuda-pemuda Ashabul Kahfi yang melarikan diri dari tirani raja kafir dan mengungsi di gua dan atas izin Allah tertidur selama 300 tahun.”

-cover belakang-

Sepenggalan kutipan dari isi dalam buku tersebut, terus terang, adalah faktor yang membuat saya tertarik untuk membeli buku ini selain oleh judulnya sendiri. Bagi saya, sangat menarik, karena saya adalah pecinta binatang. Walau mempunyai perasaan khusus terhadap kucing, tapi saya tidak membatasi diri dalam memberikan cinta dan kasih sayang terhadap binatang. Ular pun cantik di mata saya. Melihat semut yang tenggelam pun, saya kasihan. Malah beberapa hari yang lalu, ada tikus clurut yang oleh kebodohannya sendiri masuk keranjang sampah dan menggapai-gapai untuk keluar sementara badannya basah kuyup, saya pun terbit rasa iba.

Judulnya sendiri cukup eye catching, karena pemahaman umum yang berlaku di antara umat muslim  adalah anjing itu haram. Saya pun dulu termasuk yang terkena oleh propaganda ini, selain propaganda yang diajarkan orang-orang tua bahwa anjing itu menakutkan, galak dan bisa menggigit plus ditambah kelakuan beberapa oknum yang memang suka menyalak keras dan mengejar orang, jadilah saya sempet takut untuk dekat-dekat dengan spesies ini.

Ketakutan saya mencair belum lama, karena ada beberapa temen yang dog maniak. Saya yang dasarnya pecinta binatang, memberanikan diri untuk mengelus-elus kepala anjing. Sempet terbit rasa ragu, karena teringat ‘ajaran’ anjing itu haram. Tapi entah, kok saya ndableg. Apalagi ketika datang ke klinik hewan dan menyaksikan beberapa staff dokter, berjilbab, dengan penuh rasa sayang memegang, mengelus-elus, bahkan menggendong anjing.

Kembali kepada buku, sewaktu saya membeli buku ini, tidak ada harapan apa-apa, selain penasaran dengan judulnya. Saya pikir buku ini berisi dalil-dalil tentang anjing. Ternyata setelah plastik pembungkus dibuka, buku ini adalah kumpulan cerpen dari Dawan Rahardjo. Beberapa cerpennya sudah pernah dimuat di beberapa media, seperti Republika, Kompas, dan Media Indonesia.

Seperti yang saya ketahui sedikit tentang sosok Dawan Rahardjo, bahwa beliau adalah tokoh pro-pluralisme dan menentang kekerasan atas nama agama, maka isi cerpen-cerpennya pun tak jauh beda. Bacalah cerpen Atheis dan Mas Parman Mencari Tuhan. Disitu diceritakan sosok yang cukup kontroversial, seorang bekas santri Gontor yang menganut kebebasan berpikir dan ogah dibelenggu oleh dogma, maka memutuskan untuk menjadi seorang atheis. Seperti juga cerpen Si Gila dari Dusun nCuni, yang menceritakan sosok kontroversial lainnya, Patek. Hanya karena ia suka mendengarkan khotbah di gereja-gereja, seorang ulama menuduhnya sesat dan berusaha memprovokasi untuk melarangnya sholat di masjid di dusun mereka. Padahal bagi Patek yang sangat lugu bahkan dicurigai terbelakang mentalnya, khotbah-khotbah tersebut dirasa sejuk bagi dirinya karena ia mungkin seorang yang haus kasih sayang (halaman 98).

Beberapa cerpen juga dibuat berdasar kisah atau sosok nyata di sekitar Dawam Rahardjo, seperti tiga cerpen di atas dan cerpen Anjing yang Masuk Surga. Sumpah, saya meneteskan airmata terharu ketika membaca cerpen ini, apalagi pada bagian ketika Hector meninggal dan seluruh keluarga sangat kehilangan oleh kepergiannya. Beberapa kali membaca ulang, masih saja tenggorokan saya tercekat oleh rasa haru. Dasar, pecinta binatang. >_<

Walau begitu, beberapa cerpen lainnya tidak melulu bernafaskan pluralisme dan islam moderat, tapi juga bernafaskan romansa, seperti cerpen Impian di Sebuah Senja. Romansa ‘jadul’, kalau menurut saya. Jalinan kisahnya dan antar tokohnya, membuat saya berimajinasi setting yang terjadi adalah sekitar tahun 60an, 70an, atau 80an. Berbeda sekali dengan romansa ‘gaul’ seperti sekarang atau chiklit -apalagi !-

Secara keseluruhan, saya merekomendasikan buku ini untuk dibaca di waktu senggang, untuk menghibur diri, atau kala melepas penat. Cerpen-cerpen yang dimuat cukup ringan, tapi ada nilai-nilai tertentu yang penulis ingin sampaikan. Selain itu, saya merasakan bahwa buku ini membawa energi positif. Jadi, mengapa tidak ??? toh, harganya cukup murah, apalagi kalau di toko buku diskon^^

5 pemikiran pada “ANJING YANG MASUK SURGA

  1. Aq jg penyayang binatang lho.. Terutama kucing..
    Tg aq g’ setuju dng namay pluralisme. Islam menganggap agama diluar islam adalh salah/bathil,
    ini keyakinan wajib bg umat islam.
    Islam ad toleransi prbedaan agama (surat al kafirun), tp teteeeep menganggap agama selain islam salah.. Masuk neraka.
    Ulama mengatakan, jk seseorang yakin, menganggap islam
    sama dng agama lain.
    Maka dia telah kafir dng sndiriny, keluar dr islam.
    Ya allah lindungi kami dr ini.

  2. kak, masih ada ngak, stok bukunya?, rencana mau beli, aku salah satu pemuda minang yang cukup tertarik dengan judulnya namun belum tau apa isinya.?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s