Februari 6, 2008...1:17 pm

misteri sorowiti, dakwah Sunan Kalijaga, manajemen paku, dan Pygmalion Effect : is it about self-fulfilling prophecy ???

Lompat ke Komentar

 Selasa malam (28/01/08) di Trans 7, ga sengaja nonton Kupas Tuntas. Judulnya sih, misteri Sorowiti. Ga jelas buat gw, Srowiti itu tempat atau apa. Ternyata yang dibahas tentang ajaran Sunan Kalijaga (dalam postingan ini akan disingkat SK). Sayang, cuma nonton sekilas. Tapi dari yang cuma sekilas itu, ada yang bikin tertarik, yaitu ketika Bapak Sonhaji (narasumber yang diwawancarai) menerangkan cara SK dakwah tentang sholat, yang ditulis oleh SK (?) dalam kitab (jaman dulu kan belom ada penerbit, kaleeee, palagi ngeblog) .  

Bapak Sonhaji mengatakan, biasanya ustad mengajarkan sholat dengan menakut-nakuti, dengan ancaman, surga neraka, dsb. Tapi tidak dengan SK. Beliau menguraikan makna gerakan-gerakan sholat. Misal berdiri, melambangkan tumbuhan / pohon yang tegak berdiri di muka bumi. Bagaimana pohon-pohon itu berdiri, itulah puji-pujianan mereka terhadap Tuhan (mungkin istilahnya tasbih dan dzikirnya). Karena itu kalo kita sholat, gak kebayang ganjarannya, sama dengan sejumlah pohon yang ada di muka bumi ini, alias banyaaaaaaak banget. Dengan penjelasan seperti itu, santri-santri SK melaksanakan sholat dengan sukacita, tidak memandangnya sebagai kewajiban yang berkonotasi beban. 

Host Kupas Tuntas sempat menanyakan, apakah Bapak Sonhaji tidak takut dengan diungkapkannya ajaran-ajaran SK yang termuat dalam kitab tersebut akan menjadi kontroversi, karena mungkin ada kelompok-kelompok yang tidak setuju. Yah, dan kakakku saja berkomentar bahwa ajaran SK tersebut kejawen banget.  Nggak ngerti juga sih, itu maksudnya negatif ato positif. Tapi yang membuatku tertarik adalah cara-cara SK berdakwah, yg dikatakan oleh Bapak Sonhaji menunjukkan kecerdasan SK. Hal tersebut mengingatkanku dengan ‘manajemen paku’ yang sering sekali dipakai oleh mereka-mereka yang ngerti ilmu agama dan mengajarkan ilmunya kepada orang lain.

Misal, contoh paling gampang, ya ketika ngajari tentang sholat itu. Yang ditekankan adalah, kalo nggak melakukannya, berbagai hukuman nan mengerikan siap menunggu. Atau misal, dalam berhubungan dengan kaum non muslim, yang ditekankan adalah bahwa mereka akan selalu senantiasa mencoba menggoyang akidah kaum muslim. 

Manajemen paku (istilah pak Agor) hampir mirip dengan teori X dan Y dalam psikologi. Teori X dan Y dikembangkan oleh Douglas McGregor, berdasarkan pengalamannya sebagai manager, konsultan, dan psikolog. Sejatinya teori ini dipakai untuk menjelaskan perilaku manajerial dalam bersikap terhadap bawahannya. McGregor menyatakan, pada manajer-manajer (atau pemimpin) tersebut terdapat dua asumsi dasar yang berbeda dalam memandang orang lain (disini konteksnya adalah karyawan / bawahan).  

Teori X mempunyai pandangan / asumsi bahwa :

  • Individu pada dasarnya tidak menyukai untuk bekerja, karena itu mereka berusaha untuk menghindarinya.
  • Karena ketidaksukaan mereka untuk bekerja, mereka musti dipaksa, dikontrol, diarahkan, atau kalau perlu diancam / ditakut-takuti dengan hukuman.
  • Kebanyakan individu lebih suka untuk diarahkan, cenderung untuk menghindari tangung jawab, tidak punya / sedikit mempunyai ambisi, dan di atas segalanya, mereka lebih suka berada dalam zona nyaman (Douglas McGregor dalam Richard L Deft, The Leadership Experience).

  

Dengan kata lain, penganut teori X berasumsi bahwa individu pada dasarnya adalah pemalas, tidak mempunyai motivasi cukup untuk bekerja dan mempunyai kecenderungan untuk menghindari tanggung jawab. Penganut teori ini mempunyai pandangan yang pesimis terhadap orang lain. Karena itu, pimpinan yang lebih suka memakai coercive external-methods seperti disiplin a la militer, punishment, atau ancaman terhadap bawahannya, adalah pimpinan yang mempunyai asumsi Teori X.

Manifestasinya, pimpinan seperti ini biasanya bossy, tidak sabaran, tidak perhatian terhadap perasaan dan masalah orang lain. Mereka cenderung task dan production oriented, lebih peduli dengan hasil daripada individu yang terlibat di dalamnya. 

Teori Y berasumsi sebaliknya dari Teori X. Secara singkat, penganut teori Y berasumsi bahwa individu mampu bekerja secara maksimal. Teori ini merefleksikan pandangan yang optimistis terhadap orang lain. Pemimpin yang mempunyai pandangan ini terhadap orang lain, dia akan menyadari bahwa achievment, personal growth, kebanggan ketika berkontribusi dalam pekerjaan, dan respect, merupakan hal-hal yang juga dibutuhkan leh karyawan. Pimpinan menyadari bahwa sikon dan lingkungan yang tepat / kondusif, maka individu akan mencari kesempatan untuk mendapat tanggung jawab yg lbh tinggi (need of achievment –David McCleland- dan need of self actualizing-nya –Maslow- meningkat) dan akan melatih imajinasi dan kreativitas untuk mencapai tujuan perusahaan.

CEO-CEO seperti ini misalnya Konosuke Matshushita (Matshushita Electric, dimana beliau yang hanya menempuh pendidikan formal dasar, berhasil medirikan perusahaannya tahun 1917 da menghasilkan 50 juta dollar), Soichiro Honda (Honda), Steve Jobss (Apple), Jack Welch (General Electric), Robby Djohan, dll. Mereka cenderung people oriented walau kadang juga bisa task & production oriented, tergantung situasi. 

Dalam penelitian Hall dan Donell (1979) yang dikutip oleh Hughes, Ginet, dan Curphy dalam bukunya Leadership : Enhancing the Lessons of Experience, yang melibatkan 12000 manajer, menyimpulkan bahwa pimpinan yang mempunyai pandangan positif terhadap orang lain, cenderung lebih sukses dibanding dengan pimpinan dengan asumsi teori X (belum ketemu jurnal aselinya). 

Dari paparan di atas, bisa terlihat bahwa asumsi yang dipercayai / dianut oleh seseorang berpengaruh terhadap perilakunya dengan orang lain. Seseorang yang berasumsi bahwa orang pada dasarnya tidak dapat dipercaya tentu akan berperilaku berbeda dibandingkan dengan mereka yang berasumsi bahwa setiap orang dapat dipercaya. 

Hal tersebut ternyata mirip-mirip dengan apa yan disebut Pygmalion Effect atau self-fullfiling prophecy.Pygmalion effect terilhami dr legenda Yunani, dimana Pygmalion memahat wujud seorang perempuan yang sangat cantik dan memperlakukannya seperti patung tsb adalah istrinya, dan Aphrodite mewujudkan impiannya sehingga patung tersebut hidup. Pygmalion effect ini berangkat dari penelitian experimental yang dilakukan oleh Rosenthal dan Jacobson, dengan subyek penelitian anak-anak sekolah dasar dan guru sekolah. Hasilnya ternyata cukup mengejutkan, yaitu ternyata ada peningkatan performa murid-murid yang diberi label ‘superior’ (diukur dengan tes IQ).  

** bagi yang mempunyai jurnal-jurnal berkaitan dengan Pygmalion effect, plis bisa kontak saya ??? tertarik banget nih^^ 

Penelitian lain yang meneliti tentang Pygmalion effect adalah penelitian yang dilakukan Dov Eden dkk di Israel. Eden meneliti tentang efek pygmalion antara atasan (pimpinan) dan bawahannya. Kesimpulannya, pemimpin yang mempunyai harapan positif yang cukup tinggi terhadap bawahannya, ternyata berakibat pada performa bawahannya dan kerja kelompok.Sebaliknya, Golem Effect, menunjukkan bahwa pemimpin yang hanya memiliki sedikit rasa percaya terhadap bawahannya, ternyata berakibat pada rendahnya performa bawahannya (seperti dikutip dari Hughes, Ginnet, dan Curphy). 

Pertanyaannya adalah : dari karakter yang telah disebutkan di atas (labelisasi positif terhadap murid dan pemimpin yang mempunyai harapan positif yang ukup tinggi dan sebaliknya), realisasinya bagaimana ??? Terwujud dalam perilaku yang bagaimana ??? Nah ini pe er bagi kita-kita untuk meng-identifikasikannya, termasuk mengevaluasi apakah perilaku kita termasuk yang mendukung pygmalion effect ato golem effect….^^ 

Self-fulfilling prophecy sendiri dapat diartikan simpel dengan “you get what you expected” (Hughes, Ginnet, dan Murphy). Self-fulfilling prophecy terjadi jika harapan atau prediksi kita terwujud (our expectations or predicitions play a causal role in bringing about the events we predict). Self-fulfilling ini dapat terjadi dari level makro hingga mikro (hubungan interpersonal). 

Sedikit tambahan dari pengalaman gw sendiri dengan ‘anak-anak’ gw. Gw sekarang punya tiga kucing. Kebetulan sejak awal gw udah denger bahaya dengan kata-kata negatif dan pelabelan. Jadi sedari kucing gw, Cici, masih bayi, gw udah biasakan untuk berkata positif terhadapnya. Sering sekali gw bilang ma dia, kl dia cantik, pintar, dsb. Eh lha, kok makin hari, dibanding anak-anak gw yang lain, Cici ini emang paling pinter. Dia seperti tahu apa kata kita, jadi kalo diperintah ato dilarang sesuatu, dia lebih cepet belajar dan sebagainya. Sebaliknya, ma anak gw yang lain, Pongge. Karena tampangnya yang seperti o’ong, sodara-sodara gw gemar sekali menyebutnya kucing bodoh dsb (walau dengan nada sayang + gemas), eh kelakuannya sehari-hari emang rada o’ong hehehe. Jadi ??? 

Dari uraian di atas, kesimpulannya apa ??? Buat gw, kesimpulannya adalah, sudah semestinya kita lebih mawas diri dan lebih menekankan diri kepada hal-hal yabg bersifat positif. Dalam konteks isi postingan ini, sudah seharusnya para alim ulama mempunyai apa yang dikatakan FEELINGS OF EMPOWERMENT. Mereka seharusnya lebih mempercayai ummatnya, bahwa ummatnya adalah ummat yang pandai dan cerdas, yang tidak mudah goyah imannya hanya karena hal-hal seperti supermi, doraemon, sinetron My Hope, dsb. Dengan kepercayaan dari alim ulama, tak ayal akan mendorong percaya diri dari umat, dan kepercayaan diri tersebut akan keluar dalam perilau-perilaku yang selaras. Umat tak lagi harus bersikap minor sebagai kompensasi dari rasa inferioritas dan ketidakpercayaan diri terhadap ummat lain, sehingga tidak ada lagi perilaku mengkambinghitamkan ummat lain, paranoid terhadap ummat lain, hingga kekerasan terhadap ummat lain.Manfaat secara internal, para alim ulama tak lagi harus menggunakan cara-cara ancaman atau menakut-nakuti, memangnya kita anak balita yang dalam diajari harus ditakut-takuti ??? emangnya kita IQnya setara dengan ternak, yang dalam diajari pake pecutan (negative reinforcement) dan makanan (positive reinforcement) ???  

So, buat gw, metode SK itu kejawen ato bukan, sepertinya kita kaum muslim harus lebih mawas diri dan introspeksi lagi deh, dengan cara berdakwah. Ga usah jauh2 perekrutan ke kaum non muslim, tp juga ketika berdakwah di intern muslim sendiri. Memang, dalam transfer ilmu, seharusnya juga memperhatikan siapa yg akan diransfer. Ya seperti teori komunikasi lah, bahwa komunikasi yg sukses tergantung kpd komunikannya, dia harus peka kpd siapa dia berbicara shg bisa memakai bahasa yg sama. Dalam konteks ini, ketika berhadapan dg individu2 kritis, maka tidak akan cukup penjelasan surga neraka dan reinforcement negatif. 

Kata pacar gw : energy flows follow imagination.  Alias energi mengalir mengikuti imajinasi. Sehingga ketika kita, secara sadar dan bawah sadar menganggap bahwa kaum non muslim sebagai musuh, alam bawah sadar akan bekerja menterjemahkan alias mewujudkannya (baca The Secret ato Quantum Ikhlas ato Pieces of Mind-nya Sandy McGregor deh, untuk lebih jelas gimana mekanismenya).

Seperti jika kita terus mengatakan (melabeli) bahwa anak kita si anak nakal, maka ia pun akan menjadi anak nakal. Hal yang kita takutkan dan enggan kita bayangkan, umumnya malah justru terjadi. Nah, apakah kita masih mo menekankan manajemen paku tadi, dalam berdakwah ??? mengapa kita tdk menirukan cara SK yang tidak pongah, arogan, ‘sertamerta’, dengan tetap merangkul kearifan lokal, dan terbukti mayoritas penduduk jawa memeluk muslim dg sukarela (sukarela kan???tdk dibawah todongan senjata ato ancaman neraka :p) 

 ** Diskusi lebih lanjut, yang sehat dan tidak saling serang, saya buka di bawah. Saya masih membutuhkan koreksi dan saran, terkait dengan pemahaman dengan konsep-konsep psikologi di atas. Toh semuanya untuk kemaslahatan umat :p  

& Komentar

  • anu, mbak, boleh menyimpulkan?
    berarti metode dakwah yang bodoh itu cuma buat umat yang bodoh aja, ya? hehehehe…

  • Wah, otak ku ndak nyampe.

    Soale aku blajar agama ndak pake ditodong pedang, jugak ndak ditakut-takuti neraka.

    Kalok soal mayoritas Jawa jadi Islam, menurut sayah karena “aslinya” orang Jawa ndak kenal konsep Tuhan.

    Orang Jawa ngertinya konsep Gusti dab Pengeran.

    (makanya masih sering kita denger duh Gusti Allah. Duh pengeran….)

    “Baju agama” apapun nyang diberikeun kepada orang Jawa pasti “akan dipake”.

    (silakeun cek di Gunung Kidul)

    Itulah sebabnya di kampung sebelah komplek sayah, ada gereja Kristen Pasundan, Gereja Kristen Djawa, bahkan Gereja Betawi.

    Tertarik untuk Thesis ???

    Akan sayah anter kesana…. :)

  • @ joesatch yang legendaris plus laris manis :p :

    wah maap, hari ini tanpa sengaja balesan komenku untuk mu kok kehapus.

    hehe…komenmu itu nyiram bensin ^^
    *sopo sing keslomot berarti bodho…ya nggak??* :mrgren:

    yah kl mnrt ku sih, tiap orang beda2 kemampuan ya. jd sbg pemimpin (a.k.a alim ulama) ya mustinya hrs pinter menyesuaikan. lha kl umatnya kayak kamu, misal, harus pake pendekatan khusus to :lol:

    @ mbelgedez :
    wah ngece po… ;P

    percaya kok, soale kl ada yg nodongin pedang sama situ, pasti digebrag to^^

    mnrt mas mbel gitu ya???
    lha Gusti dan Pangeran itu, kl diuraikan nrt orang jawa, apa ya???
    kl mnrt saya yg msh cetek ini (hehe), sebenarnya ya orang jawa ktk belum kenal Gusti Allah, ya udah kenal Tuhan, mas. tetapi konsep ttg Tuhan aja yg berbeda. msh mnrtku lg, penganut animisme pun sadar akan kekuatan yg lbh hebat dr mereka (a.k.a Tuhan) ttp penterjemahan mrk berbeda dg kita.

    wah thesisku ga nyampe situ, mas, ntar ga kelar2,ga kawin2 :lol:
    kl jalan2 aja sih mau (ngarep….)

  • brow,,,,…kaloo negatifnya dari dakwah sunan kalijaga apa ya……..??????????

  • KENALILAH DULU SIAPA KALIJAGA.KALIJAGA SESUNGGUHNYA MISSIONER KAISAR CINA.DIUTUS UNTUK MENGHANCURKAN NUSANTARA.ADALAH PENGHIANAT BAGI NEGARA UNTUK WARGA INDONESIA YANG MEMELUK AJARAN KALIJAGA.NUSANTARA MAU DICAPLOK CINA JAMAN KUBILAI KHAN.SUDAH RAHASIA UMUM CINA SEJAK JAMAN JENGIS KHAN SUKA MEREBUT WILAYAH NEGARA ORANG.BERUNTUNG NUSANTARA ADALAH DAERAH KEPULAUAN.ARMADA PERANG CINA SEBESAR APAPUN TAK MAMPU MENGUSAINYA.TAPI BUKAN CINA NAMANYA BILA TIDAK LICIK.SIFAT DASAR BANGSA INDONESIA YANG BERBAKTI KEPADA TUHAN DIJADIKAN SENJATA.DISEBARKANLAH AJARAN SESAT KE SELURUH JAWA.AJARAN ISLAM KALIJAGA ADALAH AJARAN SESAT.AJARAN YANG MERUPAKAN PENGKHIATAN BAGI UMAT MANUSIA.DAN DOSA TAK BERAMPUN.KARENA BAGI PENGIKUT AJARAN KALIJAGA PADA KLIMAKNYA MENDAPAT KUTUK AIR BAH/TSUNAMI.SEPERTI DI ACEH DAN SITU GINTUNG.AJARAN KALIJAGA YANG BERMUARA PADA KIAMAT.BILA SUDAH SEPERTI ACEH KEPULAUAN DI NUSANTARA YANG TERSISA HANYA TANAH KOSONG.TANAH TAK BERTUAN.DENGAN MUDAH BANGSA CINA DATANG MENCAPLOK.NUSANTARA BERGANTI PENGHUNI MENJADI MANUSIA BERMATA SIPIT.CELENGAN.KULIT PUTIH.KAISAR CINA BISA BERHEMAT CUMA MENGIRIM KALIJAGA SAJA TAK PERLU ARMADA PERANG SEPERTI JAMAN KERTHANEGARA DAN RADEN WIJAYA.AJARAN KALIJAGA OLEH SABDO PALON DITERJEMAHKAN SEBAGAI CANDI SUKUH.PADA CANDI SUKUH ADA CANDRA SENGKALA YANG ARTINYA JURUPENERANG YANG MENJERUMUSKAN PADA KEHANCURAN.MERUPAKAN AJARAN SESAT.AJARAN KALIJAGA YANG JAHAT INI MELECEHKAN WANITA.KITA BISA LIHAT BAGAIMANA SEK MENJADI RITUAL PARA PARANORMAL MUSLIM.DENGAN AJI NGERAGA SUKMA MEMPERKOSA WANITA YANG MENJADI PASIENNYA TANPA TERLIHAT SIAPAPUN.POLISI PUN TAK BERDAYA.WONG DUKUNYA TAK TERLIHAT MATA BIASA SAAT MEMPERKOSA.DENGAN GUNA-GUNA MEMPERKOSA DARI JARAK JAUH.TINGGAL WANITANYA MENJERIT-JERIT DI MALAM HARI.MEMBUAHKAN PENDERITAAN LAHIR BATHIN.SUDAH MENJADI SURATAN BILA WANITANYA DI LECEHKAN DEWATA DAN MAKHLUK SURGA TAK SUDI DATANG MEMBERI KEMAKMURAN BAGI NEGERI ITU.PENDERITAAN SAJA BAGI NEGERI YANG WANITANYA DIRENDAHKAN.SABDO PALON MEMILIH PERGI DARI PADA TERKOTORI OLEH DOSA TAK BERAMPUN DARI AJARAN KALIJAGA.TINGGAL PRABU BRAWIJAYA,PUTRI CAMPA YANG BEJAT DAN KALIJAGA ULAMA JAHAT DAN CURANG MENYEBARKAN AJARAN SESATNYA.

    • mas satria, ikut saya yuk, tak temeni ke RSJ di magelang sana. diperiksa, apakah sampeyan mengalami waham/schizophrenia.

  • cANDI SUKUH ADA DI TAWANG MANGU.TAWANG MANGU ASAL DARI KATA TAWANG MANGUN=MEMBANGUN KESADARAN YANG MEMBUAT SADAR AKAN HAKEKAT SESUATU.ADALAH PRABU BRAWIJAYA YANG BERTANYA KEPADA SABDO PALON YANG TAK LAIN ADALAH SEMAR PENGEMONG TANAH JAWA.BRAWIJAYA BERTANYA APA CIKAL BAKAL DAN HASIL AKHIR BILA MENGIKUTI AJARAN KALIJAGA.SABDO PALON DENGAN KESAKTIANNYA MEWUJUDKAN AJARAN KALI JAGA BERUPA CANDI SUKUH.PADA CANDI SUKUH TERDAPAT CANDRA SENGKALA YANG ARTINYA JURU PENERANG YANG MENGHANCURKAN.AJARRAN YANG MENGANTARKAN MANUSIA PADA PENDERITAAN.TERLAHIR DARI PERTIKAIAN DEWA KAMAJAYA DAN DAN DEWA SIWA.BERMULA DARI TINDAKAN DEWA KAMAJAYA YANG MENGGANGGU SEMEDI DEWA SIWA.HINGGA PADA AKHIRNYA DEWA SIWA MURKA MEMBAKAR DEWA KAMAJAYA MENJADI ABU.DAN MENGUSIR KAMAJAYA DARI SURGA.PADA CANDI SUKUH TERPAMPANG NERAKA YANG MELUKISKAN SIKSA BAGI PENGANUT AJARAN KALIJAGA.NERAKA YANG MENJADI TEMPAT PENURUNAN DERAJAD DARI DEA MENJADI MANUSIA.DAN DARI MANUSIA MENJADI BINATANG.NABINYA KAMAJAYA.DEWA KAMAJAYA SAJA TAK PERNAH MENCAPI SURGA JIWANYA MENGELANA DI DUNIA DI DUNIA PADA MANUSIA YANG BERCINTA.RASAKANLAH BIRAHI YANG MENYERGAP JIWAMU BILA AZAN BERKUMANDANG 5 KALI SEHARI.

  • cANDI SUKUH ADA DI TAWANG MANGU.TAWANG MANGU ASAL DARI KATA TAWANG MANGUN=MEMBANGUN KESADARAN YANG MEMBUAT SADAR AKAN HAKEKAT SESUATU.ADALAH PRABU BRAWIJAYA YANG BERTANYA KEPADA SABDO PALON YANG TAK LAIN ADALAH SEMAR PENGEMONG TANAH JAWA.BRAWIJAYA BERTANYA APA CIKAL BAKAL DAN HASIL AKHIR BILA MENGIKUTI AJARAN KALIJAGA.SABDO PALON DENGAN KESAKTIANNYA MEWUJUDKAN AJARAN KALI JAGA BERUPA CANDI SUKUH.PADA CANDI SUKUH TERDAPAT CANDRA SENGKALA YANG ARTINYA JURU PENERANG YANG MENGHANCURKAN.AJARRAN YANG MENGANTARKAN MANUSIA PADA PENDERITAAN.TERLAHIR DARI PERTIKAIAN DEWA KAMAJAYA DAN DAN DEWA SIWA.BERMULA DARI TINDAKAN DEWA KAMAJAYA YANG MENGGANGGU SEMEDI DEWA SIWA.HINGGA PADA AKHIRNYA DEWA SIWA MURKA MEMBAKAR DEWA KAMAJAYA MENJADI ABU.DAN MENGUSIR KAMAJAYA DARI SURGA.PADA CANDI SUKUH TERPAMPANG NERAKA YANG MELUKISKAN SIKSA BAGI PENGANUT AJARAN KALIJAGA.NERAKA YANG MENJADI TEMPAT PENURUNAN DERAJAD DARI DEWA MENJADI MANUSIA.DAN DARI MANUSIA MENJADI BINATANG.NABINYA KAMAJAYA.DEWA KAMAJAYA SAJA TAK PERNAH MENCAPI SURGA JIWANYA MENGELANA DI DUNIA DI DUNIA PADA MANUSIA YANG BERCINTA.RASAKANLAH BIRAHI YANG MENYERGAP JIWAMU BILA AZAN BERKUMANDANG 5 KALI SEHARI.

    • Apaan sihhhh, gak ngerti dehhh… Ngigo ya mas?. Perlu dibangunin gak? *guyur air dingin* :P

    • Mas Satriya tolong lain kali kalau ngasih komentar difikir ulang dan banyak belajar dulu. Saya kasih contoh : sama sama satu guru ( Sunan Bonang )
      muridnya yang bernama Syeh Siti Jenar & Sunan Kalijaga, keduanya menpunyai penafsiran yang berbeda akan ajaran gurunya. Jadi marilah kita semua secara bijaksana sama-sama belajar tentang kebenaran itu.Jangan kita menjadi golongan yang dilaknat oleh Allah atau Tuhan yang anda percayai.

  • @ SATRIA :
    KALIJAGA kalo disambung2 in ama BRAWIJAYA dan DEWA-DEWA gak nyambung karena Jamannya sudah Beda, dan pengetahuan Kejawen panjenengan sudah TOP kok, kalo ngomentarin Blog ini yang melihat KALIJAGA dari nilai Modernitas sepertinya bukan di level penjenengan.

    @ANGEL:
    Baru kali ini ada yang menilai KALIJAGA dengan teori Douglas McGregor, Salut mbak

  • emang udah punya pacar ya mbak?? hehehe

  • wah mnurut sya njenengan ngomong itu memang ada benarnya
    tapi apakah njenengan paham betul ajaran sunan kali jaga
    dan satu lagi,apkah njenengan ngomong itu bisa mencontohkan yang lebih baik
    ingat kalo ngomong diilmoni jo langsung njeplak
    masyaallah
    hidayah orang itu sendiri – sendiri sendiri ok

    wlah walah kuq banyak ya orang ya ska menyalahkan pengajaran orang lain , ga liat dirinya sendiri
    wong blum maqomnya anger njeplak

  • Tertarik juga ama komentarnya mas Satria, kayaknya ada juga hitam putih kehidupan didunia.
    Karena manusia tidak ada yang sempurna, Kanjeng Sunan Kalijaga telah mengajarkan kita yang terbaik tapi bila mana ada muridnya ataupun orang lain yang melenceng dari ajarannya ya tanggung sendiri akibatnya, maka kalau belajar jangan berhenti ditengah jalan, selesaikan sampai tahap kesempurnaan. Jangan pada emosi pendapat mas Satria karena anda sendiri yang rugi, karena Sunan Kalijaga mengajarkan kita untuk senantiasa mengendalikan emosi.

  • Yah semua akan kembali kepada kita, gmn cara bersikap dan gmn cara bertindak terhadap semua ini, sbenarnya yang perlu kiga pegang hanyalah 3 kata yaitu sabar, sadar dan ikhlas, itu yang akan mengatarkan kita pada kehidupan yang tenang. ok browr

  • saya sangat setuju mbak denagan teori y, emang dengan pendekatan secara ikhlas dan dengan kasih sayang itu akan membuahkan satu hubungan yang lebih indah, dapi pada dengan teori x yang dimana mengajarkan untuk menggikuti sesuatu dengan paksaan,itu pasti akan membuat kita jauh dari iklhas,dan mengikuti sesuatu tidak dari getaran hati kita sendiri,makasih mbak setelah aku baca tulisan anda, lebih terbukalah mata hati saya


Tinggalkan Balasan