http://atapsenja.wordpress.com/2008/03/15/lapar-menjemput-ajal-pedulikah-kita
membaca komen2 di blog mbak Hanna itu, sungguh menggedor nurani dan inspiratif sekali.
terharu dan optimis, bahwa kita masih peduli.
biar sudah sering kita membaca berita menyedihkan seperti ini, sudah jenuh kita mendengar umpatan kekesalan atas keprihatinan ini, tapi temans, sungguh, aku terpesona dengan energi yang ditunjukkan oleh kawan2 blogger ini.
banyak yang tidak saling kenal, banyak yang terpisah jarak, sebagian besar pun anonim, tapi hei, itu bukan halangan !!!
blogger2 telah saling percaya, saling peduli, bersatu padu melawan bencana kemanusiaan yang paling mengerikan : ketidakpedulian.
bagaimana dengan anda ??
* sambil menulis ini mikir2, didepan rumah ada orang, bapak2 sekitar 50an, dia tidur beralas dan bertutup tikar, di epan balai RW.
* teringat, klau pulang malam, melewati jalan gowongan kidul, melihat beberapa gelandangan tidur seadanya di depan rumah kosong, di emperan toko. dan ada satu gelandangan yang sudah sangat sepuh, mungkin usia 70an, sering melihatnya berjalan entah mencari apa. pernah dua-tiga kali, tak samperin, ku beri dia nasi bungkus sekedar untuk makan. dia mengucapkan terimaksih dan entahlah, aku memangkap nada kesepian di suaranya.
* teringat juga, dengan anak-anak loper koran di perempatan Gramedia, sepertinya berjualan selesai sekolah, krn kalo pagi sampe jam 10an, ga pernah ketemu. ada satu anak yang mencuri perhatianku, anak ini cewek, badannya kurus, semakin lama semakin hitam kulitnya dipanggang matahari. dia polos jualan koran yang makin sepi peminat, sementara loper koran yang lain, jualan Kompas ato Koran Tempo seribu rupiah per eksemplar. ya jelas dia kalah saingan no. pernah kuberi sedikit uang jajan, dan dia sepertinya terlalu polos ato gimana untuk ngucapin makasih.
* teringat juga, dengan nasib bayi-bayi kucing yang dibuang ke tempat yang tidak layak, mungkin juga mati kelaparan…….. *nangis bombai*
9 Komentar
Maret 18, 2008 pukul 2:28 am
weleh sampeyan itu hidup di negara mana to jeng?
kok saake temenan
Maret 18, 2008 pukul 4:01 am
@detnot…
*diciumin ke aspal ama anak CA*
di negri yang ada dua kesultanan ituh
wah.. saya tergerak dengan banyaknya trekbek yang masuk… ternyata memang banyak yang bersatu padu menjadi perpanjangan mulut…
Maret 18, 2008 pukul 6:00 am
okeeey*gaya tika*….walaupun dibayangan saya ini tetep aj cuman jadi “malaikat turun dari langit”…
padahal tali yang harus diurai panjang, tp seolah2 bisa diselesaikan dlm satu waktu..
semangatnya bagus dan aq juga udh ikut nyumbang, tp apa sebulan apa dua bulan kemudian kita masih akan sesemangat ini?
Maret 18, 2008 pukul 7:42 am
bagaimana cara menjaga hati? biar terus peduli….
Maret 18, 2008 pukul 8:19 am
makin sedih daku iks
Maret 19, 2008 pukul 11:38 am
Makar! Makarrr!!
Maret 19, 2008 pukul 4:34 pm
@ ekowanz :
wah brader, jgn pesimis gitu dong. energi positif itu menyebar dan menular. kayak angop (menguap) itu lho, kl kamu deketan ma orang angop, selanjutnya kamu ikutan angop to ??
seperti ketawa juga. ketawa itu menular lho…^^
aku terkesan dg energi positif di postingan itu dan selayaknya disebarluaskan di tengah2 postingan2 yg menyedihkan….
kl gt, kamu ku tantang. ada loper koran anak2 di p4an gramedia. deketin salah satu. kita bantu sekolahnya. yg cewe deh, biar kamu seneng
piye ??
Maret 21, 2008 pukul 3:18 am
Silahkan Mba’ Mem, kita buat kepedulian juga di jogja. Bisa seperti apa saja.
Baik untuk yang darurat, segera, maupun yang sifatnya sebagai penanganan kedepannya.
Kami tentu saja mendukung.
Semoga bisa berangkat ke Jogja nanti malam, kami ber4.
Saya, Debe, Mina dan Blogie.
Maret 21, 2008 pukul 12:24 pm
[...] Sigma -Ira -Dhodotes -Oktaendy -Itik kecil -Ade -Tika Banget -Suprie Harriansyah -Ojat -P4ndu -Restlessangel -Cakbud -Daniel -Fira -Charles -Yonky -Amril -Nexlaip -Oktasihotang -Fertob – Ina -CY -cHika [...]