* kemaki = silakan di gugel
(karena saya kesulitan mencari padanannya dalam bahasa Indonesia. Sombong rasanya kurang tepat, kurang pas)
Membaca berita tentang badai yang melanda Myanmar, dan juga topan yang melanda Amerika, membuat kita bertanya-tanya ; masih marahkan alam kepada kita ??
Saya hanya berpikir, betapa manusia adalah mahluk paling egois, kemaki, menthakil, pecicilan, sungguh tak tahu diri. Melihat foto-foto hasil pertambangan di bumi Indonesia, tengoklah Freeport atau Newmont, aduhai, miris sekali hatiku. Rasanya Ibu Pertiwi seperti sedang diperkosa habis-habisan, meninggalkan lobang maha raksasa menganga, menodai wajah cantiknya.
Belum lagi berapa hektar hutan berkurang, dengan kecepatan yang sungguh membuat hati saya masygul dan menangis. Terakhir saya baca dari koran Tempo hari ini, sepuluh juta hektar !!!!
Aduhai, celakalah manusia, merasa paling tahu apa yang harus dilakukan terhadap Ibu Bumi.
Tidak usah dengan bencana maha dahsyat seperti tsunami dan gempa untuk merontokkan kesombongan manusia. Cukup organisme mikro yang bahkan mata kita pun tak mampu merabanya. Sepersekian milimeter. Virus.
Ya, ketika berhadapan dengan jasad mikro yang tak tampak oleh mata telanjang kita, masihkah kau, manusia sombong dan semena-mena dengan Ibu Bumi ?????
Tubuhmu tumbang, tak berdaya, hanya karena mahluk seperjuta dari ukuran tubuhmu. Itu pun baru jenis flu. Bagaimana dengan ebola ??? Organ dalammu meleleh dan mencair keluar dari setiap lubang tubuhmu.
Masihkah kau semena-mena dengan setiap mahluk di muka bumi ini ????
STOPPPPPPP !!!!!!!!!! HENTIKAAAAAN MEMPERKOSA IBU BUMIIII !!!!!!!!!!
CINTAI DIA……RASAKAN APA YANG DIA TANGGUNG UNTUK MEMENUHI HASRAT KITA…
DIA MEMBERI, SELALU MEMBERI, DAN KITA ?? APA YANG TELAH KITA BERIKAN ???
- sigh -
- sedih -
PS. pelajaran moral yang saya dapat : ketika manusia dengan sok tahu meng intervensi alam, maka tinggal menunggu kehancurannya saja.
18 Komentar
Mei 9, 2008 pukul 9:36 pm
dan itulah keindahan sisi feminim, bumi butuh sebagian dari apa yang dihasilkannya untuk tetap bertahan hidup, dengan melakukan fungsi-fungsi reproduksi.
Mei 10, 2008 pukul 2:50 am
Manusia kalifah yang lupa menjadi kalifah. *sigh*
Mei 10, 2008 pukul 3:02 am
Huehehehe… sudah lama nggak dengar kata “kemaki”
Freeport ? Ah, makanya saya mengerti kemarahan orang Papua ketika buminya dijarah tanpa memberikan hasil buat mereka dan tinggal menyisakan neraka kerusakan pada lingkungan, termasuk tempat tinggal mereka.
Saya cuma membayangkan betapa Tuhan “menyesal” menciptakan manusia yang semena-mena terhadap habitatnya…
Mei 10, 2008 pukul 4:54 am
tak pikir ini soal ahmad dani .. hahahaha
Mei 10, 2008 pukul 5:31 am
pfiuh
Mei 10, 2008 pukul 3:21 pm
ini udah pertanda kiamat, dimana manusia mulai menghancurkan buminya..
*saya termasuk dari penghancur itu gak ya??*
Mei 10, 2008 pukul 4:42 pm
saya masih tetap ndak mudeng apa itu kemaki, tapi kalo dicerna-cerna sih bisa …
Mei 10, 2008 pukul 7:02 pm
maap bukannya maksud hati mau belagu, kemlinthi, atau narsis, cuman mau share aj kalo sebagian foto2 tsb sebagian sudah di video kan di
http://jiwamusik.wordpress.com/2008/02/22/berita-cuaca/
Mei 10, 2008 pukul 11:37 pm
pokoknya mulai perubahan dr diri kita dulu…pokoknya!!!!
Mei 11, 2008 pukul 5:36 am
@ ngodod :
human act as shiva, tp fungsi penghancurnya dowank ?? eh, gw agak ndak mudeng maksud panjenengan
mohon dijelaskan, saya lagi bego nih^^
@ danalingga :
thats rite, absolutely rite, brader….
@ goldfriend :
bahkan menurut kisah di kitab suci, malaikat sebenarnya sudah menginterupsi ketika tahu Tuhan menciptakan manusia. malaikat2 itu sudah merasa, mahluk yg satu ini bakalan jadi mahluk paling ‘kemaki’ di jagat raya. tapi Tuhan rupanya masih menyembunyikan skenarioNya. itu kl bicara teologi loh T_T
kl dr psikologi, saya masih ga bisa memahami motif serakah manusia mengeruk bumi sedalam-dalamnya tanpa memikirkan jangka panjangnya. dan sebagian oknum2 itu, mrk scr IQ bagus, materi pun ga kekurangan.
why ??? why ??? why ???
bahkan kekejaman yg dilakukan atas mahluk lainnya, yg benar2 tak masuk akal ????
-miris-
-diem2 nangis-
@ funkshit :
ahmad dhani kae yo ancene rodo kemaki…
@ aprikot :
piye mbakyu ??
cK :
kiamat aja manusia, biar musnah itu, mahluk paling kemaki sejagat raya !!! baguslah, kl musnah !!!
-emosi-
@ alex :
kemaki itu…hmmm…kemaki tuh….hmmm gimana ya ??? mendekati sombong tp jauh lbh tengil dan tengik, hehehe…
@ jiwamusik :
thx you
@ didut :
buang sampah pada tempatnya, pake air secukupnya, reuse, reduce, recylcle terutama utk barang2 anorganik, sayangi mahluk Tuhan baik flora ato fauna (manusia bolehlah), konsumsi secukupnya.
apa lagi ?? saya baru segitu je.
Mei 11, 2008 pukul 2:07 pm
pd konteks berbeda saya punya deskripsi ttg kemaki dg ilustrasi buto cakil
… rumah kita bukanlah ‘rumah kita’
… tetapi rumah milik anak-anak kita
… yang kita wajib membuat, merawat
dan menjaganya, supaya tetap ada
dan bertambah sempurna
… demikian pula dengan hutan, laut, gunung dan
pesisir dan semuanya
Mei 12, 2008 pukul 2:01 am
gak kebayang nasib generasi kita nanti
Mei 12, 2008 pukul 7:57 am
@ unai : jangan membayangkan generasi, bayangkan bagaimana generasi yang akan datang..
Mei 12, 2008 pukul 8:52 am
@ gakpede :
loh, ganti nama lagi ??
anu, rahangnya, yg bawah lbh maju…eh dirumah istilahnya nyangik ding, hehehehe*
saya sudah baca blog panjengan. buto cakil itu jg representasi kemaki.
*dan saya juga nyakil
@ unai :
sudah kebayang kok….perang bukan lg krn rebutan minyak tp rebutan air bersih. air bersih hanya utk mereka yg sugih duit. bahkan ga mungkin, totall recall-nya arnold schwarzenegger kejadian. udara bersih dijual oleh organisasi, krn udara udah tercemar polusi sedemikian parah.
anak2 cuma bisa liat hewan dr kebun binatang, musium dan ensiklopedi. penyakit2 serem merajalela.
udah….udah kebayang kok…
@ stey :
ga usah generasi besok. sekarang aja udah keliatan kan ??
*air bersih susah, binatang2 melangka, hutan menggundul, dll*
Mei 13, 2008 pukul 12:37 pm
meleleh?keluar dari dalam…wah..kok saya terbayang yang jorok ya…wekeke
Mei 13, 2008 pukul 12:46 pm
apa itu ?? curek ya ??
Mei 22, 2008 pukul 10:44 am
PS. pelajaran moral yang saya dapat : ketika manusia dengan sok tahu meng intervensi alam, maka tinggal menunggu kehancurannya saja.
merasa sedang nunggu…
makin ngeri…
Mei 27, 2008 pukul 1:24 pm
menanam tebu itu termasuk memerkosa bumi lho.. karena setelah ditanami tebu maka tanah menjadi tidak subur dan miskin zat hara!