Juli 8, 2008...6:59 pm

the roots of evil

Lompat ke Komentar

Semalam habis nonton Hotel Rwanda, sebuah film lawas yang kebetulan saya belum sempat menyaksikannya.

Hati saya tersentuh dan tersentak. Betapa kebencian mampu menggerakkan manusia hingga ke jurang terendah kemanusiaan.

Tak habis pikir saya. Kulit sama hitam, rambut sama keriting, tetapi karena perbedaan suku antara suku Tutsi dan suku Hutu, tega saling membunuh bahkan melakukan pembersihan etnis. Betapa manusia itu mampu, melakukan kekejaman yang sungguh tak masuk akal, terhadap sesamanya.

Saya lelah, dan tidak berminat untuk menganalisa dari mana kekejaman itu datang.

Tapi saya penasaran, mengapa Sang Pelaku bisa melakukan hal seperti itu. Bahkan saya, tak sanggup melihat proses pembantaian ikan setelah dipancing untuk digoreng sebagai menu makan siang. Atau proses pembunuhan kepiting untuk dimasak menjadi kepiting saus tiram (padahal, saya sangat menggemarinya) (Lho, OOT, maaf).

Saya ingin duduk bersama pelaku, berhadapan, dan berdialog, ngobrol, ingin tahu mengapa dia sampai hati melakukan hal tersebut. Mengapa dia begitu benci dengan adanya perbedaan. Mengapa kebencian itu dapat timbul sedemikian rupa. Apakah dia takut ?? Apakah yang dia rasakan sebenarnya ??

Saya tak habis pikir pula dengan saudara-saudaraku, di Indonesia yang berlaku serupa. Saya jadi membayangkan, andai situasi seperti di Rwanda terjadi di tanah Jawa. Antara Jawa Jogja, Jawa Solo, Sunda, Madura….ouch, naudzubillah….

Kita semua saudara kan ??

Kita semua dari nenek moyang yang sama kan ?? Terserah deh, mau berpegang pada teologi atau teorinya mbah Darwin, tapi intinya, kita sama-sama saudara kan ??

24 Komentar


Tinggalkan Balasan