Beberapa waktu yang lalu, tidak sengaja melihat iklan Asian Agri di televisi swasta (Metro TV kalo ga salah). Dalam iklan itu, Asian Agri menayangkan kesuksesan petani-petani mitra kerja (binaan ??) Asian Agri dalam mengelola perkebunan kelapa sawit.
Yang membuat saya tersentak adalah, di awal-awal iklan ditayangkan gambaran hutan rimba di Kalimantan dan suara narator menceritakan, betapa dataran Kalimantan dulu ‘hanyalah’ hutan belantara hingga mereka datang, bekerja keras, sehingga tercipta kebun kelapa sawit yang mampu mensejahterakan mereka.
Glek !! Sampai sini saya benar-benar terhenyak. Omigot, Asian Agri lewat para petani kelapa sawit, menyatakan bahwa hutan belantara Kalimantan tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan kebun kelapa sawit yang mereka miliki (tentu saja dengan membabat habis hutan-hutan tersebut).
Astaga, saya jadi sangat paham dan sangat mengerti, apa arti hutan di mata pengusaha perkebunan kelapa sawit dan perkebunan lainnya. Hutan tidak berguna !!! Ganti saja dengan kebun kelapa sawit. Peduli setan dengan kekayaan hayati dan fauna, peran serta hutan dalam mencegah global warming, kelangsungan hidup para suku terasing yang selama berabad-abad hidup dari kemurahan alam dan mengelola hutan dengan kearifan lokal, dibandingkan dengan keuntungan yang akan mereka peroleh jika membuka lahan dan menanami dengan kelapa sawit dan tanaman industri lainnya.
Oh…jadi begitu arti hutan bagi para pelaku industri perkebunan ??
Bapak-bapak, Ibu-ibu yang berwenang menjawab, halooo ???
Lalu apa arti global warming ?? Bencana lingkungan seperti kekeringan, kebanjiran, adakah artinya untuk para pemegang saham dan komisaris perusahaan ?? Bencana ekosistem, punahnya kekayaan flora fauna, bagaimana dengan itu, Bapak-bapak Ibu-ibu sekalian, yang rapi jali wangi setiap tahun menggelar RUPS di hotel-hotel mewah dan menikmati profit dari nilai saham yang tiap tahun terus meningkat….???? Di mana hati nurani kalian ???
38 Komentar
Agustus 27, 2008 pukul 6:39 am
hehe,, pertamax plus
+salam3jari+
jangan ngomong pertamax lah…masih sakit hati aku….elpiji 12kg tiba2 naek 30% sendiri..mana elpiji 3kg juga seret dari pertaminanya…..macam mana pula…..dan herannya, walo pertamina ngaku rugi krn musti nanggung beban subsidi, masih mampu menggaji sejumlah fantastis dan juga pesangon sampe milyaran itu…. *curcol*
Agustus 27, 2008 pukul 6:44 am
ketika uang sdh mnjd “tuhan”,sgalany akn dlakukan untuk mndptknya..peduli setan dg org lain yg akn ksulitan..yg pntg keuntungan di tangan,,
kapiiiirrrrr……dasar kapiiiiiiiiiiiiirrrr…
Agustus 27, 2008 pukul 8:05 am
Biasa, iklan itu menyesatkan
brati iklan2 caleg itu menyesatkan juga ??
Agustus 27, 2008 pukul 11:07 am
kemana aja lu mon?
mbojo !!!
Agustus 27, 2008 pukul 12:14 pm
sedih yo med.
saya memahami mereka itu short-sighted, tapi tidak bisa menerima short-sighted itu.
mon…sumpah gw eneg, sebel, jijik, benci, dan merutuki para teroris lingkungan berbaju domba itu habis2an….untung aja gw selama ini ngirim lamaran ke industri2 macam gt kagak dipanggil, mungkin krn aura gw udah berseberangan kali ye…thx God, gw keukeuh tidak akan menggadaikan prinsip ini demi keamanan finansial semata… *curhat sentimen krn ndak hoki merintis karir di industri macam ini dan jarang dapet sabetan proyek dari industri macam ini*
Agustus 27, 2008 pukul 12:21 pm
iklan adalah kebohongan yang berbaju keindahan…
pdhl saya masih bercita-cita utk terlibat dalam proses kreatif periklanan….tp apa bener semua iklan begitu….ya mustinya seperti pisau dapur, bisa untuk masak bisa untuk bunuh. iklan mustinya juga bisa utk propaganda posiitip. yoo ra to ??
Agustus 27, 2008 pukul 12:39 pm
salam kenal
‘lam kenal juga ^^ thx udah disempetin baca….tularkan ide ini kpd orang yg anda kasihi yaaa
Agustus 27, 2008 pukul 2:30 pm
Sang “Bidadari yang Tak Pernah Istirahat” pasti akan lebih syok lagi, andai berkenalan lebih jauh dengan “monster” bernama kelapa sawit ini.
Bila tumbuhan lain bisa menjadi alat penyimpan (reservasi) air, sebatang sawit malah butuh setidaknya 8 liter air setiap harinya!
restlessangel :
Buktinya, bila sawit ditanam di daerah rawa, bisa dipastikan, tak sampai setahun daerah itu akan kering!
Saat meliput, saya juga pernah mendengar keluhan masyarakat di daerah perkebunan sawit, betapa makin dalam tanah yang harus digali, biar sumur mereka bisa menghasilkan air.
kenapa yg begini, kita2 yg awam ndak pernah tahu ??? kenapa mereka yg memproduksi, tidak menyebarluaskan informasi ini ???
Iklan itu – jika emg bener gitu karena belakangan saya amat jarang nonton teve – sungguh berisi kejujuran; kejujuran seekor monster!
Agustus 27, 2008 pukul 2:58 pm
Berarti hutam-hutan telah mereka sulap menjadi lahan industri ?
*berpikir*
emang iya….hutan perawan di indonesa udah berkurang jauhhhh…..dr sumber berita, kortemp kl ga salah inget, tiap periode, berapa JUTA HEKTAR hutan yang beralih fungsi *injek2 al amin nasution sampe gepeng tak berbentuk dan tlindes pake stoomboles*
*potensi sadisme harus dimanifestasi ke dalam bentuk yg tepat sebelum merusak lingkungan* *kalem*
Agustus 27, 2008 pukul 3:12 pm
Coba cari tahu berapa share antara asian agri dengan petani? apakah sudah adil?
waaaahhhh…keadilan siapa nih ??
Agustus 27, 2008 pukul 4:24 pm
sedih kalau ingat fakta2 mencengangkan.. saya tadi sore muter2 kecamatan cari gas, gag dapet. semoga kita para blogger dengan tulisan mampu berbuat banyak..
-salam greenpeace-
blogger as agent of change…. *toss sama si bakulsapi alias belantik*
Agustus 28, 2008 pukul 12:10 am
apa gak malu ya mereka dengan bangga menyebut dirinya orangutan?!
menggusur orangutan sebenarnya. merebut makanan mereka. membabat habis hutannya. mempersiapkan kuburan buat keluarganya!
buat cucu buyutnya…..kl air bersih habis, udara bersih habis…barulah menyadari bahwa uang pun tiada guna….
Agustus 28, 2008 pukul 1:36 am
hati nurani mereka yg jelas sudah pada si raja uang …. sedih sih sebetulnya tp kalo mau sedih terus kapan habisnya juga ya
yuk kita buat apa yg kita bisa dulu saja untuk memperbaiki bangsa yang sudah kalut ini
reuse, reduce, recycle…terutama REDUCEnya….berusaha mengusangi konsumsi, bukan begitu mas didut ??
Agustus 28, 2008 pukul 3:21 am
Assalamu’alaikum
Bener2 miris jika aku membayangkan apa jadinya dunia ini kedepannya. Kenapa bahaya Glabal Warming tidak membukakan mata hati mereka?
krn mereka masih asyik di dalam gedung berAC, kondominium mnewah, kl pas jakarta kebanjiran, ya tinggal koprol ke hotel ato pelesir ke LN…
Agustus 28, 2008 pukul 4:02 am
makanya tuh hutan di bonsai aja sekalian
knp ndak dimusnahin aja dg bom nuklir jd ga ada hewan2nya juga sekalian…trus kita pindah ke mars… *extrimis kiri yg udah eneg dg teroris lingkungan*
sepertinya para cukong2 ituh emang pintar untuk membuat negara ini menjadi sumber bencana..
capee deh
haloooo…para wakil rakyat……..dengarkan jeritan hati kamiii……..berpihak pd kami jugta berarti berpihak pd lingkungan….
Agustus 28, 2008 pukul 4:10 am
duniawi membawa kesesatan
ah ya tapi ndak bisa lgsg digeneralisir gitu sih, duniawi ada juga yg membawa kenikmatan *nyengir jahil binti mesum*
Agustus 28, 2008 pukul 4:36 am
jadi inget kasus penggelapan pajak yg di lakukan asian agri, anehnya mrk malah menuntut tempo..!!!!
hmmm….iya emang. dan stlh kasus itu, banyak artikel di media yg mengungkapkan tanoto santoso or whatever -yg punya saham mayoritas ato CEOnya asian agri, gt- tentu aja dg pemberitaan yg posittip, termasuk aksi CSR peduli lingkungan juga…
*sedih,jumat ga bisa wiken di jogja*
mizz u…
Agustus 28, 2008 pukul 5:04 am
iyah ngak mikir bahwa hutan kalimantan itu payungnya dunia…
Agustus 28, 2008 pukul 5:51 am
khan masih tetep jadi hutan… kelapa sawit..
mending hutan duit… *mangsutnya plesetan hujan duit….wagu yo ??*
Agustus 28, 2008 pukul 6:28 am
wahh..asian agri,TEMPO,korupsi, PEMBERITAAN.. rangkaian kata yang sangat sensitif buat mahasiswa JIK UGM seperti saya,arrggghh…*inget kasus beberapa waktu lalu*
situ mahasiswa fisipol UGM ??
Agustus 28, 2008 pukul 7:23 am
mbok ya jangan begitu.. bagaimanapun yang namanya global warming itu juga bermanfaat sekali. paling tidak ya untuk para lelaki.
bukankah kalau suhu bumi semakin panas maka ukuran pakaian perempuan juga semakin minim? surga dan para bidadarinya turun ke bumi.
itulah yang disebut manfaat langsung pemanasan global… Anda isis, kami senang… :p
enak aja !!! kami yg sepet liat lelaki2 berperut gendut, berpinggang lebar, berbulu gorila, blas ndak ada indah2nya sama sekali, juga pamer aurat…
Agustus 28, 2008 pukul 8:23 am
Capek deh kalau mikir kelakukan para pengusaha2 berpikiran sempit dan hanya ingin menikmati keuntungan jangka pendek saja.
Hutan kalo cuman isinya kelapa sawit weks… *jadi inget waktu juminten mbilung*
Seharusnya perusahaan itu (mumpung trend CSR pasti jalan terus) melakukan CSR yang langsung terintegrasi sama proses produksi nya. Jangan cuman CSR nyumbang duit, bakti sosial, udah gitu pamer di media. Cuih… sama aja bohong.
*kasih jari tengah buat pengusaha norak kampungan bin kutukupret*
yeeeeeiiii !!! ocha beraksiiii !!!!
**esmosi** jarang liat iklannya sih, tapi baru tau isinya dari tulisan ini.
Agustus 28, 2008 pukul 9:17 am
*hanya megap2 mbaca komen nesia.*
*clingak clinguk mencari siapa yg bisa bantu kasih napas buatan buat om ngodod*
Agustus 28, 2008 pukul 2:04 pm
Mesti dicari cara untuk memberi tahu pihak perusahaan dan pembuat iklan bahwa pernyataan mereka di iklan menyesatkan dan penuh kezaliman.
Bersuara di blog saja tak cukup.
Saranku coba buat surat pembaca di Kompas. Pasti menarik perhatian.
harapanku sih, itu yang berwenang di asian agri ngelacak web ini krn menyangkut image corporat *lebay ya ??*
Tabik!
thx udah mampir
Agustus 28, 2008 pukul 2:20 pm
asian agri ituh masih miliknya bakrie grup nggak sih
kayaknya bukan deh….miliknya sukanto tanoto kayaknya
Agustus 28, 2008 pukul 2:34 pm
yaaaah,..begitulah Indonesia kini.banyak para orang pintar di negeri ini menipu saudara mereka sendiri dengan memberikan sedikit iming2 yang mendatangkan bencana yang jauh lebih besar yakni dengan musnahnya ekosistem hutan dan bencana kekeringan de el el. why does it can be?bcoz petinggi negeri ini masih salah dalam mengambil parameter,..selama ini mereka memakai 3 parameter* yakni 1)Duit 2)Rupiah 3)Uang.yahhh lengkap dech ancurnya……!!!so perbaiki dulu itu orientasi dan parameternya, agar bangsa ini dapat tumbuh dalam pembangunan yang nyata..!(*analisis Idham Samawi dalam obrolan di FTP UGM)
yap….stubuh….mulai dengan perubahan paradigma….
Agustus 29, 2008 pukul 2:55 am
Artikel di blog ini sangat bagus dan berguna bagi para pembaca. Agar lebih populer, Anda bisa mempromosikan artikel Anda di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Telah tersediaa plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
http://www.infogue.com
http://tv.infogue.com/iklan_asian_agri_menyesatkan_
Agustus 29, 2008 pukul 10:25 am
Sabar bang,… sabar…
Iklan mah, jangan di tanggapin,
namanya juga iklan, propaganda kali,
jadi yang “indah” dan “Muluk” yang ditampilin…
yach, githu deh…
hmm,
i’amin East Borneo, I know what the true
Yups,
postingan yang bagus
mari kita selamatkan kalimantan dr keserakahan kapitalis dan industrialis !!!!
Agustus 30, 2008 pukul 2:28 pm
sabar ya bu…..
keep smile aja deh….
udah habis kesabarab mas….senyum ini juga udah garing mekingking…
Agustus 30, 2008 pukul 2:30 pm
met ibadah puasa ye…
thank you…^^
Agustus 30, 2008 pukul 2:52 pm
Uhm kalo udah menyangkut hal duit menduit kayaknya arti sebuah kalimat bisa diputarbalikkan,
saya merasa tersentak juga membacanya, secara saya orang san.
well…kerja di asian agri ?? saya tidak bisa menyalahkan, secara anda (mungkin) hanya operator. beruntunglah saya yang bisa menolak dan memilih untuk tidak terlibat didalamnya *bener2 bersyukur*
Agustus 31, 2008 pukul 1:15 am
Kalok situh jadi sekretarisnya Dirut Asian Agri, kira-kira gimana, Meth ???
wow, aku akan bilang gini, “Mas….Mas ga mikir ya, itu banjir dsb itu karena hutan dibabati. Tau ga sih, Mas, kalo duit yang Mas kasih ke aku ini (dan juga yang Mas dapetin) itu diatas penderitaan orang-orang Kalimantan, seluruh satwa, dan anak cucu Mas. Pake hati nurani ya Mas, ato video perselingkuhan kita, aku sebar ke media lho….”
Agustus 31, 2008 pukul 6:55 am
hutan dah habis makanya sering banjir
jad hutan sawit
September 1, 2008 pukul 10:09 pm
inga inga,
bumi ini bukan warisan nenek moyang kita, tapi pinjaman dari anak cucu kita
* penasaran pengen liat iklan ( mestinya bukan iklan semacam TVCommercial, tapi semacam advetorial di TV ya..itu khan biasa dilakukan oleh peusahaan pesanan)
iya mas…itu advertorial….cuma sekali (pas malam itu) dan kalo ga salah bareng ma acara apa gitu. jadi sepertinya AA yang nyeponsorin…
eh Mas, nyutradarin iklan puasa ini ga ?? aku suka bgt je…iklan2 puasa gini. touchy bgt. kayak iklannya Djaru yg polisi itu.
September 3, 2008 pukul 1:18 am
padahal, katanya PBB mau lho membayar untuk penanaman kembali hutan tropis. Satu pohon yang ditanam nilainya tinggi kalo gak salah… tapi ndak tau lagi klo duidnya keburu di”sunat” oknum atas sebelum sampe ke petani
mudah2an yang terjadi adalah amanah tersebut nyampe ke sasarannya^^
September 3, 2008 pukul 8:30 am
saya juga pernah lihat tuh iklan, kalau tidak salah memang di metro tipi.
kampret banged memang tuh!
saya kepikiran, itu para pemegang kebijakan, tiap malam bisa tidur nyenyak ga ya….
September 6, 2008 pukul 7:22 am
hmm, kode ticker sahamnya AALI deh kl gak salah.
setuju, akan lebih baik hutan hujan tropis yang dipelihara karn bisa membantu mengurangi efek pemanasan bumi, toh byk nya rimbunan pohon kelapa sawit seditkitpun tidak mampu mendaur pemanasan global ini, malah cenderung menambah panas.
jangankan di kalimantan, di riau aja hal ini juga terjadi, heran orang usaha mikirnya cm jangka pendek (mungkin juga akalnya pendek) .. hehe
Oktober 1, 2008 pukul 8:42 pm
wow…another greenwashing