EGO

EGO

sialan dg mahluk satu ini. kenapa musti dia bersemayam dalam diri kita ????

apakah gw termasuk mahluk eksistensialis yg haus akan pengakuan, demi memuaskan ego keparat bangsat ???

ada satu dialog favoritku di salah satu film favoritku -The Devils Advocate-

Sang Iblis (yang diperankan dengan brillian oleh Al Pacino, sehingga membuatku berpikir ulang ttg iblis -wah kalo iblis begitu macho dan sexy seperti itu, aku gak keberatan deee-)berkata “vanity is my favourite sin”

al pacino -the devil-

SOMBONG. KESOMBONGAN.

tindakan nyata utk memuaskan ego. bisa muncul dengan cara yang lembut dan haluuuus sekali.

ah. Tuhan. bimbing aku untuk mengenyahkan ego-ku. bantu aku untuk menjinakkn ego-ku yang meliar. ajari aku untuk lebih ikhlas, tidak dilandasi ego untuk diakui….

-sigh-

PS. omong2 soal ibis, kalo iblis kayak gini…^^

elizabeth hurley inย bedazzled

itu Liz Hurley di Bedazzled. main bareng sama si konyol ganteng Brendan Fraser. di film ini Liz jadi iblis.

Iklan

apa yang lebih penting dari cinta ???

prens…

benernya pertanyaan uda agak lama ‘menghantuiku’. tp timbul tenggelam dan sampe sekarang belum nemu jawabnya,

kalo bicara kehidupan dan spiritualitas, kenapa ya, muaranya selaluuuuu cinta. bahkan dalam pandangan gw, kenapa cinta yg jadi tujuan hampir semua orang. gw bukannya gak setuju, tp jadi bertanya-tanya aja. ada gak sih, yg lebih penting dari cinta ??? bagaimana dengan keadilan dan kebenaran ???

susahnya jadi diri sendiri

*ini tulisan uda lama nangkring di FS, jaman belum ngeblog*

bbrp bulan lalu, gw nonton di trans, film legally
blonde 2. film lama emang, tp gw belum
nonton, jd asik2 aja. ternyata tu film
menarik bgt buat gw.

pertama, krn ide cerita ttg perjuangan
seorang gadis untuk menentang
kekerasan yg dilakukan thd binatang.
secara gw animal lover (mungkin lebih
drpd mencintai sesama manusia kali
yeeee, hehehe), so pasti suka banget
dan setuju banget dong.

SAY NO TO ANY ANIMAL VIOLENCE FOR ANY
REASON, FOR COSMETICS, FOR HEALTH, FOR
FASHION, FOR FOOD, FOR FUN….
STOP OR SUX PEOPLE

(hehe…gaya
radikalnya keluar)

kedua, krn makna film itu buat gw,
susah loh menjadi diri sendiri.
kenapa ? krn no matter what, orang2
sekitar gw sesukanya menghakimi gw
sesuai persepsi di otak mereka. pdhal
belum tentu cocok.
seperti tokoh utama film itu, elle
woods (reese witherspoon). krn dia
blonde, cantik, centil, ceriwis, ceria
(gw banget tuh, kecuali
blondenya…..*bletakkk*) maka orang2
disekitarnya cenderung meremehkan
kemampuannya. krn ada persepsi yg kuat
di masyarakat barat kl blonde is dumb.
so, ketika dia pergi ke washington, ke
gedung DPR (semacam itu kali ya) dan
menjadi dirinya sendiri dg tetap
meakai baju centil warna-warni
(sementara mayoritas pegawai sana
black suit) so dia sering bgt denger
pendapat meremehkan gt.

lanjut, mang…..

to forgive is….

yeah.

to forgive is to let go.

‘ajang maap2an’ formal alias lebaran budaya -bukan spiritual- emang masih lama.

tp ga ada salahnya to, ngobrol soal maap2an.

bbrp sumber menyatakan -ntar gw cari linknya- bahwa memaafkan adalah terapi yg mujaran, bahkan utk mengatasi trauma.

heh, memaafkan macam apa ?? perasaan kok mbingungi.

finally, i got d’answer. it just popped out -tuink- like that, pas nyetir di jalan.

ternyata, to forgive is to let go.

yah, melepaskan.

masalahnya, gw adalah tipe yg gemar bgt menggenggam erat2 dan enggan melepaskan. rasanya berat. mulut berbicara maap, tp hati masih tidak rela. masih belum puas. masih ngganjel, kata orang jawa.

dan gw kagum dg mereka yg mampu memaafkan dan mereka terbebas. bagaimana bisa, just let go, like that, dan elo merasa bebas dan ringan ???

ajari gw untuk memaafkan dan melepaskan…..

good news !!!

ayo para blogger, hiasi blog kita dg berbagai berita baik yg berspiritkan cinta, kasih sayang, semangat, dll. bukannya menafikan fenomena yg membuat dada kita terasa pedih, tp semakin gw blog walking, dan artikel2 (plus ‘perang’ komennya tentu saja) kok gw kadang prihatin dan merasa cape.

orang bijak berkata, semakin kamu menceritakan berbagai kabar buruk yg terjadi dg penuh ‘semangat’, berapi-api, bahkan diulang-ulang, it means kamu memberi energi kpd-nya (si berita buruk). ia akan semakin kuat dalam alam bawah sadar kita.

dan kemana si kabar baik ini ??? ia kok jarang terdengar dan bahkan membuat kita suka lupa akan nilai2 positif humanisme. kadang membuat kita benci dg dunia yg makin jahat dan menyebalkan ini. seolah tdk ada yg bagus di dunia ini.

tp kan gak semua……hanya saja kita melupakannya krn kita tidak menceritakannya……

ayo para blogger, kita sebarkan berita baik ke seluruh penjuru blogsphere…….

another good news :

pada akhirnya, kita yang makasih sama kamu….

Desember 2006, menjelang natal

Bapak pulang dari jogging, membawa hadiah. Seekor bayi kucing !!!

Katanya ditemukan sedang sendirian di pinggir lapangan yang puanaaaas, menangis kehausan. Dia begitu kecil, mungil, dan sangat rapuh. Bulu2nya begitu lembut. Kupingnya khas kuping bayi kucing, kecil, lembut. Matanya biru, masih belum melihat sempurna. Bapak memungut bayi kucing itu krn kasihan. Tidak ada satupun pengunjung yang peduli. Kalau Bapak mengeraskan hati, bayi tersebut pasti mati menderita kehausan.

ongge-kecil.jpg

lanjut, mang…

cinta vs menyakiti

benernya uda lama daku punya pemikiran ini.

mengapa ya, kita cenderung untuk menyakiti sosok yang kita cintai & sayangi, padahal kita gak bermaksud….

contoh kepada orang tua, keluarga, pasangan……

sama sekali gak ada maksud ingin menyakiti, tp ego lebih besar daripada perasaan untuk mengalah. sehingga yg terjadi mereka kaget, kecewa, trus terluka.

bandingkan perlakuan (ku) terhadap orang asing / strangers yang gw gak ada rasa. seperti misal dosen, bos, totally strangers di bis, dll. betapa mudah untuk merasa sungkan sehingga gampang untuk bertenggang rasa.

Hhhhh..

kenapa ya……