toxic people

postingan ini juga hasil renungan gw, uda lama sebelum jaman ngeblog.

enjoy ^^inspirasinya dari curhatan sobat gw itu. dia komplen berat  dan curhat betapa dia merasa tidak enak dg salah seorang teman kampusnya. gw merenung dan berkesimpulan bahwa toxic people ada
dimana-mana.

bentar, toxic people itu apa si??

toxic people itu, jikalau dikau my
friends, habis ketemu dan ngobrol ma
dia, bukannya merasa senang tp justru
capek, merasa gak berharga, merasa
bersalah, jadi ilang semangat, feel as
nobody even yr dreams isn’t
worthy…..you have doubt about
yourself, your dreams, your beloved
ones…..

pernah merasa gt???
gw pernah. dan rasanya sangat
tertekan. jadi bertanya2 apa salahku,
segitu bodohnya diriku, dsb. jd down
dan gak berani bermimpi lagi.

yang unik adalah (krn gw anak psycho),
banyak juga orang2 psikologi yg juga
toxic, meracuni orang lain.
merendahkan orang lain, membuat orang
lain merasa bersalah dan bertanggung
jawab, etc.

kalo pake bahasa celestine prophecy,
toxic people ini dalam berinteraksi
dengan orang lain menyedot energi dari
orang sedemikian rupa. dengan kata-
kata dan bahasa non verbal.

misalnya mendominasi orang, sulit
menerima pendapat orang lain
mengkafirkan orang lain krn berbeda dg
dirinya (haha….ini istilah gw utk
memanggil orang2 yg sulit menerima
perbedaan, baik pendapat or wadever),
cenderung memakai kata2 kasar ketika
orang lain gak perform sesuai dg
keinginannya, bullying / mengejek utk
memuaskan hatinya, meremehkan mimpi2
kita dengan berkata : ‘lo gak bakal
bisa, lo kan CUMA ….’ ato menakuti
orang lain bahwa proses mencapai
tujuannya itu sangat menakutkan dan
sulit-mending give up aja, pelit gak
mau berbagi informasi, suka nggosipin
yg enggak2 ttg temen sendiri kalo
temennya gak ada, act as a drama queen
alias mendramatisir dirinya, act as a
central of universe alias gak ada
perhatian, simpati palagi empati thd
lingkungan sekitar, mengeksplotasi
orang lain dg licik dan halus,….

well….ini dari pengalaman pribadi
aja. mungkin temen2 punya pengalaman
berbeda ttg toxic people. bisa
ditambahkan.

gw setelah berinteraksi dg orang tipe
ini, selalu kehabisan tenaga. jadi gak
semangat. malah merasa bersalah dan
bertanggung jawab atas hal yg
sebenarnya bukan tgg jawab gw. konyol
bgt kalo dipikir2.

dan yg paling lucu (buat gw) being
toxic ini gak pandang bulu. ia bisa
menyerang orang2 (yg seharusnya) bisa
memahami orang lain dan bijak.
misalnya orang2 psikologi sendiri yg
jadi toxic di lingkungannya, ato orang
tua / boss / leader, ato malah alim
ulama.

gw jd paham, bahwa orang yg mengetahui
suatu hal sampe IP-nya cum laude belum
tentu ia memahami, mengaplikasikan,
bahkan menginternalkan. hehe…ni
bukan sekedar mahasiswa aja loh.

jadi inget gossip yg SUMPEH
bikin gw ENEG.
ttg HAJJAH LUTFIAH SUNGKAR itu tuh.
hhhhmmm…..eneg banget gw liat muka
lo, bu !!!
elo tuh, ustadzah gt loh!!!
jd inget blog-nya wadehel ttg ulama
busuk.

so, tdk dg serta merta, pintar dlm hal
psikologi or agama, menjadikan dia
bebas racun.

pertanyaannya, sadarkah kita (saya),
jangan2 saya ini juga racun buat yg
lain???

gimana caranya kita tau bahwa kita
termasuk toxic people ato tidak??

dg segala kerendahan hati, saya mohon
teman2 utk tidak segan2 menegur saya
jika ada yg dirasa menyakitkan dan
tiak pantas.

terimakasih…..  

4 thoughts on “toxic people

  1. Postingan yang menarik. Biar dah sebulan berlalu, gpp ya, dikomen?

    Sy tau bahwa orang dengan definisi yang dibahas di sini tu eksis, tapi setelah baca ini baru saya tau bahwa mereka tu masuk dalam kategori “toxic people.” Frasa baru; catat.

    Di Celestine Prophecy tu fourth insight kan? Kebetulan skripsi temen saya tentang Celestine Prophecy, jadi saya kutip sedikit beberapa kalimat dari situ: “the fourth insight shows us how humans compete unconsciously for the only part of this energy they are open to: the part that flows between people. Violence among human has its origins in the urge to control and dominate one another. We seek to outwit and control the other person for a psychological lift. The movement of this energy between people is a way of understanding what human are acquiring when we compete and argue and harm each other. When we control another human being we acquire their energy. We fill up at their expense. If a person is winning an argument, convincing the other that s/he is correct then the loser’s energy flows into the winner’s, leaving the loser feeling drained and weak, somewhat confused. … When someone dominates you physically they actually take your mind away. You do not have the energy or mental clarity anymore to argue convincingly. Your mental power is actually transferred to the other.”

    Sejujurnya, suka/gak, sadar/gak, sebenarnya kita ‘mengakui’ org2 dgn level toxic itu dan pengen jadi seperti itu. Siapa juga yang gak merasa “cool” kalo bisa mendominasi orang lain? Memang sih, kadar racun para toxic people yang kamu deskripsikan diatas sebagian dah “diatas normal” dan mematikan… Kasian korbannya.
    IMO, sebenarnya yang penting tu gimana supaya kita (contohnya temenmu itu) gak “kalah” atau didominasi sama orang lain. Atau dalam bahasa Celestine Prophecy, gimana supaya energi kita gak kesedot orang lain. Caranya kamu pasti tau lah… anak psycho kan?

    Jump ke pertanyaan terakhir, IMO, pada level tertentu, kamu juga toxic people. Tapi sama sekali bukan dalam pengertian negatif. Kalo berdasarkan postingan2 di blog ini, kamu juga punya kapabilitas tuk mengungkapkan dan mempertahankan opini2 yang kadang-kadang gak umum atau berbeda dari “pandangan mainstream”. Cukup “beracun” jg ^_^, tapi gak membunuh…

    Keep going…

  2. wow, yg terakhir…^^ *awas, helmnya uda ga muat*
    hehehe…..

    hei, bener juga ya, harusnya ada pemikiran gmn caranya berhadapan dg toxic people ini.

    sip !!! ada ide baru nie….thx yaaaa ^^

  3. hahaha bisa aja nih se eneng (eh eneng ato mas ya…daku terkesima dg avatarnya si…)

    lha IP nasakom (nilai satu koma) apa juga jaminan leas dr ‘racun’ ?? hehehee

    tp sepertinya sampeyan ini engga beracun ya…^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s