EGO

EGO

sialan dg mahluk satu ini. kenapa musti dia bersemayam dalam diri kita ????

apakah gw termasuk mahluk eksistensialis yg haus akan pengakuan, demi memuaskan ego keparat bangsat ???

ada satu dialog favoritku di salah satu film favoritku -The Devils Advocate-

Sang Iblis (yang diperankan dengan brillian oleh Al Pacino, sehingga membuatku berpikir ulang ttg iblis -wah kalo iblis begitu macho dan sexy seperti itu, aku gak keberatan deee-)berkata “vanity is my favourite sin”

al pacino -the devil-

SOMBONG. KESOMBONGAN.

tindakan nyata utk memuaskan ego. bisa muncul dengan cara yang lembut dan haluuuus sekali.

ah. Tuhan. bimbing aku untuk mengenyahkan ego-ku. bantu aku untuk menjinakkn ego-ku yang meliar. ajari aku untuk lebih ikhlas, tidak dilandasi ego untuk diakui….

-sigh-

PS. omong2 soal ibis, kalo iblis kayak gini…^^

elizabeth hurley inΒ bedazzled

itu Liz Hurley di Bedazzled. main bareng sama si konyol ganteng Brendan Fraser. di film ini Liz jadi iblis.

13 thoughts on “EGO

  1. 1) Apabila kebutuhan dasar seorang manusia sudah terpenuhi, maka dia pasti mengejar kebutuhan2 sekunder, misalnya aktualisasi diri (pengakuan). Jadi keinginan (dan usaha) tuk memperoleh pengakuan tu menurutku wajar saja kok. Orang eksis bukan karena makan saja, tapi juga karena diakui orang lain (setidaknya dianggap “ada”)

    2) iblis tu mmg macho & sexy, kdg2 jg montok dan sexy (berbentuk ceweq), atau bs jadi bentuk apa saja yang disukai manusia ^^

    3) ego-mu bisa dijinakkan, tapi gak bisa dimusnahkan. Lagian kalo ego-mu kurang, nanti gampang ketindas ego orang lain. Sakit lo…

    4) sori kalo ngawur…

  2. Ahai…..thx banget….^^
    gak kok, sama sekali gak ngawur. PD aja lagi, toh dikau menyuarakan opini to ???πŸ™‚

    nah soal pengakuan ini….sedemikian gawatkah keinginan (ato kebutuhan???) utk diakui, sampe2 lihatlah kawan, polah mereka yg tergabung di organisasi tertentu dan men-dholimi pihak lain dan kemudian dg bangga berteriak-teriak “kami membasmi kemunkaran !!!”

    ato lihatlah mereka, Bapak2 kita di tampuk kepemimpinan, rebutan jabatan dan kekuasaan utk kemudian segera melupakan suara rakyat.

    ato paling tidak, lihatlah diriku, keinginan utk menjadi yg paling berarti -no one else- bagi kekasihku. karena egoku menginginkannya, ingin jadi satu2nya dihatinya -sigh-

    inget gak, ‘dongeng’ iblis ketika terusir dari surga. dia menolak untuk bersujud kpd Adam, “aku menyembahMU ribuan tahun !!!” demikian pembelaannya. merasa yg paling bertakwa diantara semua ciptaanNYA (hehe baca deh, Iblis Menggugat Tuhan).

    “Vanity is my favourite sin….”

    Yeah, iblis emang gak selalu berujud seperti di film2 horor ato dongeng2 klasik, kalo gitu terus ga ada inovasi, gampang ketahuan dong. Iblis goblog kalo gitu (hehe….siapa yg pernah omong itu yaaa, lupa^^).

    Buat gw, mungkin Iblis akan berujud cowok paling ganteng, macho, seksi abis, krn itulah kelemahan gw, hehehehe

    Iya sih, kata psikolog2 itu, manusia butuh ego untuk membangun self esteemnya….

    thanx ya, duh malah panjang kali ni….

  3. Oh, ormas2 anarkis itu? contoh orang2 yang tidak bisa mengakui dan menghargai heterogenitas dan pluralitas yg ada di negara ini, dengan memaksakan ego mereka. Mereka harus segera dibasmi… Bantai!!!

    Dan ego-mu untuk menjadi ‘the one and only’ bagi kekasihmu? Yg ini memang wajib egois. Karena cinta itu harus memiliki, dan cinta itu tidak bisa dibagi. Smoga cinta kekasihmu padamu memuaskan (ego) mu… ^^

  4. hah…..cinta wajib memiliki yah ??? wajib egois yah?? uhm….πŸ˜•

    betewe, cinta jangan dibagi2, dilipatgandakan dong….^^ heheh

  5. Ego jangan dihilangin dong. Itu mah justru penting. Gimana bisa berdamai dengan yang lain kalo belum berdamai dengan diri sendiri.
    Barangkali yg harus dilakukan bukan mengurangi atau bahkan menghilangkan ego, tetapi mendampinginya dengan empati. Jika kita substitusikan ego kita pada posisi orang lain, justru akan tumbuh kasih sejati.

    Nah, inilah contoh komen sok tau

  6. wah kenapa ini, kok pada ga PD ??πŸ˜•

    ” Gimana bisa berdamai dengan yang lain kalo belum berdamai dengan diri sendiri. ”

    –> iya, itu sulit. tp aku yakin aku bisa, hehe…just a matter of time^^

    ” mendampinginya dengan empati. Jika kita substitusikan ego kita pada posisi orang lain, justru akan tumbuh kasih sejati. ”

    –> how do u do that ?? bisa diajari ??? serius nih.. eh rada ga mudheng alias ga paham juga, maksudnya apa ^^

  7. eh, this late masih exploring… what a restless angel, indeed yah.

    ok, let’s sharing…
    egoisme itu rasanya sudah default-nya manusia. keikhlasan yg sempurna itu pun lebih sering terasa sebagai utopia, sesuatu yang too good to be true. biarlah itu jatahnya para angels… oiya, you’re on of ’em.πŸ˜‰

    sederhananya, kita memang hanya akan melakukan apa yang membuat kita senang. ukurannya itu: ego.

    nah, yg perlu dilatih adalah, bagaimana agar kita juga merasakan kesenangan saat menyenangkan orang lain, merasa terbahagiakan saat membahagiakan orang lain.

    jadi memang pada akhirnya, ukurannya adalah kebahagiaan kita sendiri.

    ini barangkali cara memahami ungkapan “Kau hanya bisa mendapatkan cinta dengan memberikannya”.

    Atau dalam sebuah syair Arab, “Aku tidak mencintaimu, tetapi mencintai diriku sendiri dalam dirimu”.

    Kita mencintai dia, ingin menyayangi dia sepenuh hati, karena dengan mencintai dia kita merasakan kebahagiaan. Kita menemukan diri kita sungguh “ada” pada diri orang yang kita cintai itu.

    sekali lagi, it’s all about yourself. bukan tentang siapa-siapa…

  8. wah…bisa aja, bidadari badung sih iya =^o^=

    wakz, jawaban abang mengingatkan aku akan perenunganku dr hasil ngobrol2 antar cewe. iya yah, kalo direnungkan, muaranya adalah kesenangan kita sendiri -kalo mo bener2 jujur thd diri sendiri-
    hedonis dooong -becanda-

    uhmmm….kalo gitu, rasa senang yang kita alami bisa menjadi excuse dong. ah saya agak kesulitan menuliskan buah pikiran saya disini. tp saya paham apa yg dimaksud abang.

    bang, kontak daku via YM yah, di medina_wuland@yahoo.com
    jadi pengen ngobrol, sharing, dan curhat ^^

  9. malaikat siapa???
    kalo dlm kepercayaan saya, malaikat tidak punya ego. iblis bukan malaikat yang ‘jatuh’ khilaf, tp ia sebangsa jin. dan jin ini, katanya mirip manusia kecuali dalam hal dimensi ^^

    -wah kok jd masalah kepercayaan, terlalu jauh niπŸ˜• –

    ‘jadi’ itu maksudnya apa mas fertob ?? mas fertob ni misterius bener deh, suka banget bikin kesimpulan yg ‘mengambang’ (ato diserahkan sama kita??) dengan menulis ‘jadi…??’

    kalo novel/film, tipe2 yang endingnya suka nggantung dan bikin kita penasaran…..

  10. hmmm…. suka bikin kesimpulan mengambang ya ?πŸ™‚

    hehehe… saya itu penganut cognitive psy, jadi kalau dalam penyelesaian masalah sering mengembalikan pemecahannya sama subyek agar mendapat insight sendiri, sementara saya cuma pemberi jalannya saja.πŸ™‚

    dulu pernah jadi dosen dadakan, dan waktu ada mahasiswa yg minta pertolongan skripsi, saya lebih banyak menjadi pemberi jalan insight daripada menjawab pertanyaan2 mereka.

    jadi nggak misterius kok…πŸ™‚

    *jadi ngelantur*

    tapi gini, dalam beberapa kepercayaan, setan/iblis itu adalah malaikat yang “jatuh” karena beberapa sebab.

    dalam Islam, karena dia tidak mau menuruti perintah Tuhan untuk menghormati manusia [yg katanya berbeda dimensi dan lebih rendah darinya yang berasal dari api sementara manusia dari debu]

    dalam Kristen, karena dia sombong dan ingin seperti Tuhan. setan digambarkan sebagai salah satu pemimpin para malaikat dan akibat kesombongan itu maka dia diusir dari surga.

    inti penolakan setan itu kan : EGO.πŸ™‚

    Al Pacino (Setan) di film Devils Advocate itu kan menyukai dosa KESOMBONGAN manusia, karena dia pada dasarnya memang sombong, dan kesombongan itu juga yang membuat dia jadi Setan.πŸ˜‰

    kalau ada kesombongan maka ada ego, ‘tul nggak ?

  11. tul bangeeeed !! kita sepakat de ^^

    emang itu, yg mo disampekan dalam tulisan ini.
    tp iblis dalam islam, sepengetahuan aku, dia dulunya bukan malaikat. dia sebangsa jin, yg sangat rupawan dan sangat dekat dg Gusti, hingga akhirnya egonya menjatuhkannya.

    malaikat sndiri ga punya ego. bahkan gunung dan binatang2 ga punya ego. alias, ikhas aja menjalankan hal yg sudah ditetapkan untuknya.

    kalo kita khan, dikaruniai (ato suatu kutukan ?? tergantung cara pandang ya^^) ego. eh menurut mas fertob, ada hubungannya gak, antara ego dan free will ???

    gara2 teringat devils advocat dan ada sesuatu yg sedang dialami, jd berhati-hati dg ego. hehe *ngelantur juga^^*

    wah mas fertob bisa jadi dosen favorit aku nih. i like it, diskusi dan dr hasil diskusi ngasih pencerahan, bukannya mengarahkan *halah, ngelantur lg, gdubrags*

  12. cuma mo nanya:
    ego itu nafsu ya?

    i beda tipis sama napsu, mbak diajeng^^…..eh tapi emang napsu itu apaan sih ?? bukan sekedar napsu syahwat kan ?? napsu selalu berarti jelek kah ??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s