solusi !!!!

Astaga….masih sesek juga rasanya, dada dan batin saya ketika blogwalking, baca koran dan nonton tipi.

Tiba-tiba ketika sedang mandi, tercetus suatu ide.

Kenapa mahasiswa-mahasiswa hiperaktif yang kelebihan energi itu, tidak menyalurkan energinya ke Porong ato daerah-daerah lain yang butuh tindakan nyata ?? ^_^

Great idea bukan ?? Hehehehe…..:mrgreen:

Jadi, energi berlebih itu bisa disalurkan untuk melakukan pendampingan, melakukan semacam pemberdayaan masyarakat.Seperti waktu gempa Jogja itu lho. Mahasiswa-mahasiswa live in bareng penduduk, bikin dapur umum, melakukan pemetaan, trus bikin program dan tak lupa pendampingan terhadap anak-anaknya.

Trus juga, bikin semacam crisis centre, memberikan konseling kelompok ato terapi individu, untuk mengurangi beban depresi, stress, dan gangguan trauma pasca bencana. Dengan senang hati, gw bantu, kerahkan segala daya upaya yang saya punya. Transfer sedikit (memang hanya sedikit) apa yang saya tahu, tak lupa mengerahkan segala macam networking dari kalangan psikologi.

Jadi ?? Energi berlebih itu akan tersalur dalam bentuk mendampingi masyarakat untuk menapaki hari-hari ke depan secara lebih mandiri, mendampingi mereka untuk lebih berdaya, mendampingi anak-anak di bidang pendidikan dengan mendirikan sekolah darurat dan program-program katarsis bagi anak-anak, juga bantuan kesehatan, sanitasi, dan lain-lain. Kata dosen gw, yang dibutuhkan sekarang adalah program yang tidak lagi bersifat darurat tapi jangka panjang, seperti pemulihan Aceh itu lho.

Gimana ??? Gimana ???:mrgreen:

Ehm, saya jadi inget temen-temen sukarelawan dari Bali yang all out membantu kami sewaktu gempa dua tahun lalu. Mereka adalah mahasiswa-mahasiwi pecinta alam se-Bali, yang menyadari hanya punya tenaga dan niat. Sekuat tenaga mereka mencari jaringan yang dapat membantu mereka ke Jogja walau dengan kereta ekonomi sambung -nenyambung begitu. Trus juga live in dengan penduduk selama beberapa minggu, tak segan menyingsingkan lengan baju mendirikan tenda peleton, membongkar gedung roboh, ceria bersama anak-anak dan penduduk, dan lain-lain. Padahal dari berbagai macam suku dan agama. Mereka aseli hiperaktif. Kelar bantuin gempur tembok, eh mereka masih bisa becanda gila-gilaan atau menyusuri daerah yang dirasa menarik.

Jadi kangen kalian. Hai Polo, Wisnu, Amrozy, si Sableng peranakan Padang-Bali tapi paling ceria (maap lupa namamu), dan lain-lain. U’re great !!!!!!!!!

 

 

16 thoughts on “solusi !!!!

  1. lebih ironi lagi, di saat siangnya teman-teman mereka berdemo di sana, malamnya ada yang indehoi di lokasi yang sama!

    sama-sama gak kasih solusi!:mrgreen:

  2. terlepas dr niat di atas, bukan berarti sampean setuju BBM naik kan ? eniwe ide menarik juga kalau yg demo suruh nguras lumpur di lapindo🙂

  3. biasa .. masih jiwa muda² ..🙂

    humm mereka sebenernya produk para aktifis yang ngasih doktrin² untuk seperti itu ..

    meski mereka atas nama rakyat… mbok ya datang sendiri ngasih usul .. nggak usah demo .. menutup jalan .. membuat kekotoran dimana-mana (kalo demo kan cenderung kotor) .. yah .. semoga mereka bisaberpikir lebih dalam lagi ..

  4. ¤demo itu nikmat, karena jd tahu rasanya punya power
    ¤pengen nyicipin punya power, krn suka dipamerin n ngeliat nikmatnya org yg punya power
    ¤anarki itu ekspansi kenikmatan dl demo
    ……………wis mbuh ah, kok berteori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s