dinamika ramadhan : semangat berbagi (part three)

marhaban ya ramadhan….

ketika saya menulis ini, tarawih (mungkin) sudah dimulai. Sepertinya saya tidak mendengar dari ponpes NU (langganan rumah biasanya dapet info dari Krapyak) ada perbedaan awal puasa. Sore tadi belanja di Superindo Sudirman juga agak ramai tapi tidak seheboh tahun lalu (mungkin karena harga-harga yang kurang ajar naik ga karuan), berbelanja kebutuhan ramadhan.

Yah, yang saya rasakan, ramadhan kali ini mungkin lebih bersahaja dibanding tahun sebelumnya. Harusnya memang begitu dong !! Ramadhan kan bukannya mendidik kita untuk mengerem nafsu konsumtif, misal dengan mengurangi makan.

Sebagai muslim, izikan saya agak narsis dan chauvenis sedikit dengan agama yang saya peluk ini. Yah, maksud saya, ajaran -agama- mana sih, yang sampai memasukkan ajaran untuk berbagi masuk dalam dimensi syariahnya -aturan wajib- untuk dipatuhi ummatnya ??

Coba dirunut, zakat, shadaqoh, infak, waqaf, dan entah apalagi. Zakat saja malah ada aturan khususnya dan bersifat wajib, setiap Idul Fitri. Lantas, Idul Adha, qurban. Entah sapi, kambing, domba, unta (kalau di Arab), dan harus hewan berkaki empat. Itupun yang wajib menikmatinya adalah mereka yang berhak, dalam arti membutuhkan. Pihak yang berkurban, hanya berhak sepersekian saja.

Yang saya tangkap, agama yang saya peluk ini sangat mengutamakan semangat berbagi. Kebetulan, kemaren saya habis dapat pinjeman buku bagus, karangan Nathalia Sunaidi mengenai Past Life Regression (PLR). PLR intinya adalah mengenai reinkarnasi, dimana konsep karma terbukti benar adanya. Dan disitu Nathalia berulang kali menekankan, “berbagilah, maka kau akan dapatkan apa yang kau inginkan”.

Kalau Pink bilang, begini :

If God is a DJ
Life is a dance floor
Love is the rhythm
You are the music
If God is a DJ
Life is a dance floor
You get what you’re given
It’s all how you use it

Perhatikan dua kaliat terakhir.

You get what you’re given
It’s all how you use it

Semangat yang hampir sama.

Jadi ??

Ramdhan adalah momen yang tepat, momen untuk membangkitkan semangat berbagi. Jangan sampai, kejadian dua tahun lalu terulang lagi. Pada waktu itu ada teman yang berkomentar begini, “eh Mbak, kenapa ya, pas puasa, kok semua makanan yang enak-enak keluar semua ?”

DHIENNNNGGG !!! Entah kenapa waktu itu saya tersindir.

Ramdhan bisa jadi adalah ‘hari raya’nya mereka , kaum dhuafa. Karena biasanya pada waktu ini, banyak sekali aksi-aksi sosial seperti buka bareng dengan anak panti, bagi-bagi nasi bungkus kepada anak jalanan, lebih sering nyumbang, dll. Pas Idul Fitri, bisa jadi, momen ‘hari raya’ sudah berakhir bagi mereka. Baju baru ?? Snack-snack lezat ?? Hape baru ?? Bagi-bagi angpaw ?? Jauuuuhhhh sodara…jauhhhh bagi mereka….

Yuuuukkk, mareeee, kita semangat berbagi. Palagi untuk yang ngaku-ngaku muslim, harusnya lebih malu lagi (hei, saya juga malu, dodol !!). Dan….berbagi kan ndak harus berupa duit. Buku pun bisa. Ya, bagi-bagi buku kepada suadara-saudara kita yang ga begitu beruntung bisa beli buku untuk tambah wawasan (kalah untuk beli beras, minyak, ikan teri). Klik disini untuk lebih jelas. Bagi yang di Jogja, bisa kirim atau antar sendiri ke rumah saya . Lokasinya ?? Oh….dekat sekali dengan angkringan tugu Cak Man yang legendaris denga kopi jossnya:mrgreen:

Jadi ???

Lets do it together^_^

*nyambung tulisan sebelumnya dan sebelumnya sekitar setahun sebelumnya, tarikh hijriyah*

17 thoughts on “dinamika ramadhan : semangat berbagi (part three)

  1. selamat menjalankan ibadah puasa ya jeng..
    mohon dimaafken segala kesalahan diriku yang manis ini.

    aku juga, jeng….maaf lahir batin dan selamat menunaikan ibdah puasa….lg di jakarta to ?? terpikat dg big apple-nya indonesia ??๐Ÿ˜‰
    moga sukses ya jeng… *ihik….jd kapan kopdarnya nih….*

  2. luwih mantab meneh ning njakarta, nduk.. “godaan” utk menahan emosi dan hawa nafsu lebih banyak!

    mosok poso mung tura-turu?

    brati, pahala puasa di jakarta, jauh lbh besar dong………^^

  3. Ramadhan memang bulan spesial penuh fitrah, antara kaum dhuafa dan yang beruntung saling berbagi bukan? Yang beruntung membagi “dunia” dan yang dhuafa membagi “akherat”… Subhanallah๐Ÿ™‚

    thanx God….puji Tuhan…alhamdulillah…mudah2an permanen

    selamat menunaikan ibadah puasa๐Ÿ™‚ dan tetep semangat, mas Ario๐Ÿ˜€

    mas ario ????๐Ÿ˜ฏ

  4. ramadhan yang spesial..
    mengawalinya bareng bapak,ibu, dan adek sayah..๐Ÿ™‚

    lha tapi kok minggu depan kuliah dah mulai?? bali meneh ke kampus.. huahahaha..๐Ÿ™‚

    salam kenal mbak..๐Ÿ™‚

    lam kenal juga..God loves u…:mrgreen:

  5. ada lagi lho prinsip yg lebih pure dari sekadar ajaran untuk berbagi itu…

    katanya, ketika kau memberi, kau tidak sedang memberi, hanya menjadi saksi atas bergantinya tempat harta kehidupan berada.

    bagus sekali itu, bung toga….memang semestinya memberi yang levelnya paling tinggi, dia ga berpamrih apa-apa..bahkan surga sekalipun…

    emangnya di alam raya ini, ada yg punya kita?

    *tertegun*

  6. sebagai ralat mbak ..๐Ÿ™‚

    Reinkarnasi dalam agama ISLAM tidak ada ..

    dan salah satu aqidah ISLAM adalah tidak percaya adanya reinkarnasi ..

    karena setiap jiwa akan dibalas di akhirat kelak sesuai dengan perbuatannya ..๐Ÿ™‚

    *dejavu dg konsep karma* oke, thx

    jadi saran saya jauhkan membaca bukuยฒ yang dapat membawa ke pemahaman yang jauh dari aqidah ISLAM ..

    waduh, kl ini, wah gimana ya….sama halnya melarang anak bermain tanah, serangga, nyempung kolam, ngubek2 sawah, etc krn takut si anak jd kotor dong…:mrgreen:

  7. @ATAS SAYAH

    Mangsudnya Memeth, semangatnya nyang hampir sama, boss….
    Memeth kan ndak mengatakeun kalok konsep reinkarnasi itu ada dalam Islam….
    ๐Ÿ˜‰

    ***pis ah….*** :mrgreen:

    memeth : *peluk2 mas mbel*
    toss dulu dong ahhh…:mrgreen:
    btw, itu picidi tentu aja pinjem, tepatnya kakak saya dulu dikasi pinjem, dan bukan yg aseli. itu sktr awal millenium, pas indonesia bagian mana lg panas2nya, tp isi videonya ga tentang di indonesia. abis nonton itu bbrp hr dengkul jd lemes bin gemeteran:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s