LESSONS I’VE LEARNED

Karena hidup itu bercinta dan belajar, maka kedua proses tersebut terutama proses belajar, tak akan pernah berhenti. Selalu berjalan terus dan terus. Semakin saya tahu bahwa ternyata saya tidak tahu apa-apa. Saya seperti murid yang berada di tingkat dasar (nyatanya emang masih di tingkat dasar bangeeeeeeeeeeettt).

Pertengahan Oktober. Izinkan saya mencatat apa yang sempat tertanam dalam sanubari saya.

  • Spiritual, bagi saya adalah mengenai kesadaran. Sesederhana itu. Kata seseorang, to get higher, we need to go deeper.
  • Cinta sejatinya bersifat rendah hati dan bersahaja. Ia tidak membutuhkan pengakuan dan segala hingar bingar. Ini cukup menjawab pertanyaan saya, mengapa berita-berita yang bermuatan energi positif alias cinta, kalah gaungnya dengan berita-berita kekerasan dan yang mengandung energi negatif lainnya. Cinta sejatinya bersifat low profile.
  • Kamu yang tidak bisa mencintai 100 %, adalah kamu yang tidak cukup percaya diri. Cinta sejati, cinta yang hakiki, dia total dan hanya memberi, seperti itulah Divine Love. Ketidakpercayaan diri, merasa khawatir, ketakutan, yang membuatmu tidak 100% dalam mencintai. Kamu yang bebas adalah kamu yang percaya diri dan tidak ada keraguan sedikitpun untuk mencintai.

Syukur tak terhingga atas anugerah ini.

Saya akan menjadi cinta itu sendiri.

13 thoughts on “LESSONS I’VE LEARNED

  1. semoga cinta itu dalam dilaksanakan, tidak hanya dibicarakanπŸ™‚

    meong : rite…thats rite….cinta bisa jadi kata benda, kata sifat, tapi dia juga kata kerja ^^

  2. belajar mencintai memang lebih syusssaaahhh daripada keinginan untuk selalu dicintaii… (salah satu sifat dasar manusia: Egois..)

    meong : tak mudah bukan berarti tak bisa, bukan ??

  3. to get higher, we need to flaaaaiii to the angel…

    meong : angel is inside us….so all u just to do is fly to yourself ^_^

    *terbang mnuju memeth*

    dah aktif onlen? jgn2 ni komen nanti dibiarin lagi…:mrgreen:

    meong : duh iya neh…aku ga begitu telaten mengelola dunia maya… T_T

  4. Ping-balik: Rasa Adalah Kesadaran Manusia? « Halte Perjalanan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s