iklan hi-lo slim dan persepsi nakal

percaya ato nggak, beberapa tahun yang lalu, saya pengiiin banget kerja di dunia periklanan daripada di bidang psikologi pada umumnya. mata kuliah yang saya suka yaitu psikologi konsumen. salah satu tugas yang diberikan di makul tersebut adalah, kami menganalisis iklan-iklan dari sudut pandang psikologis. hal itu pula yang mengantar saya menjadi pengamat iklan, sehingga kalau ada pameran iklan di jogja, jarang banget saya lewatkan.

iklan televisi menurut saya mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki oleh media lain. dia sangat kuat untuk membangun persepsi (calon) konsumen, karena diaku atau tidak, kekuatan visual media televisi masih sangat kuat dibanding foto, misal.

well, saya nggak ngomonin teori di sini. langsung praktek ajahπŸ˜†

ini nih, saya kok terganggu dengan iklan susu kalsium yang menyasar remaja, Hi Lo Teen (kalo ga salah, gt nama merk-nya).

kalau di versi pertama, yg jadi tokoh adalah cewe (tentu saja) dengan body ideal, slim dan tinggi dan (ini dia) pembandingnya adalah cewe-cewe gendut-ndut, dan mereka lagi rebutan sale.

oke, untuk versi itu, kegemesan saya biasalah, karena (lagi-lagi) penonjolan tubuh/fisik sempurna.

tapi untuk versi bantet yang terbaru ini, hmmmm !!

jadi ceritanya, tokohnya adalah pemuda pendek yang disitu tingkahnya tengil, usil, jail, dan nyebeiln temen-temennya. hingga suatu saat dia kena batunya, karena tuubuh pendeknya. lalu, pemuda jangkung nan tampan muncul sbg sosok protagonis.

hei, sampe sini, saya sungguh kesal.

karena, disini, seolah-olah hendak dipersepsikan, bertubuh pendek itu negatif dan diperkuat oleh karakter tokoh yg tengil.

iklan adalah dunia citra. dia memang hendak membentuk persepsi. itulah yang saya khawatirkan. karena pesan tersebut akan masuk ke alam bawah sadar pemirsanya.

22 thoughts on “iklan hi-lo slim dan persepsi nakal

  1. Saya termasuk yang tersinggung dengan iklan itu… soalnya tinggi saya relatif di bawah rata-rata laki-laki seusia saya. Ah, akhirnya saya bisa bersimpati dengan pacar yang misuh-misuh setiap lihat iklan WRP😦

    Ah, zaman sekarang udah bukan perempuan doang yang diobjektivikasi oleh media… laki-laki juga mulai semakin sering kena.πŸ˜›

    meong :πŸ˜† laki2 jadi sasaran komoditas *ah bahasanya sok tinggi*
    kalo kata sang guru marketing, sekarang kan jamannya marketing in venus…πŸ˜‰

    eh, eh, jd mikir. dengan makin maraknya ‘trend’ pria metroseksual, ternyata hal tersebut tidak terlalu mengganggu beberapa pria yang secara gaya dan penampilan termasuk konservatif. misal dengan penayangan iklan kosmetik cowok. ini berdasar mini survey thd beberapa pria yang saya temui.

    nah, iklan hi lo ini, saya kok curiga, banyak pria yg tertohok karena kena ‘ego’nya. beneran ga sih, asumsi saya ini ??
    ego pria itu selain masalah kejantanan adalah tinggi badan.
    benerkah asumsi saya ini ??:mrgreen:

  2. ego ki opo toh??
    iklan ya iklan, kadang bodoh kadang smart kadang menghina intelejensi
    tapi ya wis, kuwi mung iklan…

    meong : ego itu…coba baca ini, mungkin bisa dapat sedikit gambaran.

    iya, betul, ada iklan yang cerdas, ada yg kurang smart. dan konon, belanja iklan itu berkisar milyaran rupiah tiap tahun… itu baru satu perusahaan besar. padahal ada berapa merk terkenal dari beberapa produsen….

  3. nah, iklan hi lo ini, saya kok curiga, banyak pria yg tertohok karena kena β€˜ego’nya. beneran ga sih, asumsi saya ini ??
    ego pria itu selain masalah kejantanan adalah tinggi badan.
    benerkah asumsi saya ini ??:mrgreen:

    Hahaha, iya juga saya rasa. Ego laki-laki itu biasanya tinggi badan, panjang alat kelamin, atau -to a lesser extent- body yang six-pack. Kalo metroseksual saya rasa nggak gitu masalah karena metroseksual dipasarkan sebagai ‘alternatif’ (cowok dandan itu nggak apa-apa), bukan ‘norma ideal’.πŸ˜€

    meong : eits, jangan salah. masalah bentuk fisik ideal yg didefinisikan dengan otot bisep-trisep gempal ples perut six packs, ternyata ga banyak ngaruh terhadap pria2 konservatif di sekitar saya. dan, boleh percaya/boleh tidak, temen2 cewe saya yg manis2 dan cantik2, pria2nya ga berbodi ideal kok.:mrgreen:

  4. waduh, saya bukan laki2 ideal kalo gitu…

    meong : pede wae lah, dab….kan ada yg melihat laki2 ndak dr sisi fisik dan kejantanan melulu:mrgreen:

  5. wah mbak memeth lagi naek yaa BB nya?? ndak sah kuatir mbak minum Hi-lo aja *ngiklan*

    meong : eh BBku teuteup lho sejak sebelum puasa dan skrg *cihuuuuyyy*
    cuman anu nih, iklan itu sengaja hendak membentuk persepsi bahwa bertubuh kate alias pendek itu payah, yang dikuatkan dg karakter tengil si tokohnya. ndak rela di situnya. siapa sih, yg bikin konsep iklannya ?? :angry:

  6. itulah bahasa iklan kita. pada umumnya kurang santun dan minim nilai edukasi. pencitraan cewek putih payudara montok tubuh bak biola itu sebenarnya juga kurang pas. tapi sudah terlanjur mendarah-daging dan akhirnya menancap di benak kita bahwa wanita cantik itu seperti itu.

    meong : heyyy !! aku membahas yg versi cowok bantet ! dan aku juga sedang mempertanyakan kebenaran asumsiku !:mrgreen:

  7. fisik emang salah satu hal yg paling mudah untuk “diolok-olok” pun juga untuk “dipuji”.

    beruntunglah bagi mereka yg fisiknya “bagus”..πŸ˜€

    bukan begitu, juragan?

    *tetep pede walau tampang ganteng*

    meong : soale sing langsung ketokπŸ˜†

  8. apakah daku termasuk temen2 dikau yang disebut ‘cantik2 dan manis2″ itu??πŸ˜‰

    meong : nah !!!! akhirnya bisa pede !!! jadi, ndak perlu miwir dan mbebek ribut soal lengan yang mulai menggelambir, lingkar perut yang bertambah, dll dll, oke ?? dirimu cantik dg segala keunikanmu…^^ jangan ributi wisnu lg dg masalah2 fisik itu, ok ??πŸ˜‰

  9. Iklan = persepsi,padahal persepsi bisa subyektif dan ga seragam. Berarti perlu ga ada iklan yg anti persepsi dong? Yg membebaskan anggapan kalo cantik itu harus putih, tinggi itu keren, rambut lurus itu wajib?

  10. aku paling suka iklan produk apa ya lupa.
    yang anak kecil telp ke temannya dan ternyata yang angkat bapaknya..

    + ini siapa?
    – echi
    + egi?
    – echi.. c.. c.. c.. charline
    + charlie, kok perempuan?

    hahaha lucu dan paling ga nyebelin….

  11. namanya juga iklan produk..yang dipikir ya hanya gimana biar produknya laku..jadi boikot aja langsung produknya..jangan ampe ada yang beli..

    ^esmosi karena merasa fisiknya ga tlalu bagus^

  12. media selalu memberikan realitas tersendiri yang seringkali memang bertentangan dengan realitas sosial yang ada dalm masyarakat.
    Saya berpendapat bahwa selain terlalu mempengaruhi masyarakat tentang citra cewek cantik (langsing, tinggi), iklan ini juga bersifat lebay.
    Bagaimana tidak? Di kemasan produk ini ditulis “maksimal jika didukung olah raga..bla..bla…” seperti itu..
    Nah, jadinya ‘kan kalo cuman minum ni produk yahhh…gak tau juga bisa cepet tinggi n kurus gak??
    Dan media selalu menghilangkan beberapa info untuk nilai komersil tinggi..
    Jadi apakah media selalu salah, dalam hal ini iklan???Gimana dong iklan yang sebenernya??namanya juga iklan toh,,
    Yok,dikritisi lagi.. =))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s