LESSONS I’VE LEARNED

Karena hidup itu bercinta dan belajar, maka kedua proses tersebut terutama proses belajar, tak akan pernah berhenti. Selalu berjalan terus dan terus. Semakin saya tahu bahwa ternyata saya tidak tahu apa-apa. Saya seperti murid yang berada di tingkat dasar (nyatanya emang masih di tingkat dasar bangeeeeeeeeeeettt).

Pertengahan Oktober. Izinkan saya mencatat apa yang sempat tertanam dalam sanubari saya.

  • Spiritual, bagi saya adalah mengenai kesadaran. Sesederhana itu. Kata seseorang, to get higher, we need to go deeper.
  • Cinta sejatinya bersifat rendah hati dan bersahaja. Ia tidak membutuhkan pengakuan dan segala hingar bingar. Ini cukup menjawab pertanyaan saya, mengapa berita-berita yang bermuatan energi positif alias cinta, kalah gaungnya dengan berita-berita kekerasan dan yang mengandung energi negatif lainnya. Cinta sejatinya bersifat low profile.
  • Kamu yang tidak bisa mencintai 100 %, adalah kamu yang tidak cukup percaya diri. Cinta sejati, cinta yang hakiki, dia total dan hanya memberi, seperti itulah Divine Love. Ketidakpercayaan diri, merasa khawatir, ketakutan, yang membuatmu tidak 100% dalam mencintai. Kamu yang bebas adalah kamu yang percaya diri dan tidak ada keraguan sedikitpun untuk mencintai.

Syukur tak terhingga atas anugerah ini.

Saya akan menjadi cinta itu sendiri.

Iklan

membincang pantat

Pantat alias bokong.

Entah mengapa kalau menyebut kata-kata ini di perbincangan formal, kok kebanyakan didahului kata ‘maaf’. Apa karena letak yang dibelakang dan apa yang selama ini dia lakukan ??

Kasian sekali kamu, nak, menjadi sasaran perilaku diskriminasi hanya karena fungsi dan tempatmu :mrgreen:

Omong-omong pantat nih, beberapa sore yang lalu, dingin dan habis hujan di Jogja. Saat-saat yang selalu membuat lapar, sehingga mendaratlah saya ke warung kaki lima untuk membeli nasi goreng. Saya pesan ke mas-masnya yang masih terbilang muda itu, untuk dibungkus. Sembari menunggu, ealah, pandangan mata saya kok ya tertumbuk pada pemandangan tepat di depan mata, yaitu : bokongnya mas-mas itu.

Yang bikin saya berlama-lama memandangi pantatnya mas itu, karena, dibanding pantat kebanyakan pria (waaaa….ketahuan suka memandangi daerah situ….) bokongnya mas-mas ini kok padat sekali. Mlenuk, kata orang Jawa, bulat dan sekel. Sementara di sebelahnya, pemandangan yang sangat kontras, yaitu pantat asistennya. Tepos, tipis, kerontang, membuat jeans hipster nan kedodoran yang dipakaianya, terkesan seperti memang kebesaran.

Timbul tanya dalam hati, demi mendapati hal demikian. Seksikah pantat mas-mas yang mlenuk itu (pantatnya lho, yang mlenuk, bukan masnya) ?? Kalo iya, saya kok ga greng gimana gitu. Biasa aja. Mengapresiasi bentuknya, iya, tapi sebatas itu saja. Ndak ada yang lain yang neko-neko.

Malam ini, ketika gugling gambar yang bisa mendukung cerita saya, ternyata malah nemu hal lain lagi. Susah ternyata nyari gambar / foto pantat pria yang seksi, alias tampak belakang pria yang seksi. Ketika saya cari di bagian celana jeans, olala, ternyata yang ditonjolkan kebanyakan adalah perut six packs lelaki. Begitu juga dengan kata kunci man underwear. Yang ditonjolkan kebanyakan bagian depan, entah itu Calvin Klein sampe Si Unyil.

Saya kan jadi penasaran, emang bagian belakang pria itu ndak seksi apa ?? Kok beda perlakuannya dengan bagian belakang perempuan.

levis levis-phone1

*bandingkan kedua iklan Levi’s ini*

Sebenarnya, pantat itu apa dan bagaimana sih ??

Menurut Pakde, ternyata pantat itu isinya otot semua, malah merupakan otot terbesar di tubuh manusia. Istilah ilmiahnya adalah gluteus maximus.

Kabar baik bagi penderita bokong tepos, karena jikalau pantat isinya otot semua, maka menurut asas binaragawan, pantat bisa dilatih biar kencang dan membesar. Oh, oke, kalau di majalah-majalah perempuan, sering juga sih, diulas bagaimana caranya mendapatkan pantat seseksi J-Lo. Malah menurut dokter spesialis olahraga, ada latihan-latihan tertentu untuk membentuk bokong supaya kuat dan kencang.

Kembali ke cerita, tentang bokong mlenuk-nya mas-mas itu. Bagi saya pribadi sih, bagian dari tubuh lelaki yang seksi itu di bagian lengan, dada, dan mata. Jadi melihat bokong se-mlenuk apapun, kayaknya ga ngaruh deh. Tapi ternyata memang lebih menarik daripada pantat yang tipis bin tepos. Dan, karena pantat alias bokong sama bergunanya dengan bagian tubuh yang lain, tak selayaknya ia mendapat perlakuan yang berbeda. Betul tak ?? :mrgreen: