Sebelum Membuat Aturan Baru…

Ide ini mengemuka setelah tergelitik timeline twitter yang rame mengomentari tayangan di Tivione Rabu 17  Februari, pagi. Salah satu komentar itu menulis ulang ‘pembelaan’ Pak Henri Subiakto selaku staf ahli Menkominfo, yang menyatakan bahwa ‘kalo ada yg saling menjelek-jelekkan di internet, masa pemerintah diam saja’.

Well kalau memakai logika seperti itu, Bapak, menurut saya ada hal-hal lain yang lebih membutuhkan perhatian pemerintah. Prioritaskan hal-hal berikut ini daripada dengan semangat 45 bikin aturan yang serba main larang dan isinya sangat ambigu.

1. Pendidikan
Investasi terbesar Negara ada pada SDMnya. Lebih baik cerdaskan masyarakat, bentuk karakternya, sehingga menjadi individu yang dewasa, kritis, cerdas, dan memiliki control internal yang kuat. Sekedar main larang tidak menyelesaikan masalah, selalu saja ada akal bulus untuk mengakali aturan. Tapi kalau individunya sendiri sudah dewasa dan cerdas, ia sendiri mampu memilih mana yang baik untuknya atau tidak.

2. Kesehatan

Aduh itu Bapak, lihatlah nasib masyarakat yang masih berada di garis kemiskinan sehingga tidak mampu mejangkau biaya kesehatan. Jangankan berpikir tentang gizi-nutrisi dalam menu makan sehari-hari, sudah bisa kenyang saja mereka sudah bersyukur walau Cuma sekedar nasi aking dan sambel garam. Lihat juga nasib anak-anak yang terserang berbagai penyakit yang biaya berobat bisa sampai milyaran, kenapa tidak menguatkan riset untuk menemukan obat bahkan pencegah bagi penyakit-penyakit tesebut.

3. Lingkungan hidup

Bapak, bumi ini sudah parah. Air bersih saja sudah sulit didapat. Jangan sampai kita kedepan menjadi Negara pengimpor air bersih dan udara segar. Jangan sampai kekayaan flora fauna musnah, itu akan menjadi kerugian yang sangat luar biasa bagi umat manusia.

4. Perempuan dan Anak-anak

Bapak buktikan dulu deh, itikad baik Bapak yang katanya memperhatikan rakyatnya. Itu nasib TKW/TKI yang di negeri sendiri (bandara Soetta) malah jadi ajang bulan-bulanan oknum. Kalau itu sudah beres, kita baru percaya niat baik Bapak dan Bapak boleh lanjut ke issue perempuan dan anak-anak yang lain

Hmmm… poin lainnya apa ya? Mungkin ada yang mau menambahkan?😀

PS. Mbok bikin aturan itu yang sinergis dan terpadu dengan departemen lain, seperti departemen pendidikan. Kok kesannya seperti jalan sendiri-sendiri. Katanya ‘BERSAMA KITA BISA’, lha jalan sendiri-sendiri begitu…

35 thoughts on “Sebelum Membuat Aturan Baru…

  1. maunya bikin aturan yang ngikutin perkembangan jaman, tapi ya mbok jangan melupakan permasalahan yang sudah sejak lama menggunung, bukan bgitu jeung memeth?

    soal bersama kita bisa itu kan ada lanjutkannya, begitu smua udah jalan sendiri-sendiri, katanya LANJUTKAN…!!!😀

    • *ngakak dulu ama komen dnial*

      The Nirvana fallacy is the logical error of comparing actual things with unrealistic, idealized alternatives. It can also refer to the tendency to assume that there is a perfect solution to a particular problem.

      call me a dreamer, utopian, imajiner, etc. ah kalian pemuja logika ini, ada hal-hal yang tak bisa hanya diselesaikan dg logika *kabooooorrrr*
      ROFL.

  2. Kalau ingin lebih logis debatnya seharusnya dimulai dengan:
    1. Pak, kemarin ada orang pacaran, putus dan sekarang berantem di wall FB, pemerintah mau ngurusin itu?
    2. Pak, kemarin ada Evan Brimob, itu sudah diusut belum Evan itu siapa?
    3. Pak, ada ID twitter namanya tifatul semriwing, sudah diusut belum itu siapa orangnya. Itu bisa dicurigai sebagai upaya phising lho, pak. Kalau ada yang ngira dia menkominfo gimana?
    4. Pak, kemarin ada yang berantem di kaskus/milis/FFI/Blog/dll soal masalah evolusi/perbandingan agama/sepakbola/dll, gimana solusinya itu pak? Depkominfo mau ngurusin itu?
    5. Pak, PC di kantor masih mbajak software, kok nggak diurusin, pak?
    6. Pak, itu ada hoax soal gempa 10 skala richter tahun ini di SUmatera, meresahkan masyarakat itu pak… Monggo diusut yang mbikin siapa, dan yang nyebarin juga harus dihukum karena menyebarkan kebohongan.
    7. Pak, itu ada penawaran uang mudah di Internet. Itu kan pembodohan, cuman money game aja, ditertibkan dong pak… Dihukum orang2nya atas dasar penipuan. Kita kan butuh kepastian hukum.

    Saya senang dengan terobosan Depkominfo yang peduli dengan internet. Saya rasa kepastian hukum akan segera terasa di Internet Indonesia sebentar lagi.

    #inisatire

  3. menyediakan akses internet hingga pelosok desa, disiapkan program pelatihan/pembelajaran termasuk memberi contoh internet sehat, jelas lebih bermanfaat. lingkungan, sosial, perempuan dan anak-anak, pokoknyae semua bisa nelajar bersama, tumbuh maju bersama pula.

    satu kecamatan satu blogger kan sudah bisa jadi modal… ya kan, Meth?

  4. lho? kapan iki ganti theme-nya?

    mesakke tenan tho mbak, yang ngomong itu bagian apa sampeyan nuntutnya apa. sama saja sampeyan protes ke teknisi BTS soal tarif provider yang ndak turun-turun:mrgreen:

    • ya ampun, ya sejak posting setelah lebaran itu *malu2*

      lho, katanya pemerintah ga akan diam aja ama (nasib) rakyatnya. si staff ahli itu cuma corong aja. tapi di belakang corong itu, saya komplen.😛

  5. aneh2 saja pemerintah mau membuat aturan2 yg ga penting. sebenarnya yg lebih penting lagi adalah menyediakan layanan internet murah agar indonesia ga dicap sebagai negara paling mahal internetnya

  6. saya baca di mana gitu, ada yang bilang analoginya begini, RPM Multimedia ini sama kaya pemerintah minta pengelola jalan tol bertanggung jawab atas semua bawaan mobil yang lewat di tol dia. Misalnya ada mobil bawa ganja, yang salah itu pengelola jalan tolnya. Dan meminta pengelola jalan tol memeriksa semua isi mobil yang lewat…

    Heedooop logika pemerintah!!!

    Oh iya, trakhir di vivanews.com, Tifsemriwing ngakunya malah belum baca RPM itu… Peraturan Mentri belum dibaca sama Mentrinya?? Oww… My…. Jooodd… OMJ OMj…

    • abis yang cerdas2 itu dikit yang mau berkarir di pemerintahan…
      ato kalopun ada, sistem yang ada bukannya malah bikin tambah pinter tp tambah hmmm…gitu deh..
      *komen berbau esmosi*:mrgreen:

  7. jadi kasusnya itu mirip dengan yang terjadi sama ibu menteri kesehatan yah? kalo ngga salah kan si ibu itu dalam suatu acara lupa isi pilar2 program kesehatan yang dia tanda-tangani…dan si ibu ini malah nyalahin wakil dan asistennya…ih, begooo! cuma menteri endonesa yang bisa begini😆

    • wah malah ga tau soal kasus ibu menteri.
      ummm…fokus postinganku bukan soal si mentri nyalahin siapa, ga peduli sama itu mah.
      yg jadi fokus adl, ‘menggugat yang katanya pemerintah peduli sama rakyatnya’😛

  8. Selamat siang!
    Salam sejahtera selalu buat Anda!
    Hidup adalah perjuangan.
    Perjuangan harus disertai pengorbanan dan pengorbanan tdk hanya harta tetapi hal yg maya seperti waktu, kita juga harus meluangkan waktu untuk sekedar silaturahmi seperti ini. Jadi luangkanlah sedikit waktu untuk saling kunjung.
    Sebuah renungan dari BULENTIN
    Salam hangat untuk Anda dari
    “CARISSHA”
    selamat berakhir pekan bersama keluarga dan orang2 terkasih disekeling Anda!

  9. Oh jadi niatnya untuk meminimalkan saling menjelekkan di internet to ? Lha kalau menjelek-jelekkannya di tivi dan langsung bagaimana ? Boleh ya ?🙂

    Salam bentoelisan
    Mas Ben

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s