Antara Pacar dan Kata Orang

Hari Senin, hari yang sibuk sampai ada ‘falsafah’ I Hate Monday. Bahkan menurut penelitian, banyak kasus-kasus serangan jantung, kejadian pada hari Senin. Weekend kemarin ditimeline twitter banyak dibombardir berita politik, utamanya pemilihan PD1. Di Jogja sendiri hari Minggu kemarin berlangsung hajatan demokrasi pilkada, untuk pemilihan bupati Sleman, Bantuk, dan Gunung Kidul. Walau begitu, berita pilkada tidak terlalu mendominasi timeline. Saya tidak tahu, apa karena pengguna twitter dari Jogja tidak tertarik untuk men-tweet-kan pilkada di tempatnya, atau karena timeline didominasi berita impor dari Jakarta.

Well, saya tidak akan membahas itu. Sore ini, sore yang sejuk dan agak mendung, damai tenang tentram setelah hiruk pikuk Senin telah dituntaskan. Pikiran jadi melayang-layang dan browsing kemana-mana. Buka milis, buka social media, blogwalking, etc etc. Dan salah satu pikiran yang kemana-mana itu, adalah soal pacar/pasangan.

Jujur, saya pernah melakukan aib tercela terkait dengan (mantan) pacar jaman saya masih culun-culunnya. Jadi, waktu itu saya sempat malu (doh) dengan pacar saya. Gara-garanya, saya mendengarkan celotehan riwil orang-orang disekitar saya yang emang agak ‘sadis’ kalau memberikan penilaian. Mereka bilang, secara fisik pacar saya beginilah, begitulah. Dan saya (waktu itu) maluuuuu sekali. Walhasil, saya jadi agak ilfil karena termakan apa kata orang.

Sekarang, kalau saya mengingat-ingat kembali masa itu, duh saya kok ndak bangga. Maunya minta maaf kepada yang bersangkutan. Selain itu, saya jadi penasaran juga sih. Maunya mereka-mereka yang demen komen riwil terhadap hal-hal begituan, apa tho? Sirik karena ga berhasil memacari saya atau bagaimana? *plakkk, dan sepasang bakiak pun sukses melayang* :mrgreen:

Bagaimana dengan pembaca yang terhormat?

when age doesnt matter anymore

Usia, bagi sebagian besar perempuan adalah musuh dalam selimut.
Ketika usia sedang mencapai belasan, pada saat fisik sedang ranum-ranumnya, ketika dunia terasa berwarna-warni berkisar antara cinta, sekolah, dan cowok, dunia serasa seperti tayangan sinetron di televisi.

Ketika usia mencapai kepala dua, possibilites terbuka lebar, fisik sedang di puncak kejayaannya, serasa menggenggam dunia.

Tetapi, memasuki middle-tweentieeth crisis, kecemasan diam-diam merayap. Semakin enggan membincang usia dan tahun kelahiran. Apalagi ketika usia sudah memasuki kepala tiga. Merasa fisik tak lagi sesegar dulu. Cemas dengan ukuran pinggang, pinggul, dan kerut-merut. Risau dengan penampilan yang tak lagi seprima abege-abege ranum. Belum lagi menghadapi sindiran-sindiran atau joke mengenai perempuan berumur.

Ketika menyinggung masalah usia, saya selalu terngiang-ngiang judul sebuah lagu Alicia Keys :

Age aint nothing but number

Ya, bagi saya, usia, umur, hanya milestone yang diciptakan manusia. Terlepas dari pemaknaan milestone sebagai jejak-jejak keberhasilan diri, tapi menurut saya alangkah naif jika menyangkutkan umur dengan kecantikan dan kebanggaan.

Mengapa musti bangga berusia muda? Mengapa ngotot bilang kalo usia masih di bawah umur jika ada yang berkomentar dia lebih tua dari umur yang sesungguhnya?

Usia, umur, akan terus melaju tanpa bisa dicegah. Sepuluh tahun yang lalu kita masih merayakan ulang tahun sweet seventeen, dan tanpa merayakan ulang tahun pun, KTP menyatakan kita berusia 27 tahun. Lalu? Masihkan kita perlu bangga menyatakan, pada saat ini, usia kita masih 21 tahun? Apa yang terjadi sepuluh tahun mendatang, kebanggaan itu masihkah ada?

Kita semua pasti mencapai usia 50 tahun, yah, kecuali Tuhan berkehendak memanggil kita lebih dulu. Yang membedakan adalah, ketika mencapai usia 50 tahun, secara fisik masihkah kita terlihat 10 tahun lebih muda?
Sama-sama mencapai usia 50 tahun (amiin!), tapi di usia tersebut, masihkah kulit kita kencang bersinar, badan proporsional dan sehat, masih mampu melakukan aktivitas-aktivitas fisik, produktif, dan mempunyai selera humor yang baik?

Banyak contoh di sekeliling saya, mereka-mereka yang tak lagi ‘muda’ tapi masih menyimpan pesona dan produktif luar biasa. Jika membincang selebritis, lihatlah Madonna di usia yang melebihi kepala empat (gosip resmi ia sudah berusia 50an tahun, kelahiran 1958), tapi gayanya tak kalah dengan Britney Spears dan gadis-gadis yang jauh lebih muda. Bahkan kecantikannya di mata saya, semakin matang dibanding era material girl, karena didukung oleh kedewasaan yang jauh lebih meningkat dibanding ketika ia masih muda dan serba impulsif.

young_madonna

madonna

madonna-face1

Lihatlah Halle Berry (kelahiran 1966). She’s still hot at her 43, rite? And how do you wanna look like in your 43?
*jangankan 43, di usia 24 pun jangan-jangan banyak yang salah sangka tebak usia 28?* 😛

halle_berry_3_resize

Gara-gara saya suka nonton Oprah Show terutama dengan bintang tamu dr.Oz, yang membahas kesehatan dan well-being. Ditambah sekarang saya lagi bersuka cita menemukan majalah perempuan yang sesuai dengan saya (tidak hanya membahas gaya hidup, mode, merk, seks, those such things), maka edisi terbaru dari majalah tersebut mengilhami saya.

Ya, age shouldn’t matter anymore, ketika kita mampu menjaga fisik dan non-fisik kita senantiasa bugar dan tercapai keadaan psychological well-being yang prima.
Kecantikan, kesegaran, tidak melulu menyangkut tahun kelahiran di KTP, tetapi juga bagaimana cara kita menjaganya. Merasa tua adalah illusi, karena jika hati dan jiwa kita merasa kita tetap muda dan bergairah, maka itu juga yang terpancar dari tubuh kita.
Tetapi menjadi tetap sehat, bugar, dan cantik di usia berapapun itu, bukan sekedar make up dan lipposuction. Yang terpenting adalah apa yang kita lakukan sedari masa sekarang, karena apapun itu (makan, gaya hidup, istirahat, cara berpikir, perspektif, menata hati, dll) akan sangat menentukan kita hingga bertahun-tahun mendatang.

Dan….saya sangat mengagumi Aung San Suu Kyi….
Di usianya yang memasuki kepala enam, beliau masih tetap cantik. Beliau benar-benar memancarkan kecantikan sejati….

suukyi1

sungguh-sungguh terjadi : saya telah menggoda istri orang !!

Siapapun yang tahu jenis kelamin saya, mustinya bisa menangkap keanehan headline tersebut.

:mrgreen:

Biasanya kan, penggoda istri orang adalah pria-pria yang kelebihan hormon tapi kurang kasih sayang :mrgreen: Tapi kali ini ternyata penggoda istri adalah mahluk bergender perempuan. 😆

Oke, ini intermezzo saja. Kejadiannya kemarin 11 November. Saya dimarahi oleh suami orang. 😯

Hingga menjelang tidur, saya terbayang-bayang oleh peristiwa itu. Merasa tidak enak dan sangat bersalah. Baru kali ini saya dimarahi sama SUAMI ORANG (lho biasanya emang sama sapa ?? istri orang ?? 😯 ) *amit2 jabang baby, astopilulo….Gusti lindungi saya dari perbuatan tercela* :mrgreen:

Nah pagi ini, sms dari sang istri datang dan mengklarifikasi. Ternyata saya semalam sudah gangguin istri orang, pantesan…. 😆 😆 😆

Oke, oke, ini postingan bener-bener cuma intermezzo. Tapi sumpah, baru kali ini saya dimarahi suami orang gara-gara ganggu istri orang *yayayay, diulangi terus*. Sebenarnya sih, hanya berawal dari sms saya, dimana disitu saya tanya hal-hal yang ‘agak saru’ tapi khas girls talk. Namanya juga girls talk, pembicaraan yang lazim terjadi kalau cewe-cewe lagi pada kumpul. Rupanya sang suami sedikit tersinggung. Entah egonya atau apanya yang kena singgung, saya juga ndak tahu, lhawong pertanyaan saya disitu juga ndak serius alias becanda.

Boys, kalo cowo-cowo lagi pada ngumpul, apa saja sih yang dibincangkan ?? Apakah ada perbedaan ‘boys talk’ antara lajang dan yang sudah menikah ??

ladies corner – girls talk only : bingung datang bulan

Well, saya tidak tahu, apakah pantas membicarakan ini secara terbuka. Tapi nyatanya, yang hendak saya bicarakan disini, dipajang secara terbuka di mana-mana dan mudah ditemui. Saya juga tidak tahu, apakah yang merasakan hal berikut Cuma saya saja ataukah ada perempuan lain yang juga merasakannya.

Jadi kisahnya, kemarin (Kamis, 31 Juli), saya berbelanja bulanan di supermarket. Macam-macam isi daftar belanjaan, mulai dari minyak goreng hingga deterjen. Tak lupa kebutuhan pribadi saya. Sebagai perempuan, tentu saja, kebutuhan pribadi kami berbeda dengan pria, dan banyak macamnya. Misal, pelembab wajah, body lotion, hingga ke kebutuhan wajib yang harus selalu ada ; pembalut. Nah, mulai dari sini, konflik itu dimulai.

Saya datang ke rak yang khusus memajang pembalut. Wow, ada dua rak khusus. Bandingkan dengan rak khusus sarapan pagi. Menurut saya itu bukti pertama bahwa pembalut sedemikian pentingnya hingga menyita space toko / supermarket hingga dua rak sendiri. Space yang cukup banyak itu tidak karena ada banyak stock yang dipajang, tetapi karena ada banyak JENIS dan MERK yang dipajang, sehingga space 2 rak itu dianggap cukup memadai.

Saya pun mulai memilih. Wow, mulai dari merk Laurier, Charm, dll yang saya bahkan belum sempat mencoba. Coba saya hitung (mikir dan mengingat-ingat) …… Wah !! Minimal ada 6 merk yang mampu saya ingat. Satu merk saja, ada beberapa sub merk, seperti Softex V Class yang mewakili brand premium. Itu baru merk, belum jenisnya. Ngomongin soal macam-macam pembalut, waduh, lebih pusing lagi. Ga Cuma wings dan non wings, tapi ada yang maxi, reguler, slim, super slim. Belum yang untuk pemakaian siang, hari-hari terakhir, dan malam. Yang khusus pemakaian malam saja ada yang panjangnya 27 cm, 28 cm, 30 cm, 34 cm, waduuuuuuuuuuhhhh pusiiiiiinnngggg !!! Walhasil kemarin saya menghabiskan waktu beberapa menit untuk memilih dan menimbang sebelum memutuskan hendak membeli yang mana.

Memang sih, apa yang ada sekarang pada akhirnya adalah untuk kenyamanan konsumen. Hal tersebut ga lepas dari berbagai inovasi dan perubahan, bukan ?? Dan sebagai konsumen, banyaknya pilihan memang menguntungkan dibanding masa dulu. Malah Ibu saya bercerita, waktu beliau gadis, belum ada teknologi pembalut seperti sekarang, jadi gadis-gadis pada masa lalu, hanya mengandalkan kain dan peniti atau apalah ala kadarnya, bikin sendiri !!! (Menurut Ibu saya, pembalut baru ada yan menjual sekitar tahun 60an) Behhhhh…….Bisa dibayangkan kerepotannya ??? Selama seminggu, kaum perempuan itu tidak bisa beraktivitas dan bergerak dengan bebas, wow……saya tidak bisa membayangkan deh. Sekarang, mau pentalitan ketika masa menstruasi pun, bebas saja, ga khawatir bocor, hehehe.

Jadi ?? Memang sih, tiap hendak membeli pembalut, saya musti meluangkan waktu beberapa menit untuk memilih yang mana yang sesuai dengan kebutuhan. Bingung pasti. Tapi apalah artinya demi kenyamanan ??^_^ (diam-diam bersyukur hidup di masa sekarang) Eh, teknologi pembalut masa depan seperti apa ya ?? Eh kenapa tampon tidak populer bagi konsumen Indonesia ya…..

*Ternyata kebingungan masih berlanjut ketika berpindah ke counter kosmetik. Berbagai macam pelembab, berlomba menawarkan anti wrinkle, anti kerut, anti noda, memutihkan, memcerahkan, yang khusus untuk area mata, untuk pemakaian siang, pemakaian malam, tabir surya, etc….Blaaaaaaaaaahhhh….*

Miss Panty

Hukum alam adalah keseimbangan. Ada gelap, ada terang. Ada matahari, ada bulan. Yin dan Yang. Suami istri. Saling melengkapi. Begitu juga miss bra dan pasangan sejatinya, miss panty. Perempuan manapun, jika ingin tampil sempurna, tak akan lupa dengan miss Panty ini. Miss Bra bisa saja beristirahat sejenak alias tidak mendampingi miss Panty, tapi miss Panty hampir selalu ada di setiap kesempatan.

Seberapa pentingkah miss Panty untuk mendongkrak penampilan perempuan, sehingga mempesona setiap mata ?? Jawabnya, SANGAT PENTING, wahai Saudari-saudariku !!

Sayangnya, belum semua Saudariku menyadari betapa pentingnya untuk memperhatikan miss Panty ini, mentang-mentang ia tersembunyi.

Seperti contoh yang saya kemukakan di postingan sebelumnya, sekarang adalah eranya exhibisionis !! Show yourself !! Tapi alangkah memalukannya, jika dalam rangka exhibisionis itu, ternyata tidak ditunjang oleh dalaman yang mendukung !!

Berikut adalah peran penting miss Panty dalam mendukung penampilan kita :

  • Miss Panty dapat membentuk figur tubuh yang kurang sempurna menjadi lebih sempurna.
  • Miss Panty dapat menyembunyikan kelemahan tubuh kita dan menonjolkan kelebihannya.
  • Miss Panty membuat kita jauh lebih nyaman dan membuat kita bergerak bebas, dengan pemilihan miss Panty yang tepat tentu saja.

Ada beberapa jenis panty yang masing-masing sesuai untuk berbagai kesempatan. Jika ingin sempurna all out, luar dalam, selalu perhatikan baju apa yang kamu pakai hari ini, pakaian seperti apa, dan kenakan miss Panty yang sesuai.

Misal, pakaian model hipster atau low waist. Pakaian jenis ini, tentu saja paling cocok dengan miss Panty yang juga berpotongan low waist atau mini. Mini disini maksutnya adalah tidak melebihi tulang pinggul. Sehingga jika kita memamerkan pakaian low waist kita, si Panty tidak akan menongolkan diri dengan kentara. Its an original sin !!

If you want to show it off, all out !! Pilih renda-renda yang cantik dan terkesan feminin. Buang jauh-jauh semua kolor yang molor dan bergaya ibu-ibu di pasar itu. Its a very original sin !!! And disgusting, hehehe… :mrgreen:

Jika kita mengenakan celana ketat, skinny jeans, atau pencil skirt yang ketat membungkus panggul, pilih miss Panty yang dapat membentuk figur tubuh kita (bagi yang belum dikaruniai figur yang sempurna). Misal, miss Panty yang low waist (jika bawahan kita low waist) tapi yang membungkus bokong kita dengan sempurna. Jangan sampai, meninggalkan garis melintang miss Panty dari pakaian luar yang kita kenakan. Atau sekalian saja, kenakan g-string atau thong. Its cute and beautiful, show your figur. Dijamin tidak akan meninggalkan garis melintang di pakaian manapun, membuat bokong tampil apa adanya (jika masih kurang pede, pilih celana dari bahan yang mampu mengangkat dan mendukung tubuh Anda, misal jeans/denim yang bermutu baik).

Jika Anda mempunyai masalah dengan perut dan bokong yang mengendur, kenakan saja miss Panty model korset. Seketika masalah siluet tidak menjadi masalah. Tentu saja Anda tidak bisa mengenakan bawahan low waist, karena miss Panty model ini umumnya bergaris pinggang tinggi hingga ke pusar. Tapi tidak masalah kan, Anda masih bisa mengenakan dress terusan yang feminin atau pantalon yang elegan. Anda masih terlihat sempurna dan mempesona, tanpa harus membuat kelemahan Anda terlihat.

Mengenai pemilihan bahan, tentu saja pilih bahan yang paling nyaman. Untuk beberapa acara spesial, its fine, misal dengan silk, satin, lace/renda, transparan…Yang penting, apapun jika membuatmu merasa istimewa dan spesial, use it !!^^

Perhatikan juga dengan karet elastis. Pilih yang awet, tidak membuat gatal (kadang-kadang, beberapa material tidak cocok untuk kulit tertentu dan mengakibatkan reaksi gatal-gatal), dan tidak meninggalkan bekas karet yang tentu saja tidak indah. Karena itu, saran utama saya, mulai sekarang tinggalkan jauh-jauh model miss Panty yang old skool atau ibu-ibu banget itu. Mulailah bergenit-genit dan jatuh cinta dengan diri sendiri, puja tubuhmu dan manjakan dirimu dengan miss Panty yang indah-indah itu.

Hmmm….jika semua sempurna, last but not least adalah perawatan. Jangan sampai, hanya bisa membeli dan memakai tapi tidak bisa merawatnya. Karena miss Panty dan miss Bra sama-sama berjenis sensitif dan rapuh, tentu saja kita harus memperlakukannya dengan lembut. Cuci dengan lembut, jika dengan mesin cuci, lebih baik dengan mesin cuci front loading, akan jauh lebih awet.

Ok, thats it, gals. Be sexy and be pretty^^

Love yourself coz you deserve it !!

Berikut adalah contoh macam-macam panties. Dikutip dari katalog La Senza^^

Perhatikan, setiap outfit, mempunyai pasangan panty yang sesuai. Apalagi jika itu adalah gaun malam yang istimewa, jangan rusak penampilan dengan dalaman yang ala kadarnya.

Untuk pembaca yang bingung perbedaan antara thong dan g-string, bisa dicek disini. Ternyata serba-serbi dalaman pun tak kalah menariknya loh^^.

jennifer garnier dengan boythong yang nyaman dan sporty untuk penampilan kasual.

kelly rowland, dengan boyleg untuk melengkapi diva glam-nya.

cameron diaz, dengan panty bergaya brazilian yang cantik.

g-string pun oke juga buat jeans….

and she’s PERFECTO !!!

miss bra

Yep, ini girl talk. Jadi, guys, please, jangan interupsi, protes, apalagi berpikiran aneh-aneh, ok ???

Postingan ini diilhami ketika sedang berada di kamar pas toko khusus underwear di Amplaz. Selama ini, jikalau sedang berbelanja underwear, rasanya sulit sekali untuk bisa mencoba, ngepas, alias fitting, seperti kalau belanja jeans, kemeja, dll. Hayo, ngaku deh, siapa yang kalo belanja underwear -bra- selalu dicoba dulu ??? hehehe…..

Kebanyakan dari rumpian dan pengamatan, hanya sekedar menghafalkan nomer masing-masing dan memilih corak yang disuka, kemudian bayar. Padahal, dari pengalaman pribadi, ternyata berbeda merk, berbeda juga ukurannya. Maksudnya, ketika mencoba bra seamless yang ultra cleavage, ternyata cup A sudah cukup memenuhi. Tetapi untuk jenis bra yang non cleavage, half cup, ternyata butuh ukuran lebih kecil dan cup yang berbeda.

Selain itu, ngomong-ngomong underwear, namanya saja UNDER WEAR, sengaja ga ditampilkan. Mentang-mentang ga keliatan, ternyata banyak rekan seperjuangan yang jadinya menyepelekan dan mengabaikan faktor satu ini. Sedih banget deh. Belum sadar, jika underwear adalah investasi penting dalam berpenampilan.

Bayangkan, apa yang terpikir oleh benak orang lain, jika melihat ada perempuan cantik, memakai jeans low rise, dan menyembul cd-nya ?? Oke, masih mending jika cd-nya cute dan pantes dipamerin (ada bakat exhibisionis), tapi jika cd yang nongol, kolornya aja udah molor, dekil, bolong-bolong ??? Arrgggghhh !!!

Atau, memakai bawahan putih tetapi cd kelihatan jelas berwarna merah jambu ??? Omaigat….

Tak kalah mengenaskan, memakai fitted t-shirt tetapi memakai bra yang ala kadarnya dari kain, bukan yang jenis seamless…..oh no, oh no….fashion disaster…..

Sering saya melihat bencana fashion seperti ini. Sebagai sesama perempuan, saya pengin sharing, walau kapasitas saya bukan fashion stylist expert atau fashionista. Cuma awam yang peduli penampilan saja^^V (piss….).

Jadi, kembali di ruang ganti tersebut, saya merasa sangat nyaman belanja disitu. Selain privasi sangat terjaga (tidak perlu malu-malu dan sok cuek pilih-pilih underwear sementara beberapa meter dari saya, ada om-om berdiri dengan tatapan mata ingin tahu dan entah imajinasi seperti apa), saya pun bisa dengan nyaman mencoba terlebih dahulu untuk mengepas apakah sudah cukup nyaman untuk dipakai.

 

Tips # 1 : NYAMAN DI BADAN, NYAMAN DI KULIT

 

Saya ga memandang merk dan harga untuk membeli underwear. Sejauh itu nyaman dan modelnya cantik, saya akan beli. Pertimbangan saya adalah, jenis bahan, apakah cukup nyaman untuk menyerap keringat. It’s a must !!! Tidak bisa ditawar lagi. Coba raba dibalik cupnya, apakah kainnya cukup lembut, lentur, halus, sehingga nyaman untuk kulit atau kasar, panas, kedap air, dan rentan bikin gatal. Jika syarat itu sudah terpenuhi, maka silakan tinggal pilih modelnya.

 

Tips # 2 : SIZE DOES MATTER

 

Ukuran ternyata sangat penting untuk menentukan kenyamanan dan enak dalam dipandang. Di kamar pas toko tersebut, terpajang tips apakah bra yang kita pilih sudah benar dalam bentuk gambar-gambar. Saya jadi ngeh dan langsung mengkoreksi. Ternyata selama ini saya pun tak luput dari kesalahan.

Coba perhatikan gambar berikut : (maaf, digambar sendiri, mengandalkan daya ingat. Maklum, bukan artis mouse and keyboars, tp model oldskool yang mengandalkan pensil dan bolpin serta kertas, heheh)

 

  • Gambar 1 : jika ukuran bra (lingkar dada) kebesaran, maka efeknya, cup bra akan suka ngangkat sendiri, seperti di gambar. Dia (cup) sulit untuk bertahan di posisinya, menyangga payudara, malah lari-lari terus, hehehe. Mana enak, lagi aktif bergerak, bra lari-lari melulu, ga menyangga yang semestinya disangga. Gak nyaman banget kan ??

Jika cup yang kebesaran, akan menciptakan ‘ruang kosong’ yang juga tak terlalu nyaman.

  • Gambar 2 : jika ukuran bra kekecilan. Efeknya, selain terlalu ketat sehingga kulit pundak, dada, dan punggung jadi merah-merah juga akibatnya payudara jadi ‘menyembul’ keluar. Memang memberikan kesan ‘aduhai’ tapi cara ini sangat tidak nyaman untuk pundak dan kulit punggung dan dada. Selain itu, untuk mereka yang berlemak ekstra, akan menciptakan siluet tonjolan lemak yang kurang sedap dipandang. Apalagi jika memakai bahan yang fitted atau stretch. Anda akan terlihat meng-ekspose tonjolan lemak alih-alih ingin menciptakan ilusi langsing.
  • Gambar 3 : efek yang ditimbulkan jika tali bra terlalu kecil, yaitu bagian belakang bra akan terangkat ke atas. Kadang juga terjadi pada bra yang ukurannya (lingkar dada, bukan cup) kebesaran.
  • Gambar 4 : sebaliknya, jika ukuran tali terlau longgar. Maka tali suka tidak menempel di tempatnya, sehingga tidak berfungsi sebagai penahan. Akan sangat memalukan jika memakai atasan sleeveless.
  • Gambar 5 & 6 : bra yang tepat. Akan menempel dengan pas, menyangga dan menutupi payudara dengan sempurna dan nyaman, bahkan memperindah bentuknya. Selain itu juga nyaman di kulit. Bagian belakang juga pas di punggung, sehingga tidak menimbulkan rasa nyeri.

 

Menurut majalah Fit edisi khusus, ada 5 cara lain untuk mengetahui apakah ukuran bra sudah sesuai ;

  1. angkat tangan, jika semua tetap di tempat berarti sudah pas. Tapi jika bra terangkat melewati payudara, berarti belum sesuai.
  2. tarik napas dalam-dalam. Apakah ada perasaan tak nyaman, sesak misalnya ??
  3. apakah anda terus-menerus memperbaiki tali bra anda ??
  4. setelah menggunakan beberapa jam, apakah tali bra terasa menyakitkan ??
  5. apakah tempat dimana tali bra melewati tulang belakang terasa sakit dan memar ?

Setelah memilih the right size, mungkin ada beberapa yang masih mempunyai keluhan. Seperti, bagaimana jika cup payudara saya memang kecil, sehingga cup A pun terasa lowong ??

Relaks, girl, we have the answers, diambil dari majalah Fit edisi khusus ini^^

  • Untuk yang bercup mungil, coba bra bergaya balcony atau cleavage, dengan atau tanpa busa tambahan, dan dengan kawat penyangga. Bra jenis ini dapat menutupi ‘lowongan’ bahkan dapat mengangkat payudara sehingga membentuk lekukan yang seksi.
  • Atau coba pakai yang model half cup, untuk memberi kesan penuh. Hindari memakai cup yang full seperti lazim dikenakan oleh ibu-ibu menyusui.
  • Untuk yang ber cup extra (big boobs), pilih bra dengan tali bahu dan tali dada yang lebar karena lebih mampu menangkat payudara. Juga pilih bra dengan penyangga kawat serta model yang minimalis untuk ilusi lebih kecil.
  • Pilih cup besar dan penuh untuk ‘menyimpan’ payudara dan membuat penampilan lebih baik.

Oke girls, kita belum selesai. Masih ada satu lagi tugas kita sehingga penampilan kita sempurna luar dalam^^.

 

TIPS # 3 : PICK THE RIGHT TYPE

 

Yeah, seperti ketika memilih Mr.Right, pilih yang pas sesuai dengan tiap kesempatan^^ (wuah, gaya gw udah seperti Cosmo aja).

Maksudnya, ketika hendak mengenakan bra, cermati dulu, hari ini pakai baju seperti apa ?? Karena bra untuk fitted t-shirt dan kemeja tipis melayang dan tidak pas badan, sangat berbeda.

Memang paling aman memakai jenis seamless alias tidak ada sambungan jahitan dan model minimalis. Karena model ini paling fleksibel untuk dikenakan untuk berbagai jenis outfit.Tapi jika Anda mengenakan kemeja yang tidak pas badan, bolehlah pakai bra yang sedikit centil, dengan renda-renda dan bahan bordir/lace.

Hindari memakai bra dari jenis kain (cupnya berbahan kain, sehingga tidak membentuk bulat sempurna), jika anda memakai atasan ketat !!! Its a fashion sin !!! Dosa besar dan sangat tercela. Cukuplah Anda simpan saja itu, bra-bra kumal (tapi nyaman) untuk pemakaian di rumah, di balik daster lawas Anda. Atau kenakan bra dari bahan 100% lace/bordir dibalik evening gown Anda…..biarkan renda-renda nan genit itu mengintip nakal dari balik gaun Anda….

    ini model full cup…..bahan bordir…

 

  ini hal cup…perhatikan, cupnya hanya separo…cocok untuk Anda yang mungil….rendanya pun cantik, bukan ??^^

 

        ini halterneck….cocok utk gaun backless ato tangtop model halterneck  sebelah kiri itu strapless bra…wajib untuk kemben…kalo dipasang talinya, bisa dimodif jadi menyilang begitu….cantik bukan ??

 

  ini yang modelnya full lace….perhatikan, tidak ada cup yang membentuk mangkuk….hanya cocok bagi mereka yang proporsinya indah….terlarang untuk dipakai dibalik t-shirt….

Pemilihan warna juga sangat berpengaruh. Sejujurnya saya sendiri kurang paham aturan mainnya untuk hal ini. Ada seorang desainer yang sangat mengharamkan pemakaian bra yang warnanya kontras di balik pakaian. Misal bra berwarna merah darah atau hitam dibalik kemeja putih Anda. Tetapi ada juga yang dengan sengaja mengenakan berbeda warna untuk memberikan kesan seksi dan nakal sekaligus. Saran saya mungkin, NEVER TOO MUCH.

Misal warna hitam, dibalik kemeja putih, bisa diterima akal sehat dibanding hijau pupus.

Well, ini masih ada sambungannya. Kan tidak lengkap membicarakan Miss Bra ini tanpa soulmate-nya, Miss Panty. Yeah, perempuan manapun tidak akan ketinggalan memakai yang satu itu, kecuali yang memang sangat ‘nakal’ (tidak dihitung perempuan di daerah pedalaman lho, ya).

Besok kita akan ngobrol tentang thong, g-string, bikini line, dll.

Oke, see you gurls, and be sexy !!!

****Oya, mungkin postingan ini juga bisa membantu ^^

**** oh ya situs ini juga wajib dikunjungi, buat kaum perempuan. Guide to right bra, by Victoria’s Secret, the famous brand in underwear industry itu loooo^^

funny things about mr.happy

Sehubungan beberapa waktu ini, entah kenapa, di milis ramai perbincangan yang menjurus seks dan anatomi tubuh, dan saya jadi teringat sesuatu. Sesuatu itu adalah obrolan khas cewek-cewek, ketika rame ngerumpiin cowok.

Sedikit serius, ketika berbicara tentang seks, secanggih dan secerdas apapun, kalo menyangkut soal yang satu ini, ada saja yang terpedaya oleh mitos-mitos ‘sesat’. Mitos-mitos ini pula yang menyuburkan praktek-praktek alternatif macam Mak Erot dll. Apalagi, saya sebagai pejuang lingkungan dan pecinta binatang, sangat memandang sinis terhadap mereka, konsumen bodoh, bebal, nan tolol, yang membunuhi binatang demi mendongkrak kejantanan mereka yang loyo, letoy, lemah, letih, lesu (sori, kalo soal beginian, saya paling emosi).

Bayangkan, tangkur buaya ???? Huahahaha…. Trus cula badak ??? Aduhduhduh, kandungannya kan sama dengan tanduk kebo ??? Apalagi sampe empedu beruang. Astagaaaa…….bener-bener keluar dari list pria idaman !!! Mereka adalah pria-pria yang pantas dikasihani dan ditendang ke kutub utara, biar mr.Happy-nya tambah kisut mengkiruttttt !!!! (sadisssss….)

Salah satu mitos kejantanan yang berkaitan dengan kejantanan, misal makan daging kambing akan meningkatkan libido, konon karena sifat daging kambing yang panas. Ternyata setelah saya browsing-browsing, kandungannya sama saja dengan daging sapi. Kemungkinan, mitos tersebut muncul lantaran cara masak daging kambing yang cenderung kaya akan rempah-rempah. Contohlah, gulai, kare, atau gecok (eh, ada yang udah pernah ngerasain gecok kambing ?? Banyak terdapat di Ampel, Boyolali tuh. Saya juga belom pernah nyoba, baru lewat saja). Nah, sejenis gulai, kare, atau gecok itu bumbu-bumbunya kaya dengan rempah-rempah yang bersifat menghangatkan badan, eperti merica, jahe, serai, lempuyang, dll. So, sangat mungkin yang menyebabkan tubuh terbakar adalah rempah-rempah itu.

Soal rempah-rempah, sudah ada yang mendengar (mitos) kalau merica sendiri juga berpotensi mendongkrak libido ??? Jadi, buat yang lagi kere bin bokek ga sanggup beli daging kambing, beli saja mie ayam dan taburi merica banyak-banyak^^.

Saya jadi teringat juga, cerita dari dosen saya yang sangat ganteng dan berkharisma, walau sudah tidak lagi muda. Mahasiswi psikologi UGM pasti mahfum, siapa yang saya maksud. Ganteng, smart, matang, walau cenderung arogan. Loh, kok jadi deskripsi tentang dosennya sih?? Oke-oke, jadi begini. Era 80an (sekarang juga masih sih, walau ga tau triknya masih sama atau tidak), kawasan Kaliurang sering sekali dipakai untuk tempat berdua-duaan, memadu janji dan kasih. Nah, triknya, sebelum berangkat, berdua makan bakso. Bakso kan banyak sekali mengandung MSG atau vetsin tuh. Nah, vetsin inilah yang konon membakar hormon entah apa, sehingga ketika melarikan motor ke Kaliurang yang menanjak, kenceng, membuat jantung tambah deg-degan. Akibatnya, tentu saja sang kekasih yang dibonceng, semakin mengetatkan pelukan, apalagi didukung hawa Kaliurang yang adem….Whoooohoooo!!! :mrgreen:

Kembali ke mitos. Selain mitos-mitos yang berhubungan dengan pendongkrak kejantanan, ada lagi mitos-mitos yang berkaitan dengan ukuran. Gara-gara ini juga, sewaktu genk Parkiran masih guyub, cewek-cewek Parkiran sering cekikikan penuh rahasia sambil meneliti ‘properti’ orang-orang di sekitar kami (huahahaahaa……guys, kami minta maap yaaa…..mungkin ada yang merasa jadi korban kala itu ???).

Mitos-mitos itu misalnya, ukuran panjang, diameter, kekokohan, dll mr.Happy bisa diprediksi dari ukuran jempol kaki, hidung, jempol tangan, ukuran sepatu/kaki, tinggi tubuh, dll. Bahkan konon, lelaki yang berbulu cenderung mempunyai hasrat yang lebih tinggi daripada yang tidak, karena berarti mereka mempunyai kadar testosteron yang lebih dari rata-rata.

Huaahahahaa….aseli pada saat-saat sableng itu, kami sering cekikian tak terkendali, sibuk membahas, menganalisa, dan mendiskusikan dampaknya bagi kami, kaum perempuan.

Saya sendiri tidak tahu kebenarannya. Hanya saja, kami semua, cewek-cewek Parkiran setuju, bahwa jari kaki dan tangan yang bersih, ndak usah dimanicure segala, asal bersih, membuat kami jauh lebih berselera daripada jari dengan kuku-kuku panjang, kotor hitam, dekil, dan kumuh.

Selain mitos di atas, dari Cosmopolitan edisi lawas, menyatakan bahwa konon ada hubungan antara cara makan laki-laki dengan gaya dia bercinta. Cosmo mengatakan, cara termudah dan tercepat adalah ajak si Dia untuk makan seafood sejenis lobster atau kepiting dan diakhiri dengan dessert semangkuk es krim. Perhatikan gayanya. Kalau dia makan buru-buru, slebor, tidak ‘berseni’ maka kemungkinan dalam bercinta, dia pun demikian.

Tetapi berbeda dengan dia yang menyantap kepiting / lobster dengan hati-hati, teliti, setiap sudut cangkang dia korek dengan penuh perhatian, memperlakukan dengan takzim, maka kemungkinan besar dalam memperlakukan pasangan pun demikian. Seperti salah satu episode Sex and The City, dimana sang pria mencoba mendemonstrasikan kehebatannya dalam mengolah ranjang dari cara dia melahap tiram. Dan selanjutnya hal tersebut menjadi guyonan Carrie dan kawan-kawan.

Jadi ??

Berhati-hatilah mulai sekarang, wahai jomblo kaum adam. Karena, setiap saat perilaku kalian telah diobservasi dan dinilai oleh kaum hawa di sekitarmu :mrgreen: