Miss Panty

Hukum alam adalah keseimbangan. Ada gelap, ada terang. Ada matahari, ada bulan. Yin dan Yang. Suami istri. Saling melengkapi. Begitu juga miss bra dan pasangan sejatinya, miss panty. Perempuan manapun, jika ingin tampil sempurna, tak akan lupa dengan miss Panty ini. Miss Bra bisa saja beristirahat sejenak alias tidak mendampingi miss Panty, tapi miss Panty hampir selalu ada di setiap kesempatan.

Seberapa pentingkah miss Panty untuk mendongkrak penampilan perempuan, sehingga mempesona setiap mata ?? Jawabnya, SANGAT PENTING, wahai Saudari-saudariku !!

Sayangnya, belum semua Saudariku menyadari betapa pentingnya untuk memperhatikan miss Panty ini, mentang-mentang ia tersembunyi.

Seperti contoh yang saya kemukakan di postingan sebelumnya, sekarang adalah eranya exhibisionis !! Show yourself !! Tapi alangkah memalukannya, jika dalam rangka exhibisionis itu, ternyata tidak ditunjang oleh dalaman yang mendukung !!

Berikut adalah peran penting miss Panty dalam mendukung penampilan kita :

  • Miss Panty dapat membentuk figur tubuh yang kurang sempurna menjadi lebih sempurna.
  • Miss Panty dapat menyembunyikan kelemahan tubuh kita dan menonjolkan kelebihannya.
  • Miss Panty membuat kita jauh lebih nyaman dan membuat kita bergerak bebas, dengan pemilihan miss Panty yang tepat tentu saja.

Ada beberapa jenis panty yang masing-masing sesuai untuk berbagai kesempatan. Jika ingin sempurna all out, luar dalam, selalu perhatikan baju apa yang kamu pakai hari ini, pakaian seperti apa, dan kenakan miss Panty yang sesuai.

Misal, pakaian model hipster atau low waist. Pakaian jenis ini, tentu saja paling cocok dengan miss Panty yang juga berpotongan low waist atau mini. Mini disini maksutnya adalah tidak melebihi tulang pinggul. Sehingga jika kita memamerkan pakaian low waist kita, si Panty tidak akan menongolkan diri dengan kentara. Its an original sin !!

If you want to show it off, all out !! Pilih renda-renda yang cantik dan terkesan feminin. Buang jauh-jauh semua kolor yang molor dan bergaya ibu-ibu di pasar itu. Its a very original sin !!! And disgusting, hehehe… :mrgreen:

Jika kita mengenakan celana ketat, skinny jeans, atau pencil skirt yang ketat membungkus panggul, pilih miss Panty yang dapat membentuk figur tubuh kita (bagi yang belum dikaruniai figur yang sempurna). Misal, miss Panty yang low waist (jika bawahan kita low waist) tapi yang membungkus bokong kita dengan sempurna. Jangan sampai, meninggalkan garis melintang miss Panty dari pakaian luar yang kita kenakan. Atau sekalian saja, kenakan g-string atau thong. Its cute and beautiful, show your figur. Dijamin tidak akan meninggalkan garis melintang di pakaian manapun, membuat bokong tampil apa adanya (jika masih kurang pede, pilih celana dari bahan yang mampu mengangkat dan mendukung tubuh Anda, misal jeans/denim yang bermutu baik).

Jika Anda mempunyai masalah dengan perut dan bokong yang mengendur, kenakan saja miss Panty model korset. Seketika masalah siluet tidak menjadi masalah. Tentu saja Anda tidak bisa mengenakan bawahan low waist, karena miss Panty model ini umumnya bergaris pinggang tinggi hingga ke pusar. Tapi tidak masalah kan, Anda masih bisa mengenakan dress terusan yang feminin atau pantalon yang elegan. Anda masih terlihat sempurna dan mempesona, tanpa harus membuat kelemahan Anda terlihat.

Mengenai pemilihan bahan, tentu saja pilih bahan yang paling nyaman. Untuk beberapa acara spesial, its fine, misal dengan silk, satin, lace/renda, transparan…Yang penting, apapun jika membuatmu merasa istimewa dan spesial, use it !!^^

Perhatikan juga dengan karet elastis. Pilih yang awet, tidak membuat gatal (kadang-kadang, beberapa material tidak cocok untuk kulit tertentu dan mengakibatkan reaksi gatal-gatal), dan tidak meninggalkan bekas karet yang tentu saja tidak indah. Karena itu, saran utama saya, mulai sekarang tinggalkan jauh-jauh model miss Panty yang old skool atau ibu-ibu banget itu. Mulailah bergenit-genit dan jatuh cinta dengan diri sendiri, puja tubuhmu dan manjakan dirimu dengan miss Panty yang indah-indah itu.

Hmmm….jika semua sempurna, last but not least adalah perawatan. Jangan sampai, hanya bisa membeli dan memakai tapi tidak bisa merawatnya. Karena miss Panty dan miss Bra sama-sama berjenis sensitif dan rapuh, tentu saja kita harus memperlakukannya dengan lembut. Cuci dengan lembut, jika dengan mesin cuci, lebih baik dengan mesin cuci front loading, akan jauh lebih awet.

Ok, thats it, gals. Be sexy and be pretty^^

Love yourself coz you deserve it !!

Berikut adalah contoh macam-macam panties. Dikutip dari katalog La Senza^^

Perhatikan, setiap outfit, mempunyai pasangan panty yang sesuai. Apalagi jika itu adalah gaun malam yang istimewa, jangan rusak penampilan dengan dalaman yang ala kadarnya.

Untuk pembaca yang bingung perbedaan antara thong dan g-string, bisa dicek disini. Ternyata serba-serbi dalaman pun tak kalah menariknya loh^^.

jennifer garnier dengan boythong yang nyaman dan sporty untuk penampilan kasual.

kelly rowland, dengan boyleg untuk melengkapi diva glam-nya.

cameron diaz, dengan panty bergaya brazilian yang cantik.

g-string pun oke juga buat jeans….

and she’s PERFECTO !!!

Iklan

beware !!! sexualization everywhere !!

Beberapa hari  yang lalu, ketika sedang asyik browsing, saya menemukan artikel menarik di situs HIMPSInya Amerika atau American Psychological Assocoation di www.apa.org

Artikel tersebut menyoroti tentang sexualization of girls (kesulitan menemukan istilah Indonesianya), yang didefinisikan sebagai berikut :

when a person’s value comes only from her/his sexual appeal or behavior, to the exclusion of other characteristics, and when a person is sexually objectified, e.g., made into a thing for another’s sexual use.

Saya jadi teringat postingan saya beberapa waktu lalu, yang menyuarakan kecemasan saya melihat fenomena semakin banyaknya gadis-gadis remaja yang nyemplung ke dunia entertainment, dan menonjolkan sex appeal mereka. Bahkan saya baru tahu, kalau Chelsea Olivia ternyata masih berusia 15 tahun !! (Lagi-lagi, usia segitu saya baru ngapain ya ??)

Dari penelitian yang dilakukan oleh anggota APA, terungkap bahwa sexualization of girls di berbagai bentuk media ternyata berpengaruh buruk bagi perkembangan kesehatannya, jasmani dan psikologis.

Terungkap, ada tiga aspek kesehatan yang terpengaruh, yaitu :

Cognitive and Emotional Consequences: Sexualization and objectification undermine a person’s confidence in and comfort with her own body, leading to emotional and self-image problems, such as shame and anxiety.

Terjemahan bebas : sexualization of girls berpengaruh terhadap pembentukan rasa percaya diri, self esteem, dan citra diri yang sehat seseorang (gadis/perempuan). Ybs merasa tidak nyaman dengan tubuhnya sediri, bermasalah dengan citra diri dan keadaan emosinya, misal rasa cemas dan malu. Dengan kata lain, ybs merasa ga pede dengan tubuhnya sendiri.

Mental and Physical Health: Research links sexualization with three of the most common mental health problems diagnosed in girls and women—eating disorders, low self-esteem, and depression or depressed mood.

Terjemahan bebas : penelitian membuktikan bahwa ada hubungan antara sexualization dan masalah / gangguan kesehatan mental pada gadis dan perempuan dewasa, yaitu gangguan makan, self esteem yang rendah, dan depresi.

Sexual Development: Research suggests that the sexualization of girls has negative consequences on girls’ ability to develop a healthy sexual self-image.

Terjemahan bebas : penelitian menyatakan, sexualization berdampak negatif terhadap kemampuan seseorang untuk mengembangkan sexual self-image yang sehat.

Penelitian tersebut memang dilakukan di Amerika, di Indonesia sendiri belum ada yang melakukan penelitian serupa. Fenomena di Amerika sendiri sudah membuktikannya jauh sebelum penelitian ini dipublikasikan. Saya sendiri hanya melihatnya di media, jadi sekali lagi ini asumsi saya yang diperkuat beberapa artikel yang pernah saya baca.

Misal, Anda sudah pernah menyaksikan secara utuh video klip-video klip dari penyanyi hip-hop atau rapper macam 50 Cent dkk ?? Saudara-saudara, saya terkesima menyaksikan salah satu video klip 50 Cent. ‘Sexy’ sekali, dalam arti full dengan model-model perempuan bertubuh sempurna, berbusana minim, bertelanjang dada serta mempertunjukkan gerakan-gerakan yang mengarah ke kegiatan seksual secara eksplisit. Padahal itu video klip dan lagu-lagunya masuk jajaran hit single, tapi vidklipnya sendiri cenderung soft porn.

Di salah satu episode Oprah Show yang pernah saya lihat, terungkap bahwa ternyata pada saat proses pembuatan vidklip untuk musik hip-hop, terjadi semacam pelecehan terhadap model perempuan. Kalau tidak salah ingat, si Model dalam testimoninya menyebutkan kata-kata seperti pelacuran yang dilegalkan selama proses syutingnya.

Tulisan ini tidak bermaksud menyudutkan musisi hip hop di Indonesia, tapi saya menyoroti fenomena vidklip rapper-rapper Amrik yang kebanyakan sangat menonjolkan seksualitas perempuan.

Contoh lain, vidklipnya Pussy Cat Dolls yang Don’t Cha. Liriknya seksi, vidklipnya apalagi !! Saya pernah melihat berita di TV, ternyata sebagian orang tua di Amrik resah dan protes dengan pembuatan figur anggota Pussy Cat Dolls sebagai boneka barbie, karena menurut mereka, anggota Pussy Cat Dolls bukan figur yang mendidik bagi anak-anak. Mereka tidak ingin anak-anak gadis mereka meniru tingkah PCD di vidklip yang berbusana minim, mempertunjukkan sexual body language yang cukup vulgar, dsb. Dan mereka sangat tidak menyukai dengan lirik lagunya yang menurut mereka berpengaruh buruk terhadap anak-anak mereka.

Tidak heran, jika Pink pernah menyindir fenomena ini dalam vidklip singlenya (sayang, saya lupa judulnya, kalau tidak salah Stupid Girl). Di vidklipnya tersebut diperlihatkan seorang gadis kecil yang meniru tingkah polah gadis-gadis MTV (menyebut mereka yang menjadi model vidklip dan berakting vulgar).

Itu baru dari industri musik, belum industri fesyen. Masih ingat atau ada yang tahu dengan fenomena Kate Moss ?? Dia berpose sangat seksi untuk pemotretan iklan Calvin Klein dan mengundang kontroversi, selain itu juga karena Kate Moss pada saat itu dipandang masih di bawah umur / sangat belia (pemotretatn pertamanya pada umur 14 tahun, sekitar tahun 90an).

IMO, syndrom Body Dysmophic Disorder atawa Body Image Disorder yang salah satunya  berdampak ke eating disorder seperti anorexia dan bullimia, merupakan fenomena terbuka di Amerika. Maksudnya fenomena terbuka, lebih mudah menjumpai di Amerika dibandingkan di Indonesia. Saya jarang menemukan kasus anorexia dan bullimia di Indonesia. Atau mungkin belum ada  penelitiannya saja.

Tapi seiring dengan majunya industri hiburan di Indonesia, saya khawatir, syndrom ini semakin mudah ditemui di Indonesia. Gejalanya sudah terlihat, seperti semakin ‘centil’nya remaja perempuan Indonesia sekarang dibanding generasi sebelumnya. Rame-rame ikutan kompetisi yang dapat menaikkan popularitas dsb seperti selebriti-selebriti muda, dengan mengandalkan penampilan.

Apalagi didukung oleh iklan-iklan produk kecantikan yang semakin mengancam ‘rasa aman dan nyaman’ self-image seorang perempuan. Semakin agresif saja self image kita, perempuan, diserang dan didoktrin bahwa kecantikan ideal adalah blablabla.

Jangan-jangan, maraknya aksi telanjang di depan kamera hape pun, terinspirasi oleh sexualization of girls di Indonesia yang makin deras belakangan ini.

Para psikolog APA merekomendasikan bagi orang tua, pihak sekolah, dan para ahli untuk lebih waspada terhadap sexualization of girls ini. Sudah seharusnya dan mendesak, untuk memberi pelatihan melek media (media literacy) dan edukasi seks bagi semua pihak, utamanya bagi remaja. Tujuannya adalah memberi pesan bagaimana healthy sexual development itu, sehingga para remaja itu tidak mengadopsi secara salah apa yang terpampang di media.

Itu di Amerika, bagaimana di Indonesia ?? Apa yang bisa kita lakukan ??

beauty is pain, guys !!!!

Membaca curhatan polos lelaki ini, yang sangat polos karena mempertanyakn kenyamanan akan thong alias g-string, sungguh membuat saya tertawa dalam hati. Mengapa ?? Karena hal tersebut bagi saya adalah bukti nyata betapa lelaki sulit memahami dunia perempuan.

Lelaki senang melihat perempuan cantik. Siapa yang tidak ?? Hayo tunjuk jari ???

Tahukah kalian, ongkos untuk menjadi cantik itu ?? SAKIT.

Definisi kecantikan secara umum selalu berganti sesuai trend. Pada era renaissance (betul ga, ejaannya ?? Saya sudah terlalu mengantuk untuk mengecek ke kamus), cantik adalah perempuan dengan badan bahenol nerkom alias sintal. Ga percaya ?? Perhatikan saja figur-figur obyek seni dari masa tersebut. Baik lukisan maupun patungnya. Body-nya semok semua, pinggul paha semua bulet-bulet.

Pada era Victoria (kalo ga salah), kecantikan berarti pinggang yang sangat mungil, body yang sangat curved alias mbentuk banget. Makanya pada masa itu, korset adalah pakaian wajib bagi kaum perempuan, apalagi bagi perempuan trendi-fashionista-socialite. Ingat dong, adegan di film Titanic dimana Kate Winslet terengah-engah mengenakan korset. Lalu melompat ke beberapa dasawarsa ke depan, dimana figur kerempeng justru diidolakan. Ikonnya adalah Twiggy. Era 60-an di mata saya sangat eksotis dan fashionable. Hampir semua model pada masa itu meniru gaya Twiggy, kurus kerempeng dengan make up mata tebal (penekanan pada bulu mata). Dengan semangat hippies dan sex revolution, hmmm…era yang sangat eksotis bagi saya.

And so on, and so on. Masa terus berganti, trend terus berputar. Sempat di masa kita, postur kerempeng merajai. Setelah merebak kesadaran bahaya anoreksia dan gangguan makan lainnya, panggung mode berusaha kembali ke ukuran tubuh normal. Normal ?? Yupe, normal. Karena, konon, ukuran tubuh rata-rata perempuan bule adalah 10. Tetapi yang dipasang di manekin dan model adalah ukuran 0 !!!!! Lihat deh filmnya Mean Girls, kamu akan tahu betapa berarti ukuran 0, 1, dan 2 (masimal 3) dalam pergaulan fashionista.

Kita belum bicara standar kecantikan berdasar budaya. Contoh paling gampang, China era dulu konon mendefinisikan cantik = kaki sangat mungil. Padahal untuk membuat kaki semungil mungkin adalah NERAKA !!! (Yeah, i saw it in Believe It Or Not). Lalu suku tertentu di Kalimantan (entah sekarang masih ada / ga, yaitu telinga perempuan diganduli anting-anting hingga cuping telinga molor panjang. Terus di mana ya, yang perempuannya lehernya disangga oleh kalung-kalung besi,sehingga lehernya panjang bak jerapah. Find more, aneh-aneh definisi kecantikan itu !!!

Kembali ke masa sekarang. Cantik itu relatif, saya percaya kamu-kamu punya definisi dan sosok ideal perempuan cantik itu bagaimana. Tapi fakta berbicara, bahwa mayoritas setuju bahwa cantik itu putih, berambut lurus, berhidung bangir, perut rata, kaki jenjang, dsb. Akibatnya, berbondong-bondong perempuan mengeluarkan ekstra money untuk membeli beragam pemutih kulit.

Guys, tahukah kalian, bahwa yang dibutuhkan perempuan untuk merawat wajahnya ada beberapa krim ; krim mata untuk mencegah kerut sekitar mata, krim tabir surya, krim pelembab sessuai jenis kulit, krim malam untuk kinerja yang lebih maksimal sehingga kulit lebih kenyal-lembut-halus. Itulah krim wajib perempuan jika ia ingin tetap segar cantik memesona hingga usia senja. Ada memang yang cuek, tapi mari kita bandingkan, lebih ‘segar’ mana dengan mereka yang ekstra waktu dan biaya untuk memelihara kulit mereka ??

Perempuan juga berbondong-bondong untuk meluruskan rambut. Tahukah kalian, guys, prosesnya ?? Sungguh TIDAK menyenangkan !! Duduk minimal 3-4 jam, dengan berbagai bebauan, rambut panas seperti disetrika. Kemudian sepatu stiletto, dengan hak minimal 7 senti demi kaki jenjang nan seksi. Kaki capek dan resiko untuk sakit otot jika mengenakan sepatu tersebut lebih dari 3 jam terus-menerus. Tapi, yah itulah resiko yang kami ambil.

Pernah dengar idiom super kijang ?? Itu singkatan dari suka perempuan berkaki panjang. Macam model-model itu. Nah untuk kami yang tidak dikaruniai body semolek model, harus usaha ekstra, memberi illusi optik untuk mendapatkan kesan cantik.

Lalu bagaimana dengan pakain-pakaian dalam yang ‘tidak nyaman’ itu ?? Semua itu pun demi kecantikan !!! G-string dsb, itu untuk kecantikan dan atributnya (seksi, sensual, dll). Memang tidak nyaman, tetapi kami merasa sangat seksi ketika memakainya.

Mungkin kalian akan mengasihani dan menyalahkan kami, mengapa kami berlaku seperti itu, toh ga ada yang minta. Wow, nanti dulu. Lagi-lagi fakta berbicara, bahwa mereka yang mempunyai keindahan ragawi lebih, memperoleh perhatian lebih. Entah itu di dunia kerja, akademis, dsb. Hei, siapa yang tidak senang dengan perempuan cerdas DAN cantik ?? Milih mana dengan perempuan cerdas tapi sangat biasa (untuk tidak menyebut buruk rupa). Lihat dong, para anchor di Metro TV itu… Lihat juga dong, tokoh-tokoh di novel-novelnya Kang Abik. Bahkan Ugly Betty pun akhirnya pun bertransformasi menjadi cantik.

Lihat mereka yang rela menjalani operasi plastik. Lihat juga transformasi Krisdayanti, Mayangsari, Iis Dahlia dari semasa mereka belum tenar hingga masa sekarang.

Saya jadi teringat curhatan David Duchovny, bintang X-files (yg super ganteng itu, ehm) ketika ia pernah berperan menjadi perempuan. Ia mengatakan betapa tidak nyaman memakai BH, sepatu berhak, dll, dan ia heran perempuan betah sekali memakainya sepanjang hari. Dari pengalaman tersebut, sekarang ia mempunyai pikiran yang berbeda mengenai perempuan.

BEAUTY IS PAIN, GUYS, AND NO PAIN NO GAIN

SELAMAT HARI KARTINI