kepergiannya…..

Pagi tadi, hari minggu yang cerah, pukul 06.30, saya menghadiri prosesi pemakaman dari anak pertama sahabat saya. Ketika saya datang kerumahnya, saya sempat tidak menyadari kehadiran jenazah di ruang tamu berukuran sekitar 3×5 meter tersebut. Setelah bersalaman, memeluk sahabat saya, dan duduk bersila, saya baru menyadari bahwa yang tampak seperti guling nan mungil terbungkus kain batik coklat itu adalah jenazahnya.

Saya terkesan dengan ketegaran kedua orang tuanya. Betapa tidak, menyaksikan buah hati pertama bertarung selama 41 hari di ruang NICU dan dioperasi 2 kali, bahkan belum sempat menggendong dalam buaian, si kecil sudah harus berpulang. Hati saya penuh dengan empati dan simpati.

Prosesi berjalan lancar. Tidak banyak pelayat yang datang. Dalam perbincangan, sms ucapan bela sungkawa, dan sempat tercetus dalam pembacaan doa, terungkap bahwa meninggalnya anak yang masih suci, dipercaya sebagai pembuka pintu sorga bagi kedua orang tuanya.

Hati saya berontak !!!

Bagi saya, kalimat tersebut sungguh tidak sepantasnya. Kesannya seperti mengorbankan si anak demi surga yang menjadi tujuan setiap orang yang beragama. Kalau demikian adanya, banyak-banyak saja punya bayi trus meninggal dalam usia yang masih sepucuk embun. Kian banyak pula pintu surga yang terbuka untuk kita, para orang tua bukan ??

Saya tidak setuju dengan kepercayaan tersebut. Perenungan menjadi melebar. Apakah sedemikan penghayatan kita dalam beragama, semua dilakukan demi surga ??? Bahkan kepergian si Kecil pun diikhlaskan karena ia adalah pembuka pintu surga bagi orang tuanya.

Maafkan aku, Afta Zia Al Khair, maafkan aku juga kepada kedua orang tuamu.

Sungguh maafkan aku, aku tidak bermaksud menambah beban dukamu, wahai sahabatku. Aku percaya, di dimensi lain, Afta menjadi cahaya yang indah karena kehadirannya sudah membuahkan kebahagiaan bagimu.

Afta, kepergianmu bagi kedua orang tuamu adalah duka yang teramat dalam. Aku yakin, sangat yakin, jika diperkenankan, mereka ingin menukar diri mereka dengan dirimu, sehingga kau tumbuh dewasa menjadi anak ganteng dan menjadi sosok seperti doa orang tuamu.

Selamat jalan, Afta Zia Al Khair……

19 thoughts on “kepergiannya…..

  1. *maaf ngulang, blockquotenya ketinggalan*

    meninggalnya anak yang masih suci, dipercaya sebagai pembuka pintu sorga bagi kedua orang tuanya.

    Ah, ya! Satu lagi kata bijak yang ternyata tidak bijak.

    Yang pasti hidup dan mati itu sahabat karib, selamat jalan.

  2. seperti siang dan malam, ya bung ???
    jadi, tdk usah mengkaitkan dengan reward segala bagi yg ditinggalkan, begitu bung ??

    saya setuju.

  3. Seperti beberapa orang tua yang mendidik anaknya agar berbuat baik sehingga orang tua itu bisa masuk surga ya Med?

    Kapan kita bakar surga? Aku siapin bom molotov dehπŸ™‚

  4. lah..

    mosok muni ngene: SOKOR.. anakmu mati!!

    itu sih semacam ungkapan motivasi dan penghibur, jeng.. :p

    jangan dipikir terlalu serius gitu, ah!

  5. turut berduka ya Jeng..
    apapun polemik dari kepercayaan itu, saya cuma berharap supaya arwahNya diterima disisiNya..

  6. @ cK :

    hanya ortu yg menderita psikosis akut nan parah yg begitu, chik…..ga bisa mbedain realitas dan tidak….
    kl ortu yg ‘normal2’ aja sih kayaknya ga nyampe.
    hanya saja, ungkapan itu membuatku gelisah. sampe sebegitunya pentingnya surga ya, sampe2 ada ungkapan spt itu… T_T

    @ sandal :

    sepertinya, ilmu ikhlas ga semudah yg dibayangkan yaπŸ˜†
    “beribadah krn hanya mengharap ridhoNya” ato surganya ??? :rolling:
    ah kamu…..kayak rabiah aja….

    @ zen :

    amen. apapun itu artinya ~_~”

    @ westnu :

    jd mengharap mati pas masih bayi, gt ??
    ahhh maapkan saya, kok jd sarkas gt… T_T

    @ zam :

    lah, dosen kami ada yg sms belasungkawa begini:
    (menyebut nama teman kami) dan suami pasti sedih.
    YA IYALAH, MASA YA IYA DONG….
    damn !!! dosen psikologi ??? ga bisa mengucapkan sst yg lbh baik ???

    @ funkshit :

    ngerti, tp sepertinya ada yg salah deh.

    @ stey :

    kayaknya, si afta lgsg dijemput pake limo dan masuk ke KerajaanNya lewat jalan tol gratis ga pake bayar deh….lempenggggg….

    @ jensen99 :

    hai, long time no see. kemana aja ???^^
    amiiin…..

  7. sy tdk tau apa bisa setegar kedua org tua tsb….
    dan sy yakin tiada ortu yg ingin merelakan anak demi kebahagiaan mereka..
    melainkan mereka sendiri yg mengorbankan diri utk anak2nya..πŸ˜‰

  8. tumben,.. postingannya gak Memed!πŸ˜€

    oia,..sabtu malam anak pertama dari temanku meninggal juga. Apakah kita mempunyai teman yang sama??
    *lirik nama Khair*

  9. beuh… meskipun harus ditukar dengan surga sekalipun.. orang tua yang normal pasti ingin anaknya hidup lah… beragama ataupun nggak… menolak surga aaupun nggak….

    orang tua yang normal pasti akan menomorduakan urusan surga…

  10. @ theloebizz :

    yupe, i think so

    @ escoret :

    yoben, karepku tho…

    @ alle :

    masak ???😯
    siapa tahu…..

    @ plain love :

    ilmu ikhlas….

  11. haluuuuuuuu jeung…
    *cipika cipiki cipika lg*

    kabar baeeeekkkk…^^
    jgn sedih, ortunya afta aja, udah nerusin hari2nya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s