cinta dan sebiji pongge

Kopdar duren yang diadakan di rumah ketua kelas bersama para plurkers dan Cah Andong, berbuah manis. Selain rasa puas dan mabok duren (duren yang dipilihin oleh papahnya Momon, manis-manis), ternyata juga memberi manfaat jangka panjang.

Tak percaya ??

Saat kopdar duren tersebut berlangsung, saya sudah cerewet bin riwil mengingatkan kalau pongge-pongge alias biji duren yang ada, jangan dibuang. Semua akan saya bawa pulang.

Dan hari ini (saya nulis ini Selasa dini hari), Si Dia yang selama ini menampung pongge-pongge itu, Senin tanggal 24 kemarin telah menanam atau membibitkan 120 pongge yang telah bertunas. Rupanya, selama dalam masa penyimpanan, pongge-pongge tersebut telah bertunas. Masih ada sekitar 30an pongge lagi yang menunggu untuk ditanam.

Manis sekali, melihat hasil kopdar tersebut membuahkan hal yang baik (dance).

Waktu ditanya, habis berapa untuk membibitkan hampir 150 pongge tersebut, ternyata tidak banyak. Pupuk, tinggal minta ke kandang sapi tetangga, dan pupuk segar berkualitas bagus (pupuk organik, cing!) langsung disetor. Sekam, juga tinggal minta ke penggilingan padi dan ladang sawah di sekitar rumah. Jadi tinggal beli polybag-nya sahaja. Sudah begitu, memasuki musim penghujan, jadi ndak perlu repot-repot menyiram.

Mudah-mudahan, seminggu lagi, tunas-tunas tersebut semakin bertumbuh. Menyimbolkan harapan baru dan untuk kebaikan semua. Pada akhirnya juga, menyimbolkan cinta kami yang (pengennya) juga memunculkan tunas-tunas kebaikan, harapan, dan cinta.

bibit-duren1

bibit-duren2

*doh, tanggalnya salah, lupa ngeset tanggal*

Siapa yang mau meniru atau menyusul kami ?? :mrgreen:

*Judul diadaptasi dari film lawas Cinta dan Sepotong Roti*

one night with mike

Rabu 19 November semalam, telah terjadi affair yang sangat menggairahkan antara blogger-blogger Jogja dan blogger luar negeri. Affair tersebut dalam rangka road trip lanjutan dari Bali, sebagai rangkaian dari Pesta Blogger 2008 yang puncaknya diadakan di Jakarta.

Bertempat di Gajah Wong, restoran fine dining, affair tersebut berlangsung intim dan personal diiringi makan malam yang lezat, suasana yang cozy di joglo, temaram lampu, sungguh sangat romantis. Obrolan berlangsung lancar, mengalir, di meja masing-masing.

Kebetulan, saya semeja dengan blogger dari Filipina, Mike Aquino. Berbekal bahasa inggris yang berlepotan, Mike tetap melayani obrolan dengan ramah. Untungnya, ada rekan-rekan seperti Didut yang mampu menjadi teman ngobrol yang menyenangkan untuk Mike. Saya mah kebagian pendengar saja dan kadang-kadang mengiyakan, “he’eh, yes…yes..eh no ding, no.” :mrgreen:

Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan meja-meja yang lain, tapi saya menikmati mendengarkan obrolan antara Mike dan Didut, yang membicarakan dari kuliner hingga masalah agama. Terdapat beberapa catatan menggelitik bagi saya, seputar obrolan yang berlangsung hangat dan intim tersebut.

saya, mike, didut

Mike sempat berkomentar, bahwa dia cukup heran dengan banyaknya perokok ang dia jumpai sepanjang dia di Indonesia. Dia membandingkan dengan di negerinya sendiri, bahwa, ya memang cukup banyak yang merokok, tapi juga banyak tempat untuk non smoker (dengan kata lain bisa diartikan, merokok di tempat umum di Filipina merupakan hal yang jarang). Di sini (Indonesia), perokok bisa bebas merokok di tempat umum, bahkan di ruang ber-AC.

Saya jadi teringat, sewaktu beberapa tahun yang lalu, mengantar tamu dari Turki, dan dia sangat heran dengan kebiasaan pengendara motor yang membonceng anaknya, tanpa pengamanan memadai, bahkan helm pun tidak. Saya dan Didut, waktu itu, cuma tertawa dan malah ngobrolin betapa lemahnya penegakan peraturan tentang rokok di Indonesia.

Pembicaraan pun sempat membahas tentang agama. Kebetulan di Filipina, Katolik adalah agama mayoritas. Ternyata, menurut Mike, institusi keagamaan di Filipina (dalam hal ini gereja) telah bercampur dengan politik sehingga pada akhirnya, menjadi alat politik. Hal tersebut menurut saya, kok ndak beda jauh dengan apa yang terjadi di Indonesia. Kata orang (saya lupa, siapa yang omong ini) POWER TENDS TO CORRUPT, AND ABSOLUTE POWER CORRUPTS ABSOLUTELY. Hal tersebut berpengaruh buruk sebenarnya, karena membuat beberapa kalangan pemeluk agama menjadi hilang kepercayaan.

Mike sendiri adalah penikmat travelling. Selama ini dia banyak bepergian ke Asia Tenggara, dan menurutnya, satu hal yang menarik dengan bepergian ke negara-negara di kawasan Asia Tenggara adalah, kau bisa menemukan betapa banyak perbedaan-perbedaan sekaligus persamaan-persamaan di antara kebudayaan-kebudayaan yang berbeda tersebut. Contoh, mengenai kuliner. Ternyata, di Filipina sendiri, mereka juga mengenal lumpia. Mereka juga makan nasi sebagai makanan pokok mereka. Bahan dasar bumbu masakan di Filipina juga tak berbeda jauh dengan di Indonesia (khususnya Jawa, karena semalam kita banyak membincang masakan Jawa).

Semalam, Mike terkesan dengan menu ‘kering tempe’, yang jadi pelengkap nasi kuning. Dia telah mengenal tempe, hanya menurutnya olahan tempe yang satu ini agak lebih spicy. Tapi yang jadi favorit Mike rupanya adalah nasi uduk alias coconut rice, satu hal yag menurut Mike adalah resep yang luar biasa, dia tidak pernah berpikiran sebelumnya untuk mencampur kelapa (santan) dengan nasi.

Semalam dengan Mike, adalah semalam yang luar biasa. Dia belum tahu dan belum pernah melihat salak. Seharusnya, road trip hari ini, selain Borobudur, juga ke kawasan agroindustri salak pondoh, sekaligus mengunjungi desa-desa wisata yang banyak di sana. Tapi entahlah, waktunya sangat singkat dan semua telah diatur tersendiri. Semoga, mudah-mudahan, ada waktu lain untuk berkunjung ke Jogja dan blusukan ke tempat-tempat uniknya. Semoga juga, mudah-mudahan, saya berkesempatan mengunjungi Filipina dan negara-negara lain di Asia Selatan.

mike

Muchas Gracias, Mike, terimakasih juga untuk Didut.

Terimakasih untuk semua panitia Pesta Blogger, Chika, Dimas, Herman, dan lain-lain yang belum saya sebut satu persatu, juga teman-teman dari Cah Andong ples komunitas dunia maya lainnya (yang saya tahu semalam,baru komunitas multiply, belum sempat kenalan dengan yang lain).

foto-keluarga

*Foto semua oleh Bang Gage, Yang jadi tukang potonya semalam*

definisi ganteng, cakep, dan keren (updated dan edisi revisi)

Gara-gara tretnya iphan di plurk, membuat saya gatel untuk ngobrol2 ringan campur serius perihal kegantengan.

Semua bermula ketika saya memuji iphan itu cakep. Bagi saya sendiri, kata cakep adalah kata yang paling netral untuk memuji keadaan fisik seseorang (atau sesuatu ??). Definisinya sangat luas, dan bisa menjangkau laki-laki dan perempuan, tua muda, anak kecil dewasa, bahkan kadang mobil pun bisa dibilang cakep.

Cakep, dalam artian saya, menyebutkan suatu keadaan fisik yang cukup sempurna. Tapi kata sempurna di sini masih terlalu luas. Apalagi, yang sempurna untuk saya, belum tentu sempurna buat anda.

Oke saya persempit lagi definisi operasionalnya. Saya rasa sempurna disini adalah untuk menyebut keadaan yang enak dipandang.

Nah, ketika saya menyebut seseorang cakep, itu adalah kata-kata denotatif, tidak bermakna (tambahan) apa-apa. Alias netral-netral saja. Saya bisa saja menyebut siapa saja cakep.

Christian Sugiono ini termasuk cakep….sekali lihat, semua orang kayaknya juga setuju kalo dia cakep. Indo memang identik dengan cakep. Tapi ndak semua yang cakep itu indo lho… :mrgreen:

Chris Cornell, vox-nya Audioslaves. Menurut saya, dia cakep, keren. Sexy !!

Tapi ketika saya menyebut seseorang itu ganteng, nah itu sudah berbeda. Tentu saja subyek yang dikenai kata sifat tersebut adalah laki-laki. Ganteng sendiri bagi saya, bermakna konotatif. Ganteng merujuk pada laki-laki yang sudah berusia matang, ada garis-garis kemanisan, kekaleman, keteduhan, dan kedewasaan. Biasanya kulitnya berwarna tembaga, walau tidak menutup yang berkulit terang juga dibilang ganteng. Buktinya, Pierce Brosnan termasuk ganteng, walau dia ras kaukasia begitu. Ga usah jauh-jauh, Mas Iman juga ganteng tuh :mrgreen:

Pierce Brosnan adalah contoh sempurna (menurut saya) lelaki ganteng.

Otong Koil…..ganteng….. *cegluk*

Selain ganteng, ada lho istilah lain ; NGGANTHENG. Pengucapannya memang medok jawa, karena biasanya saya alamatkan untuk laki-laki beretnis jawa. Jadi, laki-laki yang saya sebut nggantheng itu biasanya ganteng klasik, ganteng khas jawa. Ganteng yang biasa kamu temui di pedesaan, di daerah. Saya punya temen satu genk yang masuk banget dengan kriteria nggantheng ini. Jadi bisa disebut, inilah kegantengan klasik yang khas.

Untuk lelaki yang beretnis selain jawa, entah kenapa belum menemukan yang termasuk kategori nggantheng. Pria etnis Ambon, misal, menurut saya manise :mrgreen: Ganteng yang khas masing-masing daerah, mungkin begitu. Seperti misal, pria etnis sunda, ternyata juga mempunyai kegantengan klasik ciri khasnya sendiri yang susah saya jabarkan. Tapi biasanya, kalau saya tahu, saya bisa mengenali.

Saya pernah dapat kalendar dinding, lupa dari mana. Kalender itu bergambarkan lukisan2 wajah Sultan Agung, Ki Ageng Mangir, Panembahan Senopati, dll. Saya ndak tahu, lukisan tersebut rekayasa atau aseli berdasarkan keadaan yang semestinya. Tapi sumpaaaahhh….mereka adalah laki-laki nggantheng dan ganteeeeng semua. Berwibawa, kharismatik. Sangat pantas untuk menjabat raja Jawa. Tak heran jika Roro Kidul, ratunya Laut Selatan, pun kepincut.

Panembahan Senopati

Sultan Agung…..kharisma yang terpancar dari wajahnya memang agung…

Oia satu lagi. Seringkali saya kebingungan jika hendak memuji wajah-wajah anak muda generasi X, Y, Z ini. Buat saya, entah kenapa, karakter wajah sudah berbeda dengan generasi sebelumnya, baby boomers misalkan. Sepertinya teori evolusi berlaku, karena ganteng tahun 70an itu berbeda sekali dengan ganteng versi tahun 2008.

Misal tampang-tampang seperti bintang-bintang sinetron jaman sekarang. Saya ndak apal nama-namanya, tapi bagi saya, kadang aneh melihat wajah seperti itu kok dikagumi cewek-cewek (heheheehehe, no offense). Mungkin selera yang berbeda juga. Bagi saya, kata-kata yang tepat untuk menyebutnya adalah, mereka termasuk kategori cowok-cowok manis.

Dan, hei, entah kenapa, saya lebih mudah menemukan cowok-cowok manis ini di belahan asia daripada di belahan barat. Bagi saya, (seleb) cowok-cowok ras kaukasia itu begitu macho, nglanangi, dan tough. Beda bener dengan yang dari belahan bumi Asia. Sebut misalnya bintang-bintang Korea, bintang-bintang Jepang, India, juga Indonesia.

Ah, perkecualian untuk India, karena walo tampang mereka manis cenderung ganteng, tapi body mereka sekel dan liat banget. Six packs, sepertinya adalah hal ya lumrah.

Nah, yang terakhir ini adalah uncategorized. :mrgreen:

Saya sering bingung dengan tipe-tipe seperti Ariel Peterpan, Once.

Bagi saya (dan dikuatkan oleh lumayan banyak rekanita lain), mereka itu ga masuk kategori ganteng atau manis. Cakep, yah, bolehlah, tapi kurang pas juga. Nah, sahabat saya punya sebutan khusus untuk ini, yaitu ‘Jelek tapi Artistik’ 😆 :lol::lol:

Mengapa begitu ??

Analisa saya, mereka yang masuk tipe ini itu, secara fisik ga masuk standar cakep. Tapi ada ‘sesuatu’ pada diri mereka yang membuat kami-kami para perempuan ini ‘terpaksa’ berhenti, menatap mereka lama, mencermati, dan sedikit mendesah, “oh, wow…”

Nah, faktor X ini yang bisa lain-lain untuk tiap individu.

Ariel contohnya, dia sex appealnya tinggi sekali. Sedangkan Once, saya masih belum tahu apa itu, tapi sepertinya tatapan matanya yang begitu membius.

Dalam kehidupan sehari-hari, saya pun pernah berjumpa laki-laki seperti ini. Dia tidak ganteng ato cakep, tapi….ada sesuatu pada dirinya yang bisa mem-freeze kami, para perempuan. Entahlah, pake susuk apa ya ??

Nah ini saya baru inget belakangan. Kategori keren !!

Yang termasuk kategori keren ini biasanya…mereka sangat atraktif. Bisa dibilang, hampir sama dengan cakep, sinonimnya lah. Ringgo Agus Rahman itu masuk kategori mana ya…dia ga cakep tp lucu, menyenangkan untuk dilihat. Sama dengan Giringnya Nidji, ga ganteng ato cakep, tapi dia bisa dibilang keren. Nah, kalo Farhan itu ?? Dia menurut saya ga cakep, tapi inner handsome-nya membuat dia begitu adorable, menawan. Itu lho, selera humor dia, gayanya yang komunikatif.

Lalu, bagaimana dengan perempuan ??

Apakah cantik dan manis, juga menarik, punya arti yang berbeda ??

Nah ini profil seseorang yang nyangkut di prenster saya. Ohoooyyy…..too good to be true !! Ini mah perpaduan cakep, ganteng, keren, seksi, menarik, you name it !! :mrgreen:

*mohon maaf untuk gabar-gambar yang saya ambil tanpa ijin yang bersangkutan, semua berkat mbah google*

saya sudah, kamu bagaimana ??

Akhir Oktober 2008. Lokasi Bebek Ginyo, Tebet. Time : siang panas menyengat.

Makan siang yang terlambat. Perut keroncongan langsung menyambut sukacita menu siang itu, bebek masak cabai hijau, tahu goreng yang menul-menul, sambel mangga, dan jus jambu merah. Tak usah saya ceritakan nikmatnya makan siang kali itu, juga interior Bebek Ginyo yang cukup antik, penuh dengan poster-poster iklan jaman dulu kala, lalu lalang tamu-tamu yang modis (mengingat lokasi merupakan ajang gaul di Tebet, full dengan distro, kafe-kafe, etc).

Selesai makan, saya beranjak untuk cuci tangan di wastafel bergaya alami, terbuat dari gerabah. Kebetulan, wastafel di samping saya juga ada pengunjung yg sedang cuci tangan. Saya iseng mengamati. Sosok pemuda gaul itu terus menyabun tangannya cukup lama, sementara air keran terus mengalir. Sedangkan saya, juga masih berkutat dengan sabun karena sambil membersihkan kuku-kuku, dan keran saya matikan. Pemuda tersebut selesai, melenggang pergi dengan keran belum tertutup sempurna.

Kegiatan cuci tangan saya berlangsung hingga ada dua pengunjung yang cuci tangan di sebelah saya, dan semua melakukan habit serupa. Mensabuni jemarinya, sementara keran air dibiarkan menyala sia-sia. Ketika saya kembali ke meja makan, saya masih asyik meneruskan kegiatan mengamati perilaku cuci tangan. Wow, dari beberapa orang yang sempat saya amanti, ternyata hanya satu orang yang ingat untuk menutup keran sementara ia bersabun.

Jogjakarta. Awal November. Malam berhujan. Kentucky Fried Chicken.

Saya kembali mengamati perilaku cuci tangan. Ohoooyy….mengapa di Jogja juga ?? Asyik bersabun, dan tidak mematikan keran. Mengajari anaknya untuk cuci tangan tapi alpa mengajari anak untuk menghargai lingkungan.

Jogjakarta. Setiap berhenti di perempatan lampu merah. Terutama yang ada panel surya dan timernya.

Klik, saya matikan mesin kendaraan jika sedang tercegat lampu merah. Baru saya nyalakan lima detik menjelang lampu hijau. Ini kebiasaan baru, gara-gara Si Dia melakukan hal serupa. Saya sempat ragu dan males, dan berdalih, jika alasannya untuk menghemat bahan bakar fosil. Bukannya ketika sedang men-starter akan mengkonsumsi bensin banyak juga ??

Tapi kemudian saya disadarkan, andai semua kendaraan bermotor yang berhenti di lampu merah melakukan hal serupa, akan mengurangi polusi udara di tempat tersebut. Akan membantu saudara-saudara kita yang naik motor roda dua, yang terpaksa menghirup asap dan timbal yang keluar dari knalpot kendaraan lain.

Well, mudah bukan, melakukan sesuatu untuk dunia yang lebih baik ??

Bukan hal yang besar, yang menakjubkan, yang menguras tenaga. Hal-hal kecil saja.

Saya diberitahu, to change the world, we must become the change we want to see in the world.

Temans, dunia seperti apa yang kamu inginkan ???


sungguh-sungguh terjadi : saya telah menggoda istri orang !!

Siapapun yang tahu jenis kelamin saya, mustinya bisa menangkap keanehan headline tersebut.

:mrgreen:

Biasanya kan, penggoda istri orang adalah pria-pria yang kelebihan hormon tapi kurang kasih sayang :mrgreen: Tapi kali ini ternyata penggoda istri adalah mahluk bergender perempuan. 😆

Oke, ini intermezzo saja. Kejadiannya kemarin 11 November. Saya dimarahi oleh suami orang. 😯

Hingga menjelang tidur, saya terbayang-bayang oleh peristiwa itu. Merasa tidak enak dan sangat bersalah. Baru kali ini saya dimarahi sama SUAMI ORANG (lho biasanya emang sama sapa ?? istri orang ?? 😯 ) *amit2 jabang baby, astopilulo….Gusti lindungi saya dari perbuatan tercela* :mrgreen:

Nah pagi ini, sms dari sang istri datang dan mengklarifikasi. Ternyata saya semalam sudah gangguin istri orang, pantesan…. 😆 😆 😆

Oke, oke, ini postingan bener-bener cuma intermezzo. Tapi sumpah, baru kali ini saya dimarahi suami orang gara-gara ganggu istri orang *yayayay, diulangi terus*. Sebenarnya sih, hanya berawal dari sms saya, dimana disitu saya tanya hal-hal yang ‘agak saru’ tapi khas girls talk. Namanya juga girls talk, pembicaraan yang lazim terjadi kalau cewe-cewe lagi pada kumpul. Rupanya sang suami sedikit tersinggung. Entah egonya atau apanya yang kena singgung, saya juga ndak tahu, lhawong pertanyaan saya disitu juga ndak serius alias becanda.

Boys, kalo cowo-cowo lagi pada ngumpul, apa saja sih yang dibincangkan ?? Apakah ada perbedaan ‘boys talk’ antara lajang dan yang sudah menikah ??

iklan hi-lo slim dan persepsi nakal

percaya ato nggak, beberapa tahun yang lalu, saya pengiiin banget kerja di dunia periklanan daripada di bidang psikologi pada umumnya. mata kuliah yang saya suka yaitu psikologi konsumen. salah satu tugas yang diberikan di makul tersebut adalah, kami menganalisis iklan-iklan dari sudut pandang psikologis. hal itu pula yang mengantar saya menjadi pengamat iklan, sehingga kalau ada pameran iklan di jogja, jarang banget saya lewatkan.

iklan televisi menurut saya mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki oleh media lain. dia sangat kuat untuk membangun persepsi (calon) konsumen, karena diaku atau tidak, kekuatan visual media televisi masih sangat kuat dibanding foto, misal.

well, saya nggak ngomonin teori di sini. langsung praktek ajah 😆

ini nih, saya kok terganggu dengan iklan susu kalsium yang menyasar remaja, Hi Lo Teen (kalo ga salah, gt nama merk-nya).

kalau di versi pertama, yg jadi tokoh adalah cewe (tentu saja) dengan body ideal, slim dan tinggi dan (ini dia) pembandingnya adalah cewe-cewe gendut-ndut, dan mereka lagi rebutan sale.

oke, untuk versi itu, kegemesan saya biasalah, karena (lagi-lagi) penonjolan tubuh/fisik sempurna.

tapi untuk versi bantet yang terbaru ini, hmmmm !!

jadi ceritanya, tokohnya adalah pemuda pendek yang disitu tingkahnya tengil, usil, jail, dan nyebeiln temen-temennya. hingga suatu saat dia kena batunya, karena tuubuh pendeknya. lalu, pemuda jangkung nan tampan muncul sbg sosok protagonis.

hei, sampe sini, saya sungguh kesal.

karena, disini, seolah-olah hendak dipersepsikan, bertubuh pendek itu negatif dan diperkuat oleh karakter tokoh yg tengil.

iklan adalah dunia citra. dia memang hendak membentuk persepsi. itulah yang saya khawatirkan. karena pesan tersebut akan masuk ke alam bawah sadar pemirsanya.

pantaskah iri ?? pantaskah sombong ??

Menjadi murid tingkat dasar, seringkali masih sering kepleset dan melakukan hal-hal ‘bodoh’ yang disebut kesalahan. Begitu pula saya. Seringkali masih terpancing untuk umuk, pamer, riya’, sombong atas sesuatu hal yang menurut saya pantas untuk dibanggakan dan itu bisa memancing orang lain untuk iri ato minimal kagum sama saya lah.

Begitu pula sebaliknya, seringkali saya juga terpancing untuk iri dengan pencapaian orang lain dan yang paling buruk, ego saya ndak terima.

Misal, ketika blogwalking, saya membaca sebuah postingan yang sangat kontemplatif, dalam, dan mempesona di setiap untaian kata-katanya. Kesannya, yang punya blog alias yang nulis itu pinter, cerdas, jenius. Saya pertama kagum dengan kualitas yang dimiliki oleh orang tersebut, dan lama-lama saya iri. Jadi mikir-mikir, kapan saya bisa nulis sebagus itu.

Hal terburuk yang terjadi adalah, saya mulai menjadi orang tersebut dan meninggalkan apa adanya saya. Saya berusaha menjadi orang lain, karena ndak terima dengan apa adanya saya. Tulisan-tulisan saya mulai ndak otentik, bukan tulisan yang muncul dari hati, melainkan muncul dari ego yang ingin untuk dikagumi atau menuai pujian. Saya mulai menulis untuk popularitas, saya mulai menulis untuk menuai kekaguman, saya mulai menulis untuk menuai rame-rame yang berarti pancingan saya kena.

Lantas, suatu saat, saya merenung.

Pantaskah, seekor kucing iri terhadap ikan karena ndak bisa berenang ??

Pantaskah, seekor kadal iri terhadap burung karena ndak bisa terbang ??

Pantaskah, seekor burung gereja iri terhadap merak ??

Pantaskah, harimau menyombongkan diri terhadap bobcat ??

Pantakah, hiu menyombongkan diri terhadap gurameh ??

Pantaskah, kambing etawa menyombongkan diri terhadap kambing jawa ??

Postingan yang inspiratif dari Gde Prama.

Mengenai sikap berserah diri dan meditasi tanpa perlawanan.

Saya menyukai ide ini; meditasi tanpa perlawanan. I like it.