Predators

A W A S Β  S P O I L E R !

Predator dan Alien sejauh ini adalah monster favorit saya, sejak saya melihat pertama kali di film mereka Predator (1987, dibintangi oleh Arnold Schwarzenegger) dan Alien II. Film-film itu saya tonton ketika saya masih kecil, masih SD, dalam bentuk home-video. Masih inget betul saya, pertama nonton Predator di rumah Bulik, malam-malam. Ketika pulang, saya terbayang-bayang mayat-mayat manusia tergantung dipohon, skinless alias telah dikuliti, dan saya tidak berani ke kamar mandi.πŸ˜†

Saya semakin tergila-gila dengan sosok predator ini, setelah menonton sekuelnya dalam bentuk laser disc. Terpesona dengan sosok fisik mereka, kekuatannya, naluri bertarung dan membunuh mereka, dan adegan jaw-dropping dalam sekuel tersebut adalah ketika Danny Glover ‘terdesak’ di dalam pesawat para predator tersebut. Ternganga menyaksikan berbagai trophy, termasuk tulang alien (yang menjadi semacam dreams comes true, ketika Alien vs Predator dirilis).

Karena itulah ketika tahu Predators adalah semacam sekuel untuk film Predator-nya si Arnie, maka saya harus wajib untuk menonton film ini dibioskop setelah semua film-film Predator dan Alien saya tonton dalam bentuk cakram padat. Apalagi ketika tahu Adrien Brody ikut membintangi film ini, makin bulat tekad saya. FYI, saya jatuh cinta dengan akting Brody semenjak film The Jacket.

Setelah menyaksikan film ini, komentar saya: AWESOME, TWO THUMBS UP, 100% film laga. Ya, ini film laga sejati. Jadi jangan berharap cerita yang njelimet atau twisted. Dari segi special effect, cukup oke dong, untuk perwujudan sosok Predator. Apalagi ada predator spesies baru yang lebih sangar, eh atau itu ketua sukunya ya? Dari segi kesadisan dan kekejaman, mmm, menurut saya tidak terlalu sadis. Yah ada memang adegan daging segar, tulang dicerabut, darah muncrat, tapi yaaa….tidak sampai membuat dengkul lemas.

Selebihnya, cerita yang cukup kena menggali psikologis manusia ketika dihadapkan pada situasi yang tidak dikenal. Disini, dinamika kelompok, altruisme, psikologi kekerasan, dll ada semua. Juga pertanyaan mengena mengenai kemanusiaan: ketika dihadapkan pada situasi terdesak, apa yang akan kamu lakukan, menolong orang lain yang jelas-jelas membutuhkan pertolongan atau mengabaikan panggilan tersebut demi keselamatan nyawamu.

PS. Ketika rasa kasihan menjadi semacam kelemahan. Beberapa pihak yang cukup tega, bisa sekali memanfaatkan rasa kasihan demi keuntungan diri sendiri.

NB. Film ini sepertinya cukup ‘rasis’, deh. Ini tuduhan tak berdasar yang berlandaskan rasa bercanda.πŸ˜†

Selain itu ada adegan pembunuhan yang mengingatkan dengan adegan dalam film Species. Adegan tulang belakang dicerabut dari manusia, hidup-hidup.:mrgreen:

Mau tahu adegan favorit saya? Adegan pedang-pedangan! Β :mrgreen:

13 thoughts on “Predators

  1. Ping-balik: Tweets that mention Predators Β« r e s t l e s s a n g e l -- Topsy.com

  2. utk seorang cewek yg menyukai film yg banyak adegan2 kekerasan seperti ini,aq merasa agak terkejut.biasanya kan cewek suka yg mellow2 gt utk film.tapi ya terkadang kita bisa menilai orang dari selera film nya kan ya?πŸ™‚


    **restlessangel**
    ndak ada hubungannya antara jenis kelamin dan selera musik atau film.πŸ˜‰

  3. Saya paling sebel pas predator ngilang dan tiba-tiba muncul dan membunuh orang.😦


    **restlessangel**
    benci dikaget-kagetin ya?:mrgreen:
    the truth is, film saw masih jauuuhhhh bikin lemes daripada film ini *baik tegang maupun sadisnya*. tapi ini kan film laga, jauuuh lebih memuaskan daripada sekedar baku hantam gebug-gebugan gitu.

  4. Wah…sudah tayang ya predatorsnya…sek2…mbencah celengan dulu



    **restlessangel**
    waaa…iki mesthi arep ngajak kentjan:mrgreen:
    langkah cerdas. cewek akan terkaget-kaget dan otomatis akan memeluk pria disampingnyaπŸ˜†

  5. lebih bagus daripada eclipse ya met? kayaknya layak tonton nih hihihiπŸ˜€



    **restlessangel**
    waaaaa…yajelas, jauuhhhhh. bukan perbandingan yang sepadan lah ituuuu… mosok predator ama eclipse :lo:

  6. ceritanya jauh lebih ringan ya mba dibanding predator yg sebelom nya?πŸ˜€


    **restlessangel**
    IMO, malah lebih kompleks. mengapa, karena di predators ini pergulatan psikologis antar karakter cukup tergali dalam. bisa dibilang film yg cukup psikologis sihπŸ˜†
    kl predator yg arnie, khan ceritanya ‘cuma’ sekelompok tentara elit yang berhadapan dg mahluk extra terrestials. kalo yg ke2, kan predators ‘kesasar’ di kota. yang ini cukup oke kok utk sebuah sekual, memuaskan.

  7. suka sih tapi ada adegan mesranya ngga seeech….teteup biar action musti ada bumbunya…he…he…



    **restlessangel**
    ada percikan cinta antara brody dengan prajurit cewek dr israel ituh. patah hatiiiiii…
    oia, utk cewe, diPreddators ini, brody sangat sangat sangat seksiiiiiii :ngeces:

  8. Studio film sudah pernah suxes me-merger Alien dengan franchise Predator. Saya nunggu apakah berikutnya bakal ada Terminator vs Predator, atau G.I. Joe vs Alien, atau Harry Potter vs Predator..:mrgreen:

    Duh, AVP: Requiem pun belum nonton…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s